BINJAI | galasibot.co.id – Riuh rendah suara musik tradisional Karo menggema di Lapangan Merdeka Kota Binjai. Ribuan warga berkumpul, larut dalam kekayaan adat, seni, dan tradisi yang disajikan dalam Pesta Budaya Karo “Mbure Ate Tedeh” Tahun 2026. Acara yang digelar secara meriah ini bukan sekadar panggung hiburan biasa, melainkan sebuah gerakan kultural untuk melawan derasnya arus globalisasi yang perlahan mengikis identitas lokal.
Pemerintah Kota Binjai secara penuh mendukung perhelatan akbar ini. Di tengah gempuran teknologi dan modernisasi, kegiatan ini dinilai menjadi momentum krusial untuk menyuntikkan kembali nilai-nilai luhur warisan leluhur Karo kepada generasi milenial dan Gen Z.
Lebih dari Sekadar Melepas Rindu
Mewakili Wali Kota Binjai, Sekretaris Daerah Kota Binjai, Chairin F. Simanjuntak, menegaskan bahwa esensi dari Mbure Ate Tedeh (melepas rindu) tidak boleh berhenti pada ruang nostalgia semata. Lebih dari itu, agenda tahunan ini harus bertransformasi menjadi benteng pertahanan budaya yang kokoh.
“Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, identitas budaya harus tetap kita jaga agar tidak tergerus oleh zaman. Kepada generasi muda Karo, saya berpesan agar terus mencintai dan mempelajari budaya sendiri. Kenalilah bahasa, adat istiadat, seni, dan sejarah leluhur kita,” ujar Chairin di hadapan para tokoh adat dan ribuan pengunjung yang hadir.
Chairin juga menggarisbawahi keunikan Kota Binjai yang kerap dijuluki sebagai “miniatur Indonesia”. Kehadiran berbagai suku, agama, dan budaya di kota ini harus dipandang sebagai energi positif, bukan pemisah. Tiga poin penting yang ditekankan Pemkot Binjai dalam kesempatan tersebut meliputi:
-
Penguatan Gotong Royong: Memupuk kebersamaan dan sikap saling menghormati di tengah perbedaan.
-
Fondasi Pembangunan: Menjadikan nilai-nilai luhur budaya sebagai pilar utama mewujudkan Binjai yang maju dan sejahtera.
-
Harmonisasi Sosial: Menjaga kedamaian antarsuku dan antarumat beragama sebagai modal investasi pembangunan yang berkelanjutan.
Asa dari Para Tokoh dan Kehadiran Tokoh Nasional
Harapan besar senada juga diapungkan oleh internal keluarga besar masyarakat Karo. Ketua Marga Silima Kota Binjai, H. Sampe Tuah Ginting, menyampaikan obsesinya agar pergelaran kebudayaan etnis Karo seperti ini bisa dikemas lebih masif dan berkelanjutan di masa depan. Menurutnya, mentransfer tongkat estafet kebudayaan kepada generasi penerus adalah harga mati agar warisan leluhur tidak punah.
“Kami berharap kegiatan budaya etnis Karo ini dapat terus berlanjut dan berkembang pada masa mendatang, sehingga warisan budaya leluhur tetap terjaga dan diwariskan dengan baik kepada anak cucu kita,” ungkap H. Sampe Tuah Ginting.
Bobot pentingnya acara ini juga terlihat dari jajaran tamu kehormatan yang memadati area VIP. Tampak hadir Penasehat Marga Silima Kota Binjai yang juga tokoh nasional M. S. Kaban, Anggota DPR RI Bob Andika Mamana Sitepu, Ketua DPRD Kota Binjai Hj. K. Gusuartini Br. Surbakti, serta Kajari Kota Binjai Dr. Iwan Setiawan, SH, M.Hum.
Tak ketinggalan, dukungan lintas wilayah juga ditunjukkan dengan kehadiran Ketua DPRD Kabupaten Langkat, Sribana Perangin-Angin, SE, serta unsur Forkopimda Kota Binjai, perwakilan Kapolres, perwakilan Dandim 0203/Langkat, dan para ketua etnis dari berbagai suku se-Kota Binjai. Kehadiran lintas tokoh ini seolah menegaskan bahwa Pesta Budaya Karo sukses menjadi magnet pemersatu dan perekat sosial di Sumatera Utara.(*)











