• Beranda
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
GALASIBOT.CO.ID
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
Tidak ada
Tampilkan semua
GALASIBOT.CO.ID
Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
Home Budaya

Mengembalikan Marwah Sinaga Sitolu Ompu: Menolak Egoisme di Ambang Mubes XVI PPTSB

Redaksi Galasibot.co.id
30 April 2026
/ Budaya, Opini
0 0
0
Mengembalikan Marwah Sinaga Sitolu Ompu: Menolak Egoisme di Ambang Mubes XVI PPTSB
Share on FacebookShare on Twitter

Menjelang perhelatan akbar Musyawarah Besar (Mubes) XVI Parsadaan Pomparan Toba Sinaga dohot Boru (PPTSB), sebuah awan mendung menggelayuti cakrawala organisasi kita. Sebagai organisasi yang kini telah berbadan hukum, PPTSB bukan sekadar paguyuban arisan, melainkan benteng terakhir pelestari marwah Sinaga Sitolu Ompu. Namun, di tengah persiapan penyempurnaan AD/ART, kita justru menyaksikan fenomena mengkhawatirkan: krisis kepemimpinan yang terjebak dalam pusaran egoisme keturunan dan pragmatisme politik.

Jejak Sejarah: Dari Medan Menuju Nusantara

Untuk memahami urgensi Mubes XVI, kita harus menengok ke belakang, pada tahun 1940. Kala itu, di bawah tekanan penjajahan, para pendahulu kita mendirikan PPTS (Persatuan Pomparan Toba Sinaga) di Kota Medan. Tujuannya sangat mulia dan konkret: memenuhi kebutuhan ekonomi dan sosial kerabat Sinaga yang saat itu berjuang sebagai guru, karyawan, buruh, hingga pejabat pemerintah rendahan. Di tengah keterbatasan masa kolonial, PPTS adalah “payung” tempat berlindung dan saling menguatkan.

Baca Juga

Pengurus Barus Jakarta Barat–Tangerang Resmi Dilantik, Perkuat Solidaritas Keluarga Besar Karo

Peredaran Narkoba di Simalungun Diungkap, Tokoh Pemuda Desak Polisi Tangkap Bandar Besar

Low Tourism Danau Toba Jadi Pilihan Strategis Keberlanjutan Kawasan Wisata Unggulan Nasional

Seiring fajar kemerdekaan, pada tahun 1965, organisasi ini berevolusi menjadi PPTSB. Transformasi ini bukan sekadar pergantian nama, melainkan penanda naiknya status sosial warga Sinaga di Indonesia. Kini, struktur organisasi kita telah meluas ke seluruh penjuru Nusantara, tersistematis mulai dari Pengurus Pusat, Wilayah, Cabang, hingga Sektor. Meski secara administratif kita terus berbenah menuju profesionalitas yang setara dengan struktur pemerintahan (Pusat hingga Lingkungan), esensi kita tetap satu: Persaudaraan Darah.

Kritik Atas Identitas yang Terbelah

Namun, di tengah kemajuan struktur ini, muncul ancaman internal berupa krisis identitas. Belum lama ini, muncul refleksi bertajuk “Aku Sinaga, tetapi Sinaga Bukan Aku”. Meski terdengar filosofis, tulisan tersebut menyimpan bahaya laten. Pandangan yang memisahkan “Diri” dari “Marga” adalah infiltrasi filsafat Barat (Eksistensialisme) yang asing bagi darah Batak.

Bagi kita, Sinaga adalah identitas ontologis. Tidak ada “Aku” tanpa “Sinaga”. Jika para pendiri tahun 1940 berpikir “Sinaga Bukan Aku”, maka PPTSB tidak akan pernah berdiri. Memisahkan diri dari marga dengan alasan kebebasan individu akan merapuhkan fondasi Parsadaan. Tanpa ikatan batin mudar (darah), organisasi ini hanya akan menjadi sekumpulan angka dalam dokumen hukum, tanpa ruh dan tanpa sahala.

Bahaya Egosentrisme Bonor, Ratus, dan Uruk

Kekuatan Sinaga sejak dahulu terletak pada kesatuannya: Sinaga Bonor, Sinaga Ratus, dan Sinaga Uruk. Kesatuan Sitolu Ompu yang melahirkan Sisia Ama (sembilan cucu/cabang) adalah struktur sakral yang tidak boleh dipecah oleh kepentingan sesaat.

Sangat disayangkan jika menjelang Mubes XVI, muncul riak-riak egosentrisme yang mengunggulkan satu garis keturunan di atas yang lain. Egoisme kepemimpinan yang berbasis pada kelompok kecil—atau penggunaan identitas sub-marga seperti Simandjorang secara eksklusif untuk memisahkan diri—hanya akan menciptakan sekat di rumah besar kita. Pemimpin yang melihat marga sebagai “penjara” atau sekadar “jembatan” tidak akan pernah mampu memimpin dengan hati yang tulus untuk seluruh pomparan.

Intervensi Politik dan Hilangnya Sahala

Mubes kali ini juga menghadapi tantangan berat berupa pragmatisme politik. Ketika organisasi marga dijadikan batu pijakan politik praktis, filosofi Dalihan Na Tolu sering kali dikorbankan. Kita kehilangan sikap Manat Mardongan Tubu karena ambisi kekuasaan pribadi.

Kita harus bertanya: Apakah calon pemimpin kita membawa Sahala (wibawa spiritual) untuk mempersatukan, atau justru membawa agenda pribadi yang membelah? AD/ART boleh disempurnakan sesuai perkembangan jaman sebagai organisasi berbadan hukum, namun prinsip mudar yang satu tidak boleh ditawar.

Menuju Mubes XVI: Kembali ke Akar

Mubes XVI PPTSB harus menjadi momentum untuk “pulang” ke semangat tahun 1940, namun dengan profesionalisme tahun 2026. Kita membutuhkan pemimpin yang:

  1. Selesai dengan Egonya: Tidak lagi mempertentangkan antara identitas pribadi dan identitas marga.
  2. Penjaga Tarombo: Menghormati struktur Sitolu Ompu dan Sisia Ama tanpa diskriminasi.
  3. Visioner namun Berakar: Mampu mengelola organisasi secara tersistem (Pusat hingga Sektor) tanpa kehilangan nilai Habatahon.

Jangan biarkan PPTSB jatuh ke tangan mereka yang menganggap marga hanyalah label eksternal. Sinaga adalah identitas yang melekat sejak rahim hingga liang lahat. Mari kita buang jauh-jauh mentalitas “Sinaga Bukan Aku” dan kembali menegaskan dengan bangga: “Aku adalah Sinaga, dan di dalam darahku mengalir kehormatan leluhurku.”

Horas!

Source: Penulis berita :Wilfrid B Sinaga SH
Tags: #MubesXVIPPTSB#PersatuanSinaga#SejarahPPTSB#SinagaSitoluOmpu#TaromboSinaga
SendShareTweet
Kembali

Aparat Polres Karo Bakar Barak Narkoba dan Judi di Sukatendel, Pelaku Kabur Saat Polisi Datang

Lanjut

Kurpan Sinaga SH Ajak Masyarakat Cari Jalan Tengah Terkait Prahara Konsesi TPL

Baca Juga

Pengurus Barus Jakarta Barat–Tangerang Resmi Dilantik, Perkuat Solidaritas Keluarga Besar Karo
Budaya

Pengurus Barus Jakarta Barat–Tangerang Resmi Dilantik, Perkuat Solidaritas Keluarga Besar Karo

28 April 2026
Peredaran Narkoba di Simalungun Diungkap, Tokoh Pemuda Desak Polisi Tangkap Bandar Besar
Opini

Peredaran Narkoba di Simalungun Diungkap, Tokoh Pemuda Desak Polisi Tangkap Bandar Besar

25 April 2026
Low Tourism Danau Toba Jadi Pilihan Strategis Keberlanjutan Kawasan Wisata Unggulan Nasional
Opini

Low Tourism Danau Toba Jadi Pilihan Strategis Keberlanjutan Kawasan Wisata Unggulan Nasional

23 April 2026
PPTSB Siap Gelar Mubes XVI di Medan Oktober 2026, Fokus pada Transformasi Organisasi dan Generasi Muda
Budaya

PPTSB Siap Gelar Mubes XVI di Medan Oktober 2026, Fokus pada Transformasi Organisasi dan Generasi Muda

21 April 2026
Skandal BNI Aek Nabara: OJK Turun Tangan, “Sihir” Viralitas Paksa Bank Pelat Merah Bayar Ganti Rugi
Opini

Skandal BNI Aek Nabara: OJK Turun Tangan, “Sihir” Viralitas Paksa Bank Pelat Merah Bayar Ganti Rugi

19 April 2026
Sinergi Budaya dan Alam: PPTSB dan Toba Caldera UNESCO Global Geopark Resmi Jalin Kerja Sama Strategis
Budaya

Sinergi Budaya dan Alam: PPTSB dan Toba Caldera UNESCO Global Geopark Resmi Jalin Kerja Sama Strategis

13 April 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULER

  • Sikapi Pernyataan Jusuf Kalla, DPD Patria Sumut: Martir Kristen Itu Kasih, Bukan Membunuh

    Sikapi Pernyataan Jusuf Kalla, DPD Patria Sumut: Martir Kristen Itu Kasih, Bukan Membunuh

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sarjana atau Tertinggal: Cermin Keras dari Budaya Pendidikan Orang Batak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sinergi Budaya dan Alam: PPTSB dan Toba Caldera UNESCO Global Geopark Resmi Jalin Kerja Sama Strategis

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • BPODT dan Ilusi Kesejahteraan: Infrastruktur Tertinggal di Pesisir Danau Toba, Simalungun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SD Budi Murni 2 Medan Raih Juara II Umum Kejuaraan Karate TAKO Piala Direktur POLMED 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harianto Sinaga Tantang Debat Terbuka Bane Raja Manalu: “BPODT Itu Perbaiki, Bukan Bubarkan!”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Melihat Titik Temu Migrasi “Ompu Jorang Raja Sinaga” Dengan “Pomparan Ompu Jorang Raja Sinaga”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
GALASIBOT.CO.ID

© 2015 GALASIBOT.CO.ID

Navigate Site

  • Beranda
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal

© 2015 GALASIBOT.CO.ID

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In