Jakarta | galasibot.co.id — Kementerian Kesehatan mencatat Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) telah menjangkau 105.073.600 penduduk Indonesia hingga awal Oktober 2026. Angka ini mencapai 80,6 persen dari target 130,3 juta peserta sepanjang tahun 2026.
Program Quick Win dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka ini memperluas akses layanan preventif nasional. Skrining kesehatan menyasar seluruh kelompok usia dari bayi hingga lansia di 38 provinsi.
Investasi Kesehatan dan Penghematan Anggaran
Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya pemeriksaan kesehatan sejak dini sebagai investasi jangka panjang nasional. Pernyataan tersebut disampaikan pada World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss.
Deteksi dini berfungsi menghemat biaya pengobatan yang lebih besar di masa depan. Pendekatan ini mengubah fokus pelayanan medis dari pengobatan menjadi pencegahan penyakit.
Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes
Hasil skrining CKG berhasil mendeteksi berbagai risiko penyakit yang tidak disadari masyarakat. Kemenkes melaporkan sekitar satu juta kasus baru hipertensi dari pemeriksaan ulang 9,2 juta peserta.
Selain itu, pemeriksaan terhadap 8,3 juta peserta menemukan 188 ribu kasus baru diabetes. Layanan di sekolah juga mencatat karies gigi dialami 40,9 persen anak.
Pengobatan Gratis dan Integrasi JKN
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan program ini tidak berhenti pada tahap skrining. Pemerintah menyediakan pengobatan gratis selama 15 hari pertama bagi peserta yang terindikasi sakit.
Penanganan lanjutan dapat diakses masyarakat melalui mekanisme Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Langkah ini berpedoman pada Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/84/2026.
Perkuat Layanan Menuju Indonesia Emas 2045
Pemerintah terus menjaga kesinambungan pengobatan dan ketersediaan tenaga medis di daerah. Pemerataan fasilitas kesehatan diperkuat demi mendukung pembangunan sumber daya manusia unggul.
Program CKG menjadi wujud nyata komitmen pemerintah membangun perlindungan sosial sepanjang hayat. Langkah ini memperkokoh fondasi kesehatan nasional menuju Indonesia Emas 2045.(*)










