
Jakarta | galasibot.co.id – Momentum besar tidak hanya lahir dari gagasan ekonomi makro, tetapi juga dari penguatan akar budaya yang kokoh. Di tengah kesibukan persiapan peluncuran buku Prabowonomics dan perhelatan akbar Prabowonomics Summit 2026, sebuah agenda budaya yang sarat makna spiritual tengah dipersiapkan di Pulau Samosir.
Ibu Kanjeng Ayu Jenny Waskita, S.E., Ak., M.B.A., sosok sentral di balik perhelatan ekonomi nasional tersebut, dijadwalkan akan menjalani prosesi adat Batak mangain (diangkat anak) dan penabalan marga (boru). Lewat upacara sakral ini, ia akan resmi menyandang nama: Kanjeng Ayu Jenny Waskita br. Sinaga, S.E., Ak., M.B.A.
Langkah budaya ini bukan sekadar seremonial. Ini adalah penegasan komitmen emosional dan kultural yang mendalam terhadap tanah Tapanuli—wilayah yang saat ini sedang diperjuangkan untuk menjadi Daerah Otonomi Baru (DOB) Provinsi Tapanuli.
Jembatan Budaya dan Warisan Leluhur
Menurut Ketua The Prabowonomics Institute, Yonge Sihombing, S.E., M.B.A., pemberian marga Sinaga kepada Jenny Waskita memiliki ikatan historis yang sangat personal. Marga tersebut diambil dari garis keturunan ibu kandungnya, almarhumah St. Sinta br. Sinaga. Melalui prosesi ini, Jenny tidak hanya meneruskan warisan darah sang ibu, tetapi juga menancapkan jangkar kulturalnya secara legal-adat di tano Batak.
Sebelum penabalan resmi, Jenny Waskita terlebih dahulu akan diangkat anak (diain) secara adat oleh tokoh nasional yang juga Ketua Umum Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI), Sahat Sinaga. Prosesi mangain ini menjadi syarat mutlak dalam hukum adat Batak agar seseorang dapat menyandang marga secara sah dan diterima penuh dalam struktur kekerabatan Dalihan Na Tolu.
Dari Menara Finansial hingga Perjuangan Provinsi Tapanuli
Yonge Sihombing menuturkan bahwa nama Jenny Waskita bukanlah nama baru dalam kancah pemikiran ekonomi dan pembangunan daerah. Saat ini, ia menduduki posisi strategis sebagai Founder sekaligus Wakil Ketua Dewan Pembina The Prabowonomics Institute. Dalam hajatan besar terdekat, ia juga memegang tongkat komando sebagai Ketua Umum Panitia Pelaksana Acara Peluncuran Buku Prabowonomics dan Forum Prabowonomics Summit 2026.
Namun, perhatian Jenny tidak berhenti pada level nasional. Di tingkat regional, ia menaruh perhatian besar pada akselerasi pembangunan Sumatra Utara, khususnya wilayah Tapanuli. Jenny aktif bergerak sebagai Anggota Dewan Pembina Panitia Percepatan Provinsi Tapanuli (PPPT).
Di dalam kepengurusan PPPT, Jenny bekerja bahu-membahu bersama sederet tokoh nasional dan daerah yang memiliki pengaruh besar, di antaranya:
-
Bpk. Luhut Binsar Pandjaitan
-
Bpk. Samsul Sianturi, S.H.
-
Bpk. Lundu Panjaitan
-
Bpk. Letjen (Purn.) Hinsa Pandjaitan, serta tokoh-tokoh kunci lainnya.
Kombinasi antara kapasitas intelektual di bidang ekonomi (akuntansi dan bisnis) serta jaringan kuat di PPPT membuat figur Jenny Waskita br. Sinaga dipandang sebagai salah satu aset penting bagi masa depan geopolitik dan ekonomi Tapanuli.
Samosir Sebagai Episentrum Adat
Yonge menambahkan bahwa pemilihan Kabupaten Samosir sebagai lokasi penabalan memiliki nilai simbolis yang sangat tinggi. Samosir dikenal sebagai bona pasogit (kampung halaman asal-usul) bangsa Batak sekaligus jantung dari wilayah Cakupan DOB Provinsi Tapanuli yang sedang diperjuangkan.
Melakukan penabalan di Samosir menegaskan pesan bahwa perjuangan pembangunan ekonomi dan politik harus berjalan beriringan dengan penghormatan terhadap tanah leluhur dan tatanan adat.
Fokus Terdekat: Sukseskan Prabowonomics Summit 2026
Meskipun agenda penabalan adat ini sudah dinantikan oleh keluarga besar dan masyarakat adat, pihak panitia menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah menyukseskan agenda nasional yang sudah di depan mata.
“Saat ini kami fokus penuh ke acara peluncuran buku dan forum Prabowonomics. Setelah seluruh rangkaian acara nasional tersebut selesai dengan baik, barulah kami akan mengalihkan fokus pada persiapan prosesi adat penabalan di Samosir,” ujar Yonge.
Melalui rilis resmi, keluarga besar juga menyampaikan permohonan doa restu kepada khalayak luas.
“Mohon doa restu dari seluruh masyarakat Tapanuli, kiranya Tuhan Yang Maha Esa menyertai dan memberkati seluruh rangkaian acara ini, baik agenda nasional maupun agenda adat, demi kebaikan kita bersama.”
Dengan penyematan boru Sinaga nanti, Kanjeng Ayu Jenny Waskita tidak hanya membawa pulang pemikiran ekonomi besar ke tanah Tapanuli, tetapi juga pulang ke rumah kulturalnya yang sesungguhnya. (*)











