MEDAN | galasibot.co.id — Delapan organisasi kepemudaan dari enam agama resmi bersepakat membentuk Forum Pemuda Lintas Agama (FPLA) Kota Medan. Kolaborasi strategis ini bertujuan memperkuat kerukunan antarumat beragama sekaligus merawat kebhinekaan di ibu kota Provinsi Sumatera Utara.
Rencana pembentukan wadah inklusif tersebut dimatangkan melalui pertemuan lintas tokoh pemuda pada 30 September 2026. Seluruh perwakilan sepakat menjadikan forum ini sebagai garda terdepan dalam menjaga harmonisasi sosial di tengah masyarakat.
—
## Target Pelantikan Pengurus dan Dukungan Penuh Pemko Medan
Ketua Pemuda Muhammadiyah, Irsan Armadi, menjelaskan bahwa seluruh persiapan administrasi dan struktur kepengurusan saat ini berjalan lancar. Target pelantikan pengurus dirancang rampung pada Oktober 2026 bertepatan dengan momentum Sumpah Pemuda.
* Kepengurusan telah merangkul keterwakilan lengkap dari enam agama di Indonesia, termasuk unsur Agama Konghucu.
* Koordinasi intensif telah disampaikan kepada Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, yang menyambut antusias inisiatif tersebut.
* Pemerintah Kota Medan menyatakan siap memfasilitasi prosesi pelantikan organisasi independen yang tidak berada di bawah naungan kementerian ini.
Komitmen Kebangsaan dan Simbol Warna Ungu FPLA
Ketua Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Kota Medan, Boydo HK Panjaitan, menegaskan bahwa Kota Medan merupakan miniatur Indonesia. Perbedaan keyakinan tidak menjadi halangan karena ideologi bernegara yang menyatukan seluruh elemen adalah Pancasila.
Sebagai identitas visual, seragam resmi Forum Pemuda Lintas Agama akan mengadopsi warna ungu. Warna tersebut dipilih karena melambangkan nilai kemewahan, kebijaksanaan, serta spiritualitas yang tinggi.
Kontribusi Nyata dan Peran Strategis Pemuda Lintas Iman
Ketua Gerakan Pemuda Al-Washliyah, Alamsyahruddin Pasaribu, turut menguatkan pentingnya kehadiran FPLA agar memberikan dampak nyata di ruang publik. Kehadiran forum ini murni berfokus pada penjagaan kerukunan sosial tanpa mencampuradukkan akidah.
* FPLA harus tampil terdepan ketika ada gangguan terhadap rumah ibadah atau gesekan sosial di tengah masyarakat.
* Organisasi ini hadir bukan untuk memperjualbelikan iman, melainkan merawat persaudaraan sebangsa.
* Argandhi Manalu dari Pemuda Katolik didapuk sebagai Ketua Panitia Pelantikan yang sedang mematangkan logo resmi organisasi.(*)










