Medan | galasibot.co.id – Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, memimpin aksi gotong royong pembersihan drainase dan sungai sebelum menggelar Sapa Warga di Kecamatan Medan Baru, Sabtu (17/10/2026). Dalam kegiatan tersebut, Rico Waas langsung menginstruksikan jajaran Pemko Medan untuk menindaklanjuti berbagai keluhan masyarakat.
Meskipun hujan deras mengguyur lokasi, kegiatan pembersihan saluran air tetap berlangsung menggunakan alat berat Dinas SDABMBK Kota Medan. Sementara itu, sesi dialog Sapa Warga dialihkan ke dalam ruangan karena faktor cuaca.
Penyerahan Bantuan dan Penghargaan Aparat
Kegiatan ini diisi dengan penyerahan santunan jaminan kematian dan kartu kepesertaan dari BPJS Ketenagakerjaan. Pemko Medan juga menyalurkan bantuan 50 meja bagi guru magrib mengaji serta 30 paket perlengkapan sekolah untuk anak yatim.
Pada kesempatan tersebut, Rico Waas memberikan penghargaan kepada Camat Medan Baru Frans Seno R.H. Siahaan dan Lurah Merdeka Daniel Pardamean Panggabean. Penghargaan beserta dana apresiasi juga diserahkan kepada kepala lingkungan berprestasi dalam cakupan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.
Turut hadir mendampingi Wali Kota, Pj Sekda Kota Medan Erfin Fachrurrazi dan Asisten Ekbang Citra Effendi Capah. Sejumlah pimpinan perangkat daerah, camat, lurah, hingga kepala lingkungan se-Kecamatan Medan Baru juga ikutan menghadiri acara.
Respon Kendala Bansos dan Guru Mengaji
Dalam sesi dialog interaktif, seorang warga mengeluhkan insentif guru magrib mengaji yang terhenti. Pengajuan Program Keluarga Harapan (PKH) miliknya juga terkendala data akibat almarhum menantunya masih tercatat sebagai PNS.
Menanggapi aduan itu, Rico Waas menginstruksikan Dinas Sosial dan pihak kelurahan melakukan verifikasi faktual. Perangkat kelurahan diminta mendatangi rumah warga untuk membantu kelengkapan administrasi dan mendata ulang status guru mengaji untuk anggaran 2027.
Kepastian Program Bedah Rumah dan Perbaikan Jalan
Keluhan lain datang dari Erliana Boru Damanik yang memohon bantuan bedah rumah karena sering terdampak banjir. Rumah warisan mertua tersebut ditempati Erliana bersama tiga cucunya yang sudah yatim piatu.
Rico Waas meminta jajaran kecamatan dan kelurahan memeriksa kelengkapan dokumen hak waris bangunan tersebut. Jika administrasi terpenuhi, proses bedah rumah dijadwalkan berjalan pada 2027 tanpa biaya tambahan.
Selain masalah pemukiman, Wali Kota memastikan perbaikan dan perawatan jalan rusak di Medan Baru mulai dikerjakan pekan depan.
Instruksi Tegas untuk Aparat Kewilayahan
Di akhir acara, Rico Waas mengimbau seluruh lurah dan kepala lingkungan agar lebih aktif memantau kondisi wilayah. Aparat diminta peka terhadap persoalan banjir serta mempermudah urusan administrasi masyarakat.
“Layani masyarakat dengan sebaik-baiknya. Pagi, siang, dan malam harus siap ketika warga membutuhkan. Jadilah sahabat dan keluarga bagi masyarakat,” tegas Rico Waas.(*)
Source:
Penulis berita : Wilfrid Sinaga










