ROMA I galasibot.co.id
Menandai tonggak sejarah 75 tahun hubungan diplomatik antara Republik Indonesia dan Takhta Suci, Duta Besar RI untuk Takhta Suci, Trias Kuncahyono, resmi meluncurkan buku bertajuk “BERSAMA MENGARUNGI ZAMAN” di Wisma KBRI Roma, Kamis (26/03/2026).
Acara peluncuran yang berlangsung pukul 11.00 waktu setempat ini dihadiri oleh para duta besar negara sahabat, perwakilan IRRIKA (Ikatan Rohaniwan Rohaniwati di Kota Abadi), serta Mgr. John D. Putzer yang hadir mewakili Sekretaris Hubungan Dengan Negara-Negara Takhta Suci, Mgr. Paul R. Gallagher.
Referensi Sejarah dan Diplomasi Buku setebal 143 halaman ini diterbitkan atas kolaborasi Paguyuban Wartawan Katolik Indonesia (PWKI) dan Penerbit Palmerah Syndicate. Dubes Trias Kuncahyono menekankan bahwa karya ini lahir dari kebutuhan mendesak akan literasi yang mengulas sejarah diplomasi kedua negara.
“Buku ini menjadi referensi lengkap bagi siapa saja yang ingin mendalami sejarah hubungan diplomatik Indonesia dan Vatikan. Kami mengucapkan terima kasih kepada PWKI dan Palmerah Syndicate atas dedikasinya menerbitkan buku ini,” ujar Trias Kuncahyono.
Kolaborasi Lintas Benua dan Bahasa Editor buku, Algooth Putranto (PWKI), mengungkapkan bahwa proses penyusunan memakan waktu enam bulan sejak Agustus 2025. Momentum peluncuran di bulan Maret ini dinilai sangat tepat karena bertepatan dengan peresmian penggunaan bahasa Indonesia di Vatican News.
Penanggung jawab penerbitan sekaligus Founder PWKI, AM Putut Prabantoro, menjelaskan tantangan teknis dalam proses produksi. Palmerah Syndicate, yang dikelola oleh wartawan purna tugas Harian Kompas, harus bekerja ekstra cermat mengingat buku ini bersifat bilingual (Indonesia-Italia).
“Ada penyesuaian budaya dan linguistik yang mendalam dalam terjemahannya. Diperlukan kehati-hatian ekstra agar pesan diplomasi tersampaikan dengan tepat dalam kedua bahasa,” jelas Putut Prabantoro.
Simbol Toleransi Lintas Agama Buku “Bersama Mengarungi Zaman” bukan sekadar catatan diplomatik, melainkan bukti nyata harmoni Indonesia. Di dalamnya termuat tulisan dari tokoh kunci seperti Menlu RI Sugiyono dan Kardinal Pietro Parolin.
Selain itu, testimoni dari berbagai tokoh lintas agama turut menghiasi buku ini, di antaranya:
- Menteri Agama RI Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar, MA.
- Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Dr. Haedar Nashir.
- Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf.
- Kardinal Ignatius Suharyo dan tokoh-tokoh dari PGI, PHDI, PERMABUDHI, MUI, hingga MLKI.
Kehadiran buku ini diharapkan memperkokoh posisi Indonesia di mata dunia sebagai negara yang menjunjung tinggi nilai-benar (Habonaron) dan persaudaraan lintas iman dalam kancah diplomasi internasional.(*)











