Medan | galasibot.co.id — Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mempercepat realisasi program bedah rumah sebanyak 15.011 unit pada tahun 2026. Langkah ini dilakukan melalui koordinasi intensif bersama pemerintah kabupaten/kota untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah mendapat hunian layak.
Pj Sekretaris Daerah Provinsi Sumut Timur Tumanggor menyampaikan komitmen tersebut saat menerima kunjungan Dirjen Perumahan Perkotaan Kementerian PKP Sri Haryati di Medan, Jumat (9/10/2026). Program ini merupakan bagian dari Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.
Alokasi Melonjak 657 Persen
Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian PKP Sri Haryati mengungkapkan alokasi program bedah rumah di Sumut melonjak drastis. Kuota bantuan meningkat 657 persen dibandingkan tahun 2025 yang tercatat sebanyak 1.982 unit.
“Pada tahun 2025 Sumut mendapat alokasi 1.982 unit. Jumlah ini naik 13.029 unit menjadi 15.011 unit pada 2026,” ujar Sri Haryati.
Rincian alokasi mencakup 3.411 unit di kawasan permukiman, 4.505 unit di perkotaan, dan 7.065 unit di pedesaan. Sebanyak 9.068 unit saat ini telah masuk tahap pendataan dan verifikasi.
Kementerian PKP akan memantau langsung pelaksanaan program di sejumlah daerah. Tim akan turun ke lapangan di Kabupaten Serdang Bedagai, Deli Serdang, dan Kota Medan.
Rincian Bantuan dan Dampak Ekonomi
Setiap penerima bantuan akan memperoleh dana stimulan sebesar Rp20 juta per unit. Dana tersebut dialokasikan Rp17,5 juta untuk bahan bangunan dan Rp2,5 juta untuk upah tukang.
Pj Sekdaprov Sumut Timur Tumanggor menegaskan pihaknya segera berkoordinasi dengan dinas terkait di kabupaten/kota. Langkah cepat ini penting agar pengerjaan fisik dapat segera berjalan merata.
Selain meningkatkan kualitas hunian warga, program nasional ini juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Pelaksanaan bedah rumah diperkirakan menyerap tenaga kerja lokal dan menggerakkan sektor material bangunan.(*)
Source:
Penulis berita : Wilfrid Sinaga










