MEDAN I galasibot.co.id — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Medan memastikan tiga stasiun Air Quality Monitoring System (AQMS) beroperasi penuh selama 24 jam. Pengoperasian ini bertujuan memantau kondisi kualitas udara di wilayah Kota Medan secara terintegrasi dan berkelanjutan.
Kepala DLH Kota Medan, Melvi Marlabayana, menyampaikan kepastian tersebut melalui sambungan telepon, Kamis (15/10/2026). Ia menegaskan bahwa sistem pemantauan terkoneksi langsung dengan jaringan Kementerian Lingkungan Hidup.
Sebaran Lokasi Stasiun dan Media Informasi
Ketiga stasiun AQMS berada di tiga lokasi strategis, yaitu Kecamatan Medan Deli, Medan Johor, dan Medan Sunggal. Stasiun-stasiun ini berfungsi mengukur serta mencatat parameter kualitas udara secara langsung.
Sementara itu, DLH Medan menyiagakan dua unit videotron sebagai media penampil data kepada publik. Videotron tersebut berlokasi di Medan Johor (Simpang Jalan Karya Wisata) dan Medan Maimun (Jalan Imam Bonjol Simpang Jalan Sudirman).
Perbedaan Fungsi Alat dan Akses Data Mandiri
Melvi menjelaskan bahwa gangguan teknis pada layar videotron tidak menghentikan fungsi stasiun pemantau. Masalah cuaca atau kerusakan kabel dapat membuat videotron padam, tetapi pemantauan kualitas udara di stasiun tetap berjalan normal.
Masyarakat dapat memantau Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) secara mandiri setiap saat melalui situs resmi
[https://ispu.kemenlh.go.id/](https://ispu.kemenlh.go.id/). Akses informasi terbuka ini membantu warga mengetahui kondisi kualitas udara Kota Medan sebelum beraktivitas di luar ruangan.(*)
Source:
Penulis berita : Wilfrid Sinaga










