Jakarta | galasibot.co.id — Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution menyampaikan lima prioritas pembangunan daerah kepada Bappenas di Jakarta, Kamis (8/10/2026). Langkah ini dilakukan untuk memperkuat sinergi dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.
Bobby menyampaikan usulan tersebut langsung kepada Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy. Lima fokus utama meliputi modernisasi RSU Haji Medan, keterpaduan pembangunan, afirmasi Nias, pengembangan koridor industri, dan pemulihan pascabencana.
Percepatan Pinjaman RSU Haji Medan dan Afirmasi Nias
Bobby mendorong percepatan proyek pembangunan RSU Haji Medan menjadi rumah sakit rujukan berstandar internasional. Proyek ini memanfaatkan skema pembiayaan Economic Development Cooperation Fund (EDCF) dari Korea Eximbank.
Pemprov Sumut telah mengajukan usulan Re-Entry ke Bappenas pada 22 September 2026. Langkah ini diambil agar proyek tersebut masuk dalam Daftar Rencana Pinjaman Luar Negeri Jangka Menengah (DRPLN-JM) 2025–2029.
“Perjanjian kerja Indonesia-Korea berakhir pada 31 Desember 2026. Percepatan proses sangat penting agar peluang pembiayaan ini tetap termanfaatkan,” ujar Bobby.
Selain RSU Haji, Bobby mengusulkan program afirmasi percepatan pembangunan Kepulauan Nias periode 2027–2029. Program tahun jamak ini berfokus pada konektivitas, layanan dasar, pariwisata, dan penguatan Gunungsitoli sebagai hub logistik.
Koridor Industri dan Rehabilitasi Pascabencana
Pemprov Sumut juga mendorong penetapan Belawan-Kualatanjung-Seimangkei sebagai koridor industri logistik nasional. Belawan berfungsi sebagai pintu gerbang, Kualatanjung sebagai hub internasional, dan Seimangkei sebagai pusat hilirisasi.
Prioritas terakhir mencakup percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Sumut 2026–2028. Program ini berfokus pada pemulihan hunian, infrastruktur konektivitas, layanan dasar, dan ekonomi warga.
Bobby menegaskan posisi Sumatera Utara sangat strategis sebagai pintu gerbang Indonesia bagian barat. Pada triwulan II 2026, PDRB Sumut mencapai Rp341,05 triliun atau berkontribusi 23 persen terhadap PDB Regional Sumatera.
“Fokus kami adalah memastikan konektivitas dan hilirisasi untuk meningkatkan investasi serta lapangan kerja demi mendukung pertumbuhan ekonomi nasional,” pungkasnya.(*)










