• Beranda
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
GALASIBOT.CO.ID
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
Tidak ada
Tampilkan semua
GALASIBOT.CO.ID
Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
Home Budaya

Dekapan Hangat KH Fathulloh dan Romo Damianus di Banyuwangi: Ikthtiar Merawat Toleransi yang Kian Langka

Redaksi Galasibot.co.id
16 Juni 2026
/ Budaya, News, Ragam
0 0
0
Dekapan Hangat KH Fathulloh dan Romo Damianus di Banyuwangi: Ikthtiar Merawat Toleransi yang Kian Langka

Pengasuh Pondok Pesantren Mansyaul Huda, Tegaldlimo, Banyuwangi. KH Fathulloh Suyuti Toha saat menyambut kunjungan Pastor Paroki St Paulus Krakasaan, Rm. Damianus Fadjar Tedjo Soekarno Pr dan Alumnsu PPRA XXI Lemhanas RI, AM Putut Prabantoro, Minggu (14/6/2026) di halaman Pondok Pesantren Mansyaul Huda, Banyuwangi.(Foto galasibot.co.id/Ist)

Share on FacebookShare on Twitter
Pengasuh Pondok Pesantren Mansyaul Huda, Tegaldlimo, Banyuwangi. KH Fathulloh Suyuti Toha saat menyambut kunjungan Pastor Paroki St Paulus Krakasaan, Rm. Damianus Fadjar Tedjo Soekarno Pr dan Alumnsu PPRA XXI Lemhanas RI, AM Putut Prabantoro, Minggu (14/6/2026) di halaman Pondok Pesantren Mansyaul Huda, Banyuwangi.(Foto galasibot.co.id/Ist)

BANYUWANGI I galasibot.co.id – Di tengah riuhnya narasi perbedaan yang kerap membelah media sosial, sebuah peristiwa sunyi namun sarat makna terjadi di ujung timur Pulau Jawa. Minggu malam (14/6/2026), suasana Pondok Pesantren Mansyaul Huda, Tegaldlimo, Banyuwangi, mendadak hangat. Dua tokoh agama besar yang mewakili dua keyakinan berbeda, duduk bersama bukan dalam sebuah seminar formal yang kaku, melainkan dalam balutan silaturahmi layaknya saudara lama yang melepas rindu.

Pertemuan ini mempertemukan Ulama Kharismatik KH Fathulloh Suyuti Toha, pengasuh Ponpes Mansyaul Huda Banyuwangi, dengan Rm Damianus Fadjar Tedjo Soekarno Pr, Pastor Paroki St Paulus Krakasaan Probolinggo yang dikenal dekat dengan masyarakat.

Baca Juga

Perkumpulan Raja Parhata Sedunia Resmi Dibentuk, Jaga Marwah Adat Batak di Era Globalisasi

Perkuat Data Ekonomi Nasional, BPS Humbahas Bekali 230 Petugas Sensus Ekonomi 2026

Mengakar di Tanah Batak: Kiprah Jenny Waskita di Prabowonomics hingga Rencana Penabalan Boru Sinaga

Menariknya, momentum langka ini tidak terjadi begitu saja. Ada peran “jembatan hidup” di balik layar, yakni seorang wartawan senior (Pendri Paguyuban Wartawan Katolik Indonesia (PWKI) sekaligus alumni PPSA XXI Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI, AM Putut Prabantoro. Lewat jaringan dan kepekaan geopolitik-sosial yang dimilikinya, ia menginisiasi pertemuan ini sebagai respons atas kerinduan publik terhadap simbol-simbol kerukunan bangsa yang belakangan terasa kian mahal dan langka.

Kehadiran Rm. Damianus Fadjar Tedjo Soekarno di Pondok Pesantren Mansyaul Huda menjadi momentum penting untuk mengantarkan AM Putut Prabantoro, seorang alumnus PPSA XXI Lemhannas RI dan pengajar ideologi, guna menindaklanjuti jalinan silaturahmi yang bermula dari kunjungan kejutan rombongan KH Fathulloh Suyuti Toha, pendiri Majelis Dzikir Nurul Wathon yang dipimpin oleh Mayjen TNI (Purn) Herianto Syahputera, ke kediaman Putut Prabantoro di Yogyakarta pada 30 Mei 2026. Pertemuan di Banyuwangi ini tidak hanya menjadi ajang reuni bagi kedua tokoh serta bentuk penghormatan silaturahmi dari yang muda kepada yang tua, tetapi juga merupakan wujud nyata ikhtiar dalam merawat simpul persaudaraan yang dipertemukan oleh Rm. Fadjar Tedjo Soekarno, sehingga sangat krusial bagi Putut Prabantoro yang juga dikenal sebagai pendiri dan penasihat Paguyuban Wartawan Katolik Indonesia (PWKI) untuk melanjutkan pesan-pesan kebangsaan yang telah dirajut pada pertemuan sebelumnya.

Spontanitas yang Mencairkan Sekat

Malam itu, formalitas runtuh sejak detik pertama. Tidak ada pidato sambutan yang panjang. Begitu Romo Damianus tiba, ketulusan langsung terpancar. Dalam sebuah momen yang emosional sekaligus penuh tawa, Romo Damianus tidak hanya menjabat tangan sang kiai, melainkan merangkulnya erat-erat, bahkan sempat menggendong KH Fathulloh Suyuti Toha. Sebuah gestur spontan yang menunjukkan betapa sekat-sekat dogmatis luruh oleh rasa persaudaraan kemanusiaan (ukhuwah basyariyah).

Romo Damianus Fadjar Tedjo Soekarno Pr berangkulan dan kemudian menggendong Ulama Kharismatik KH Fathulloh Suyuti Toha di Pondok Pesantren Mansyaul Huda, Banyuwangi, Minggu malam (14/6/2026).

Setelah kehebohan penuh tawa tersebut, rombongan bergeser ke area yang lebih privat. KH Fathulloh Suyuti Toha membuka pintu ruang tamu kamar pribadinya—sebuah kehormatan besar yang biasanya hanya diberikan kepada kerabat dekat atau tamu khusus. Di ruangan yang bersahaja itu, dialog mengalir tanpa sekat.

Perbincangan di ruang tamu kamar pribadi KH Fathulloh Suyuti Toha di Pondok Pesantren Mansyaul Huda, Banyuwangi, Minggu malam (14/6/2026).(Foto galasibot.co.id/Ist)

Dialog Tiga Jam: Dari Guyonan hingga Keberagaman

Bukan pertemuan singkat yang sekadar formalitas foto bersama. Silaturahmi ini berlangsung intim selama hampir tiga jam. Banyak hal yang didiskusikan, mulai dari candaan ringan khas pesantren, memori masa lalu Banyuwangi, hingga refleksi mendalam mengenai pentingnya menjaga stabilitas nasional melalui kerukunan akar rumput—sebuah poin yang sejalan dengan visi wawasan nusantara yang dibawa oleh sang alumni Lemhannas.

Keakraban makin memuncak saat waktu makan malam tiba. Dengan ruang yang terbatas namun penuh kehangatan, kedua tokoh ini bahkan duduk saling memunggungi saat menyantap hidangan, menggambarkan kepasrahan, rasa aman, dan kepercayaan penuh satu sama lain tanpa ada kecurigaan sedikit pun.

Romo Damianus Fadjar Tedjo Soekarno Pr duduk saling berpunggungan dengan Ulama Kharismatik KH Fathulloh Suyuti Toha saat makan malam di ruang makan, Pondok Pesantren Mansyaul Huda, Banyuwangi, Minggu malam (14/6/2026).(Foto galasibot.co.id/Ist)

Menjadi Contoh yang Harus Dilanjutkan

Alumni Lemhannas, AM Putut Prabantoro  yang menginisiasi pertemuan ini menyebutkan bahwa esensi dari ketahanan nasional yang sesungguhnya berada pada rajutan harmoni antarumat beragama di tingkat lokal. Ketika tokoh agama di tingkat basis bisa saling merangkul, maka provokasi dari luar tidak akan mudah memecah belah.

KH Fathulloh Suyuti Toha menegaskan bahwa pertemuan tersebut merupakan wujud nyata dari nilai ukhuwah yang terus diperjuangkan oleh Majelis Nurul Wathon, yakni penguatan Ukhuwah Wathaniyah sebagai bentuk persaudaraan antar sesama manusia sebangsa dan setanah air, serta Ukhuwah Basyariyah yang merepresentasikan semangat persaudaraan kemanusiaan secara universal

Pertemuan malam itu diakhiri menjelang tengah malam. Di halaman pesantren, di bawah langit Banyuwangi yang cerah, seluruh rombongan berfoto bersama. Senyuman yang mengembang dari wajah para santri, pengurus gereja, dan tokoh yang hadir menjadi bukti nyata bahwa perbedaan bukanlah jarak, melainkan kekayaan.

Pengasuh Ponpes Mansyaul Huda KH Fathulloh Suyuti Toha dan  Pastor Paroki St Paulus Krakasaan Probolinggo, Damianus Fadjar Tedjo Soekarno Pr, AM Putut Prabantoro, dan Lambertus Widiantoro dari Yogyakarta, Wartawan Lucius Gora Kunjana dari Jakarta, dan Samudra Hasni Shodiq dari Surabaya, Dirut LAZ, Lembaga Amil Zakat Nasional, Sandi Suwardi Hasan, Pegiat Kebangsaan dari Banyuwangi, Syaiful Rizal serta  Heribertus Wicaksono, Topan Adinata, Andika Ronggo Gumuruh, Hasanan, Arif Subhan dari Universitas PGRI Banyuwangi, dan Suyanto, Wartawan Selendang Sutera Banyuwangi, berfoto bersama usai silaturahmi dan perbincangan sekitar 3 jam di halaman Pondok Pesantren Mansyaul Huda, Banyuwangi, Minggu malam (14/6/2026).(Foto galasibot.co.id/Ist)

Apa yang terjadi di Ponpes Mansyaul Huda malam itu adalah sebuah teladan hidup. Di tengah dunia yang kian terpolarisasi, pelukan antara Kiai Fathulloh dan Romo Damianus adalah oase—sebuah warisan nilai luhur yang tidak boleh berhenti menjadi cerita, melainkan harus terus dicontoh dan dilanjutkan oleh generasi masa depan Indonesia.

Dalam kunjungan ke Banyuwangi itu, Rm Fadjar didampingi Lambertus Widiantoro dari Yogyakarta, Wartawan Lucius Gora Kunjana dari Jakarta, dan Samudra Hasni Shodiq dari Surabaya. Pertemuan di Ponpes Mansyaul Huda itu juga dihadiri Sandi Suwardi Hasan (Dirut LAZ, Lembaga Amil Zakat Nasional), pegiat kebangsaan dari Banyuwangi Syaiful Rizal serta  Heribertus Wicaksono, Topan Adinata, Andika Ronggo Gumuruh, Hasanan, Arif Subhan dari Universitas PGRI Banyuwangi, dan Suyanto, Wartawan Selendang Sutera Banyuwangi.(*)

 

Source: Penulis berita : Wilfrid Sinaga
Tags: #BanyuwangiToleransi#KerukunanBeragama#KHFathullohSuyuti#PesantrenMansyaulHuda#RomoDamianusFadjar
SendShareTweet
Kembali

Genjot Ketahanan Pangan, Bupati Humbahas Oloan P Nababan Serahkan Bantuan Pompa Air ke Kelompok Tani Onan Ganjang

Lanjut

Perkumpulan Raja Parhata Sedunia Resmi Dibentuk, Jaga Marwah Adat Batak di Era Globalisasi

Baca Juga

Perkumpulan Raja Parhata Sedunia Resmi Dibentuk, Jaga Marwah Adat Batak di Era Globalisasi
Budaya

Perkumpulan Raja Parhata Sedunia Resmi Dibentuk, Jaga Marwah Adat Batak di Era Globalisasi

16 Juni 2026
Perkuat Data Ekonomi Nasional, BPS Humbahas Bekali 230 Petugas Sensus Ekonomi 2026
Ragam

Perkuat Data Ekonomi Nasional, BPS Humbahas Bekali 230 Petugas Sensus Ekonomi 2026

13 Juni 2026
Mengakar di Tanah Batak: Kiprah Jenny Waskita di Prabowonomics hingga Rencana Penabalan Boru Sinaga
Budaya

Mengakar di Tanah Batak: Kiprah Jenny Waskita di Prabowonomics hingga Rencana Penabalan Boru Sinaga

11 Juni 2026
Hadiri Pesta Pembangunan HKBP Ruth Simalingkar, Maruli Siahaan Gelorakan Semangat Gotong Royong
Ragam

Hadiri Pesta Pembangunan HKBP Ruth Simalingkar, Maruli Siahaan Gelorakan Semangat Gotong Royong

10 Juni 2026
Polres Dairi Bongkar Drama Penipuan: Habiskan Uang Perusahaan untuk Judi Online, Karyawan di Dairi Rekayasa Kasus Begal
News

Polres Dairi Bongkar Drama Penipuan: Habiskan Uang Perusahaan untuk Judi Online, Karyawan di Dairi Rekayasa Kasus Begal

10 Juni 2026
Menjaga Akar di Era Digital: Pesta Budaya Karo “Mbure Ate Tedeh” Jadi Benteng Identitas Generasi Muda Binjai
Budaya

Menjaga Akar di Era Digital: Pesta Budaya Karo “Mbure Ate Tedeh” Jadi Benteng Identitas Generasi Muda Binjai

9 Juni 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULER

  • Provinsi Tapanuli Tinggal Ketok Palu? DPR RI Desak Kemendagri Rampungkan Aturan Pemekaran Daerah!

    Provinsi Tapanuli Tinggal Ketok Palu? DPR RI Desak Kemendagri Rampungkan Aturan Pemekaran Daerah!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengakar di Tanah Batak: Kiprah Jenny Waskita di Prabowonomics hingga Rencana Penabalan Boru Sinaga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perkumpulan Raja Parhata Sedunia Resmi Dibentuk, Jaga Marwah Adat Batak di Era Globalisasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tiger Sumatera Binjai Kecewa: Tuntut Kompensasi Total Atas Pembatalan Kejuaraan Batam Internasional Taekwondo 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, BPS Sumut Terjunkan Petugas Serentak ke Pelosok Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Beredar Informasi Yang Membawa Kontraktor Proyek Sihapilis dan Huta Ginjang Samosir Adalah “OB”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjaga Nyala Api Organisasi dari Tepian Danau Toba: Strategi PMKRI Pematangsiantar Mencetak Kader Berintegritas Lewat MPAB 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
GALASIBOT.CO.ID

© 2015 GALASIBOT.CO.ID

Navigate Site

  • Beranda
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal

© 2015 GALASIBOT.CO.ID

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In