MEDAN I galasibot.co.id — Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sumatera Utara menggelar pengajian di Aula Tengku Rizal Nurdin, Medan, Jumat (23/10/2026). Kegiatan ini menekankan pentingnya peran strategis perempuan dalam membangun ketahanan keluarga dan organisasi.
Pengajian khidmat ini dihadiri Ketua TP PKK Sumut Kahiyang Ayu, Staf Ahli I PKK Sumut Titiek Sugiharti, dan Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Sumut Boya Yanti Gultom. Pengurus PKK serta DWP se-Sumut turut menghadiri acara yang diawali pembacaan ayat suci Alquran tersebut.
Pengajian mengusung tema “Peran Perempuan Berdaya, Ibadah Terjaga, Hidup Penuh Berkah Selaras dengan Perempuan dalam Keluarga, Pekerjaan, dan Organisasi”. Acara ini bertujuan memperkuat ketahanan keluarga, meningkatkan kualitas spiritual, serta mempererat ukhuwah antarorganisasi.
Peran Perempuan dalam Keluarga dan Bangsa
Ustaz Damri Tambunan hadir memberikan ceramah dalam pengajian tersebut. Ia menegaskan perempuan memiliki kekuatan dan kontribusi besar dalam menentukan kemajuan suatu bangsa.
“Perempuan diciptakan dari tulang rusuk laki-laki sebelah kiri. Tanpa perempuan tidak akan maju sebuah bangsa dan negara,” ucap Ustaz Damri Tambunan.
Damri menjelaskan istri berperan menciptakan keharmonisan dan ketenteraman rumah tangga. Istri menjadi mitra strategis suami dalam mengambil keputusan keluarga.
Istri wajib menjaga kehormatan keluarga dan taat kepada suami. Istri juga harus menjaga nama baik serta harta benda saat suami tidak berada di rumah.
Jaga Akhlak dan Hindari Konflik Organisasi
Selain ranah keluarga, Damri menyampaikan pesan moral untuk lingkungan kerja dan organisasi. Ia mengingatkan peserta untuk menjaga akhlak mulia dan membangun kerja sama yang harmonis.
Damri mengutip Surat Al-Hujurat ayat 12. Ayat tersebut melarang umat Islam berprasangka buruk, mencari kesalahan orang lain, serta menggunjing (ghibah).
Ia mengajak peserta tidak menjadikan jabatan sebagai alasan untuk saling menjatuhkan. Ia mengibaratkan organisasi seperti sepeda yang setiap komponennya harus saling mendukung.
“Janganlah saling sikut menyikut untuk sebuah jabatan. Jabatan hanya sementara. Bangunlah kerja sama yang baik,” kata Damri.(*)
Source:
Penulis berita : Wilfrid Sinaga










