Medan | galasibot.co.id — Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution menyoroti ketimpangan pertumbuhan ekonomi antarwilayah di Sumut yang masih menjadi tantangan pembangunan. Bobby berharap kolaborasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut bersama Bank Indonesia (BI) dapat memperkecil kesenjangan tersebut, terutama di Kepulauan Nias.
Pernyataan tersebut disampaikan Bobby saat pengukuhan Kepala Perwakilan BI Sumut Ameriza Ma’aruf Moesa di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Medan, Jumat (9/10/2026).
Kesenjangan Ekonomi Daerah dan Apresiasi Inflasi
Bobby mengungkapkan sekitar 10 kabupaten/kota mencatatkan pertumbuhan ekonomi positif pada 2026. Namun, sejumlah daerah lain masih berada di bawah rata-rata nasional.
Empat kabupaten di Kepulauan Nias bahkan masih tergolong daerah tertinggal. Pemprov Sumut terus berupaya mendorong percepatan pembangunan wilayah tersebut.
“Pertumbuhan tidak begitu merata, tantangannya ada yang sangat baik sekali dan buruk sekali. Mudah-mudahan kita bisa mengurangi ketimpangan itu,” ujar Bobby.
Meski menghadapi tantangan, Bobby mengapresiasi kolaborasi erat antara BI dan Pemprov Sumut. Sinergi ini berhasil menjaga stabilitas harga dan mengendalikan laju inflasi daerah.
Pertumbuhan ekonomi Sumut pada triwulan II 2026 tercatat mencapai 5,06% secara tahunan (yoy). Angka ini meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya yang tercatat sebesar 4,98%.
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Sumut 2026
Kepala Perwakilan BI Sumut yang baru, Ameriza Ma’aruf Moesa, memproyeksikan ekonomi Sumut tumbuh 5,11% pada 2026. BI akan mengoptimalkan sektor ketenagakerjaan dan pariwisata untuk mencapai target tersebut.
“Tahun ini kami prediksikan ekonomi tumbuh 5,11% dan inflasi sekitar 3,1%. Ini bisa dicapai melalui kolaborasi dan sinergi,” kata Ameriza.
Sementara itu, Gubernur BI Destry Damayanti menegaskan Sumut memiliki peran penting terhadap ekonomi nasional. BI selalu menempatkan SDM terbaik untuk mengawal kebijakan ekonomi di daerah.
Acara pengukuhan ini turut dihadiri kepala daerah se-Sumut, unsur Forkopimda, konsul negara sahabat, serta pimpinan instansi vertikal dan akademisi.(*)
Source:
Penulis berita : Wilfrid Sinaga










