Siron Sinaga menegaskan, generasi muda merupakan penerus sekaligus masa depan keberlangsungan organisasi PPTSB. Karena itu, pembinaan generasi muda harus menjadi perhatian bersama seluruh jajaran organisasi.
Pembukaan seminar tersebut turut dihadiri Sekretaris Jenderal PPTSB Dr. Timbul Sinaga, SE., MSA., dan Ketua PPTSB Cabang Medan Baru Polonia Ir. Eliaman Sinaga dan Albert Gorga Mas Sinaga.
Dalam sambutannya, Siron terlebih dahulu mengajak seluruh peserta mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Ia bersyukur seluruh keluarga besar PPTSB dapat berkumpul dalam keadaan sehat untuk mengikuti kegiatan edukatif tersebut.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Komisi Generasi Muda dan seluruh panitia yang telah menginisiasi serta mempersiapkan seminar.
“Atas nama Pengurus PPTSB Cabang Medan Baru Polonia, saya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Komisi Generasi Muda dan seluruh panitia yang telah bekerja keras menginisiasi acara ini,” ujar Siron.
Siron turut menyampaikan terima kasih kepada para narasumber yang bersedia membagikan pengetahuan dan pengalaman. Ia juga mengapresiasi antusiasme peserta, khususnya generasi muda Pomparan Toga Sinaga, boru, dan bere yang mengikuti kegiatan tersebut.
Menurutnya, kehadiran generasi muda menunjukkan perhatian terhadap pengembangan kualitas diri dan masa depan organisasi.
Teknologi Digital Harus Digunakan Secara Bijak
Siron mengatakan tema “Bijak Digital demi Kesehatan Mental” sangat relevan dengan kehidupan masyarakat saat ini, terutama kalangan generasi muda.
Ia menjelaskan, gawai dan dunia digital telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari aktivitas sehari-hari. Teknologi memberikan berbagai kemudahan, tetapi penggunaan tanpa pengendalian juga berpotensi menimbulkan persoalan.
Beberapa tantangan yang perlu mendapat perhatian antara lain penggunaan gawai secara berlebihan, perundungan siber atau cyberbullying, serta tekanan sosial di dunia maya.
Karena itu, seminar tersebut diharapkan mampu membekali generasi muda agar memiliki kecerdasan dalam memanfaatkan teknologi.
“Melalui seminar ini, kita ingin membekali anak-anak kita agar cerdas dalam memanfaatkan teknologi, bukan sebaliknya, dikendalikan oleh teknologi,” ungkapnya.
Ia menegaskan, kesehatan mental generasi muda merupakan fondasi penting bagi masa depan keluarga besar Pomparan Toga Sinaga dan bangsa Indonesia.
Siron berharap peserta dapat menyerap materi yang disampaikan narasumber dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Selain meningkatkan pengetahuan, ia juga berharap kegiatan tersebut semakin mempererat tali persaudaraan atau parsaoran di antara seluruh keluarga besar PPTSB.
Remaja Kehilangan Figur Panutan
Salah satu narasumber, Prof. Dr. Berman Hutahaean, M.Pd., dalam pemaparannya menyoroti tantangan generasi muda menghadapi perubahan zaman.
Berman mengatakan, perkembangan zaman saat ini membuat kalangan remaja menghadapi persoalan terkait figur panutan atau patron.
Menurutnya, generasi muda perlu memiliki kemampuan untuk menyikapi berbagai perubahan tersebut. Mereka harus mampu mengendalikan diri agar tidak mudah terpengaruh oleh perkembangan lingkungan dan teknologi.
Ia menekankan pentingnya kesadaran diri dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan modern.
Pembahasan tersebut sejalan dengan tema seminar yang mengajak generasi muda memahami penggunaan teknologi secara bijak serta menjaga kesehatan mental.
Seminar ini juga menghadirkan Imelda R. Sinaga, S.Th., M.Th., M.Psi., seorang pendiri dan konselor psikologi. Ia memiliki latar belakang pendidikan teologi dan psikologi serta pengalaman sebagai dosen, konselor, trainer, dan pembicara seminar.
Kehadiran kedua narasumber diharapkan memberikan pemahaman kepada peserta mengenai tantangan perkembangan digital dari perspektif pendidikan dan psikologi.
Tindak Lanjut Program Kerja Komisi Generasi Muda
Seminar tersebut merupakan kolaborasi Komisi Generasi Muda dan Komisi Pendidikan PPTSB Cabang Medan Baru Polonia.
Kegiatan ini juga menjadi tindak lanjut program kerja Komisi Generasi Muda yang telah dipaparkan dalam Rapat Kerja Cabang (Rakercab) PPTSB Cabang Medan Baru Polonia tahun 2026.
Program tersebut sebelumnya telah disosialisasikan kepada seluruh sektor, mulai Sektor 1 hingga Sektor 20.
Selain seminar kesehatan mental, Komisi Generasi Muda juga menyiapkan program Olimpiade Pentas Seni dan Budaya.
Program ini diarahkan untuk mendorong kreativitas, mengembangkan potensi, serta meningkatkan partisipasi generasi muda dalam kegiatan pendidikan dan pelestarian budaya.
Panitia menargetkan kehadiran 200 peserta dalam seminar tersebut. Koordinator Seksi Generasi Muda di seluruh sektor juga mengajak anggota untuk meningkatkan partisipasi dan menyukseskan program organisasi.
Melalui rangkaian program tersebut, PPTSB Cabang Medan Baru Polonia berharap generasi muda tidak hanya memiliki kemampuan menghadapi perkembangan teknologi, tetapi juga mampu mengembangkan potensi diri dan menjaga nilai-nilai persaudaraan.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya PPTSB Cabang Medan Baru Polonia mempersiapkan generasi penerus yang berkualitas, berkarakter, serta memiliki kepedulian terhadap keberlangsungan organisasi pada masa mendatang.(*)
