• Beranda
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
Senin, Oktober 5, 2026
  • Login
GALASIBOT.CO.ID
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
    • Buku
Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
    • Buku
Tidak ada
Tampilkan semua
GALASIBOT.CO.ID
Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
Home Budaya

Mengembalikan Marwah Sinaga Sitolu Ompu: Menolak Egoisme di Ambang Mubes XVI PPTSB

Redaksi Galasibot.co.id
30 April 2026
/ Budaya, Opini
0 0
0
Mengembalikan Marwah Sinaga Sitolu Ompu: Menolak Egoisme di Ambang Mubes XVI PPTSB
Share on FacebookShare on Twitter

Menjelang perhelatan akbar Musyawarah Besar (Mubes) XVI Parsadaan Pomparan Toba Sinaga dohot Boru (PPTSB), sebuah awan mendung menggelayuti cakrawala organisasi kita. Sebagai organisasi yang kini telah berbadan hukum, PPTSB bukan sekadar paguyuban arisan, melainkan benteng terakhir pelestari marwah Sinaga Sitolu Ompu. Namun, di tengah persiapan penyempurnaan AD/ART, kita justru menyaksikan fenomena mengkhawatirkan: krisis kepemimpinan yang terjebak dalam pusaran egoisme keturunan dan pragmatisme politik.

Jejak Sejarah: Dari Medan Menuju Nusantara

Untuk memahami urgensi Mubes XVI, kita harus menengok ke belakang, pada tahun 1940. Kala itu, di bawah tekanan penjajahan, para pendahulu kita mendirikan PPTS (Persatuan Pomparan Toba Sinaga) di Kota Medan. Tujuannya sangat mulia dan konkret: memenuhi kebutuhan ekonomi dan sosial kerabat Sinaga yang saat itu berjuang sebagai guru, karyawan, buruh, hingga pejabat pemerintah rendahan. Di tengah keterbatasan masa kolonial, PPTS adalah “payung” tempat berlindung dan saling menguatkan.

Baca Juga

Wali Kota Medan Minta Putra-Putri Kebudayaan Kuasai Sejarah hingga Kuliner Daerah

Dari Jantung Medan untuk Indonesia: Menelisik Ketahanan Finansial dan Layanan Unggulan di Usia 70 Tahun Asuransi Astra

Sinergi PPTSB dan Pemkab Samosir: Mengikat Budaya, Mendorong Ekonomi, dan Membangun Pariwisata Global

Seiring fajar kemerdekaan, pada tahun 1965, organisasi ini berevolusi menjadi PPTSB. Transformasi ini bukan sekadar pergantian nama, melainkan penanda naiknya status sosial warga Sinaga di Indonesia. Kini, struktur organisasi kita telah meluas ke seluruh penjuru Nusantara, tersistematis mulai dari Pengurus Pusat, Wilayah, Cabang, hingga Sektor. Meski secara administratif kita terus berbenah menuju profesionalitas yang setara dengan struktur pemerintahan (Pusat hingga Lingkungan), esensi kita tetap satu: Persaudaraan Darah.

Kritik Atas Identitas yang Terbelah

Namun, di tengah kemajuan struktur ini, muncul ancaman internal berupa krisis identitas. Belum lama ini, muncul refleksi bertajuk “Aku Sinaga, tetapi Sinaga Bukan Aku”. Meski terdengar filosofis, tulisan tersebut menyimpan bahaya laten. Pandangan yang memisahkan “Diri” dari “Marga” adalah infiltrasi filsafat Barat (Eksistensialisme) yang asing bagi darah Batak.

Bagi kita, Sinaga adalah identitas ontologis. Tidak ada “Aku” tanpa “Sinaga”. Jika para pendiri tahun 1940 berpikir “Sinaga Bukan Aku”, maka PPTSB tidak akan pernah berdiri. Memisahkan diri dari marga dengan alasan kebebasan individu akan merapuhkan fondasi Parsadaan. Tanpa ikatan batin mudar (darah), organisasi ini hanya akan menjadi sekumpulan angka dalam dokumen hukum, tanpa ruh dan tanpa sahala.

Bahaya Egosentrisme Bonor, Ratus, dan Uruk

Kekuatan Sinaga sejak dahulu terletak pada kesatuannya: Sinaga Bonor, Sinaga Ratus, dan Sinaga Uruk. Kesatuan Sitolu Ompu yang melahirkan Sisia Ama (sembilan cucu/cabang) adalah struktur sakral yang tidak boleh dipecah oleh kepentingan sesaat.

Sangat disayangkan jika menjelang Mubes XVI, muncul riak-riak egosentrisme yang mengunggulkan satu garis keturunan di atas yang lain. Egoisme kepemimpinan yang berbasis pada kelompok kecil—atau penggunaan identitas sub-marga seperti Simandjorang secara eksklusif untuk memisahkan diri—hanya akan menciptakan sekat di rumah besar kita. Pemimpin yang melihat marga sebagai “penjara” atau sekadar “jembatan” tidak akan pernah mampu memimpin dengan hati yang tulus untuk seluruh pomparan.

Intervensi Politik dan Hilangnya Sahala

Mubes kali ini juga menghadapi tantangan berat berupa pragmatisme politik. Ketika organisasi marga dijadikan batu pijakan politik praktis, filosofi Dalihan Na Tolu sering kali dikorbankan. Kita kehilangan sikap Manat Mardongan Tubu karena ambisi kekuasaan pribadi.

Kita harus bertanya: Apakah calon pemimpin kita membawa Sahala (wibawa spiritual) untuk mempersatukan, atau justru membawa agenda pribadi yang membelah? AD/ART boleh disempurnakan sesuai perkembangan jaman sebagai organisasi berbadan hukum, namun prinsip mudar yang satu tidak boleh ditawar.

Menuju Mubes XVI: Kembali ke Akar

Mubes XVI PPTSB harus menjadi momentum untuk “pulang” ke semangat tahun 1940, namun dengan profesionalisme tahun 2026. Kita membutuhkan pemimpin yang:

  1. Selesai dengan Egonya: Tidak lagi mempertentangkan antara identitas pribadi dan identitas marga.
  2. Penjaga Tarombo: Menghormati struktur Sitolu Ompu dan Sisia Ama tanpa diskriminasi.
  3. Visioner namun Berakar: Mampu mengelola organisasi secara tersistem (Pusat hingga Sektor) tanpa kehilangan nilai Habatahon.

Jangan biarkan PPTSB jatuh ke tangan mereka yang menganggap marga hanyalah label eksternal. Sinaga adalah identitas yang melekat sejak rahim hingga liang lahat. Mari kita buang jauh-jauh mentalitas “Sinaga Bukan Aku” dan kembali menegaskan dengan bangga: “Aku adalah Sinaga, dan di dalam darahku mengalir kehormatan leluhurku.”

Horas!

Source: Penulis berita :Wilfrid B Sinaga SH
Tags: #MubesXVIPPTSB#PersatuanSinaga#SejarahPPTSB#SinagaSitoluOmpu#TaromboSinaga
SendShareTweet
Kembali

Aparat Polres Karo Bakar Barak Narkoba dan Judi di Sukatendel, Pelaku Kabur Saat Polisi Datang

Lanjut

Kurpan Sinaga SH Ajak Masyarakat Cari Jalan Tengah Terkait Prahara Konsesi TPL

Baca Juga

Wali Kota Medan Minta Putra-Putri Kebudayaan Kuasai Sejarah hingga Kuliner Daerah
Budaya

Wali Kota Medan Minta Putra-Putri Kebudayaan Kuasai Sejarah hingga Kuliner Daerah

2 Oktober 2026
Dari Jantung Medan untuk Indonesia: Menelisik Ketahanan Finansial dan Layanan Unggulan di Usia 70 Tahun Asuransi Astra
Ekonomi

Dari Jantung Medan untuk Indonesia: Menelisik Ketahanan Finansial dan Layanan Unggulan di Usia 70 Tahun Asuransi Astra

24 September 2026
Sinergi PPTSB dan Pemkab Samosir: Mengikat Budaya, Mendorong Ekonomi, dan Membangun Pariwisata Global
Budaya

Sinergi PPTSB dan Pemkab Samosir: Mengikat Budaya, Mendorong Ekonomi, dan Membangun Pariwisata Global

20 September 2026
Hadiri Pelantikan DPC Hima Lubis, Wakil Wali Kota Medan Ajak Pengurus Perkuat Kepedulian Sosial
Budaya

Hadiri Pelantikan DPC Hima Lubis, Wakil Wali Kota Medan Ajak Pengurus Perkuat Kepedulian Sosial

20 September 2026
Perkuat Ekonomi Kreatif Berbasis Budaya, Airin Rico Waas Resmikan Gallery Torose
Budaya

Perkuat Ekonomi Kreatif Berbasis Budaya, Airin Rico Waas Resmikan Gallery Torose

20 September 2026
Galasibot dan Palti Raja : Menata Masa Depan PPTSB melalui Kepemimpinan, Program, dan Regenerasi (Refleksi Menjelang Mubes XVI PPTSB Tahun 2026)
Budaya

Galasibot dan Palti Raja : Menata Masa Depan PPTSB melalui Kepemimpinan, Program, dan Regenerasi (Refleksi Menjelang Mubes XVI PPTSB Tahun 2026)

20 September 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HPN 2026

POPULER

  • 5 Hari Tidur di Polsek Namorambe, Korban Teror Bom Molotov Tagih Ketegasan Polisi

    5 Hari Tidur di Polsek Namorambe, Korban Teror Bom Molotov Tagih Ketegasan Polisi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dugaan Pungutan Liar di MAN 2 Tanjung Pura Langkat Didorong ke Kejatisu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Koperasi Merah Putih di Taput Mandek, Tumonggi: Jangan Jadi Program di Atas Kertas!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Melihat Titik Temu Migrasi “Ompu Jorang Raja Sinaga” Dengan “Pomparan Ompu Jorang Raja Sinaga”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rumah Dirusak Sekelompok Orang, Janda di Hamparan Perak Minta Polisi Tangkap Pelaku

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPD PATRIA Sumut Buka Kembali Ruang Dialog: Dari Kerinduan Kader Menuju Kaderisasi Politik Berbasis Pelayanan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prabowo Copot Menkeu Purbaya, Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menteri Keuangan, Diminta Jaga Kredibilitas APBN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
GALASIBOT.CO.ID

© 2015 GALASIBOT.CO.ID

Navigate Site

  • Beranda
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
    • Buku

© 2015 GALASIBOT.CO.ID

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In