MEDAN | galasibot.co.id – Ratusan umat Kristiani beserta pemimpin gereja di Kota Medan menggelar Momentum Kesatuan Doa Nasional (MKDN) dalam rangka peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan doa bersama lintas denominasi tersebut berlangsung di GBI Jalan Nibung, Medan, pada Senin sore (17/8/2026).
Fasilitator Umum Regional I Sumut-Aceh, Wati Simamora, M.Si., menyatakan bahwa aksi doa ini didasari keprihatinan atas kondisi bangsa saat ini. Menurutnya, umat perlu merendahkan diri dan berdoa bersama demi pemulihan serta keselamatan Indonesia.
“Acara ini berlangsung serentak di 620 titik dari Sabang sampai Merauke yang tersebar di 38 provinsi. Untuk Wilayah Regional I Sumut-Aceh, kegiatan digelar di 41 titik, yakni 33 titik di Sumatera Utara dan 6 titik di Aceh,” ujar Wati dalam sambutannya.
Seruan Pertobatan dan Pemulihan Bangsa
Dalam khotbahnya, Pdt. Dr. Jefry Korua mengutip nats Alkitab 2 Tawarikh 7:14. Ia menekankan pentingnya kerendahan hati, doa, serta pertobatan untuk membawa perubahan positif bagi Indonesia.
“Indonesia memerlukan lawatan Tuhan Yesus agar warga negara dapat bertobat dan kehidupan berbangsa menjadi lebih baik,” kata Pdt. Jefry di hadapan para jemaat.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan doa syafaat yang dipimpin oleh sejumlah perwakilan jaringan doa kategorial. Pdt. Samuel Lukito memimpin doa rasa syukur atas kemerdekaan Indonesia yang ke-81. Sementara itu, Lina Veronika dari Jaringan Doa Pemuda memimpin doa untuk pertobatan nasional.
Deklarasi Kebangkitan Doa
Selain itu, perwakilan Menara Doa Kota Medan menaikkan doa untuk penguatan nilai Bhinneka Tunggal Ika, gotong royong, dan sinergi antar warga. Wiber Sahputra dari Jaringan Doa Anak mendoakan agar Pancasila tetap teguh menjadi dasar negara.
Doa khusus untuk kesatuan tubuh Kristus serta kesejahteraan Sumatera Utara dan Kota Medan turut dibawakan oleh Artha Siahaan dan Rimbun Simatupang.
Sebagai puncak acara, Juri Sianturi dari Jaringan Doa Pemuda memimpin pembacaan Deklarasi Kebangkitan Doa Nasional. Seluruh rangkaian ibadah ditutup dengan doa blessing oleh Ketua Umum Yayasan Sumatera Berdoa, Pdt. Dr. Robert Benedictus, M.A., M.Th.
Kegiatan ini dihadiri puluhan hamba Tuhan, pimpinan lembaga gerejawi, serta pendeta dari berbagai denominasi gereja di Sumatera Utara. Sejumlah fasilitator kategorial seperti Ev. Anche Colia, Ibu Haga, dan Ibu Ledi turut hadir memberikan dukungan penuh hingga acara selesai.










