Pontianak | galasibot.co.id — Rangkaian Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik II Kalimantan Barat Tahun 2026 resmi ditutup, Sabtu (17/10/2026). Acara penutupan berlangsung di Aula Magna Gedung Pasifikus Bos Pontianak setelah Misa Ekaristi syukur.
Kota Pontianak sukses memborong dua gelar Juara I dari tiga kategori lomba yang dipertandingkan. Seluruh pemenang Juara I dipastikan mewakili Kalbar pada Pesparani Nasional 2027 di Manado.
Misa Penutupan dan Ceremonial Resmi
Kegiatan hari terakhir diawali Misa Penutupan pada pukul 08.00 WIB sebagai ungkapan syukur. Misa tersebut diikuti para peserta, pendamping kontingen, panitia, serta umat Katolik.
Prosesi penutupan resmi dilanjutkan pukul 10.00 WIB di tempat yang sama. Acara dihadiri perwakilan Pemprov Kalbar, Keuskupan Agung Pontianak, LP3KD, serta panitia pelaksana.
Pesparani Perkuat Iman dan Toleransi
Romo Vikjen Keuskupan Agung Pontianak RD. Alexius Alex menekankan pentingnya kekompakan umat Katolik. Ia menyebut Pesparani merupakan sarana memperkuat iman, persaudaraan, dan semangat pelayanan.
Kadisdukcapil Kalbar Yohanes Budiman mewakili Gubernur menegaskan pentingnya kegiatan keagamaan ini. Pemerintah menilai Pesparani mampu memperkuat kerukunan dan toleransi antarwarga di Kalimantan Barat.
Pengumuman Pemenang Tiga Kategori Lomba
Panitia mengumumkan daftar pemenang tiga kategori utama pada puncak acara. Kontingen Kota Pontianak tampil mendominasi pada dua kategori paduan suara.
Pada kategori Paduan Suara Orang Muda Katolik (PS-OMK), Kota Pontianak meraih Juara I. Kabupaten Kapuas Hulu dan Kabupaten Sintang masing-masing menyusul di posisi kedua dan ketiga.
Kategori Paduan Suara Gregorian Dewasa Pria (PSGDP) dimenangkan oleh Kabupaten Sanggau sebagai Juara I. Kota Pontianak menduduki posisi Juara II, disusul Kabupaten Melawi pada posisi ketiga.
Kota Pontianak kembali meraih Juara I pada kategori Paduan Suara Dewasa Wanita (PSDW). Kabupaten Melawi menyabet Juara II dan Kabupaten Kapuas Hulu mengamankan posisi Juara III.
Kategori Juara Wakili Kalbar ke Manado
Para pemenang menerima penghargaan dan piala dari panitia pelaksana. Hasil ini menjadi modal penting menuju ajang kompetisi tingkat nasional.
Ketua Panitia Maskendari menegaskan seluruh Juara I akan dikirim ke tingkat nasional. Mereka akan membawa nama Kalimantan Barat pada Pesparani Nasional 2027 di Manado, Sulawesi Utara.
Merawat Persaudaraan dalam Keberagaman
Maskendari menyampaikan bahwa keberhasilan Pesparani tidak sekadar diukur dari jumlah piala. Kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan dan pemersatu umat Katolik se-Kalimantan Barat.
Ia mengajak seluruh peserta terus merawat persaudaraan dan memberikan karya terbaik bagi bangsa. Acara diakhiri dengan semangat Cor Unum et Anima Una yang berarti satu hati, satu jiwa.(*)










