MEDAN – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Utara terus tancap gas dalam meningkatkan standar profesionalisme wartawan di daerah. Langkah strategis ini terlihat jelas dalam pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Angkatan ke-76 yang berlangsung di Ballroom Inna Dharma Deli Hotel, Medan, Selasa (2/6/2026).
Program ini menjadi penanda konkret bahwa visi dan misi Ketua PWI Sumut, Farianda Putra Sinik, dalam meningkatkan mutu pendidikan serta kesejahteraan anggota, bukan sekadar janji politik, melainkan realitas yang dirasakan manfaatnya oleh para pewarta.
Realisasi Visi di Periode Pertama
Sugiatmo, dalam laporannya selaku Ketua Panitia Pelaksana UKW Angkatan ke-76, menegaskan bahwa komitmen Farianda untuk memuliakan profesi wartawan melalui peningkatan kapasitas telah terbukti konsisten.
“Saya masih ingat visi-misi Ketua kita saat terpilih; meningkatkan pendidikan dan kesejahteraan wartawan PWI Sumut. Itu sudah terwujud di periode pertama kepemimpinan beliau dengan terlaksananya rangkaian UKW secara berkala,” ujar Sugiatmo di hadapan peserta ujian.
Menurutnya, keberlanjutan program pendidikan ini adalah fondasi bagi wartawan di Sumatera Utara untuk menghadapi tantangan disrupsi media dan menjaga marwah jurnalistik di tengah masyarakat.
Dinamika di Balik Layar: Tantangan Menjadi Peluang
Pelaksanaan UKW ke-76 kali ini memiliki catatan sejarah tersendiri. Farianda Putra Sinik mengungkapkan bahwa kolaborasi dengan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) merupakan sebuah terobosan yang istimewa. Namun, proses perwujudannya tidak luput dari dinamika manajerial.
Farianda menceritakan momen mendebarkan saat menawarkan konsep sinergi tersebut kepada Kajatisu saat itu, Harili Siregar. “Saat itu saya tawarkan, bagaimana kalau PWI kerja sama dengan Kejatisu untuk UKW? Langsung disetujui Pak Harili saat itu juga,” kenang Farianda.
Namun, kejutan terjadi selang beberapa jam kemudian. “Yang membuat saya kaget, pagi disetujui, sore harinya beliau dimutasi. Itu benar-benar membuat saya sempat bingung memikirkan kelanjutan program ini,” tambahnya.
Meski diterpa perubahan kepemimpinan di tingkat instansi mitra, Farianda berhasil meyakinkan jajaran pimpinan baru Kejatisu untuk tetap melanjutkan agenda strategis tersebut. Keberhasilan ini menunjukkan kepiawaian Farianda dalam membangun relasi sekaligus menjaga kredibilitas PWI Sumut di mata lembaga penegak hukum.
Komitmen Menjaga Standar Profesi
UKW Angkatan ke-76 bukan sekadar prosesi administratif. Bagi PWI Sumut, ini adalah gerbang penting bagi wartawan untuk mendapatkan legitimasi profesional yang diakui Dewan Pers. Dengan semakin banyaknya wartawan yang kompeten, diharapkan kualitas pemberitaan di Sumatera Utara semakin tajam, akurat, dan beretika.
Farianda berharap, sinergi lintas sektoral seperti ini terus berlanjut. Baginya, peningkatan kompetensi adalah harga mati untuk menjaga kepercayaan publik terhadap pers sebagai pilar demokrasi.(*)










