Yogyakarta | galasibot.co.id – PT Astra International Tbk terus memperkuat pengembangan Desa Sejahtera Astra Bugisan di Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Daerah Istimewa Yogyakarta. Program ini menggabungkan pelestarian budaya, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan ekonomi berbasis pariwisata berkelanjutan.
Keberadaan Candi Plaosan menjadi daya tarik utama desa wisata tersebut. Situs bersejarah itu tidak hanya menjadi destinasi wisata, tetapi juga mencerminkan nilai harmoni antara budaya Hindu dan Buddha yang telah diwariskan selama berabad-abad.
Melalui kolaborasi bersama masyarakat sejak 2022, Astra mengembangkan desa dengan pendekatan yang mencakup kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan kewirausahaan.
Kolaborasi Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Astra mencatat program Desa Sejahtera Bugisan telah menjangkau lebih dari 3.000 warga.
Pengembangan tersebut memberikan dampak nyata terhadap peningkatan ekonomi masyarakat.
Pendapatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Bugisan meningkat hingga 31 persen.
Peningkatan itu didorong oleh bertambahnya kunjungan wisatawan melalui berbagai program kolaboratif yang melibatkan masyarakat, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya.
Chief Corporate Affairs PT Astra International Tbk, Boy Kelana Soebroto, mengatakan setiap daerah memiliki potensi yang dapat dikembangkan menjadi sumber kesejahteraan.
Menurutnya, kolaborasi menjadi kunci dalam menciptakan pembangunan yang berkelanjutan.
“Astra meyakini setiap daerah memiliki potensi yang dapat dikembangkan untuk menciptakan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat. Kolaborasi menjadi landasan untuk memberikan nilai tambah sekaligus mendukung pembangunan yang berkelanjutan,” ujarnya.
Empat Pilar Jadi Fondasi Pengembangan Desa
Astra membangun Desa Sejahtera Bugisan melalui empat pilar kontribusi sosial.
Pada sektor kesehatan, perusahaan mendukung kegiatan Posyandu untuk balita, remaja, dan lansia.
Program tersebut juga memberikan perhatian terhadap pemenuhan gizi sebagai upaya menekan angka stunting.
Di bidang pendidikan, masyarakat memperoleh pelatihan aksara Jawa, pelestarian budaya lokal, literasi digital, serta pengembangan promosi desa wisata melalui media digital.
Pelaku pariwisata desa juga mendapatkan peningkatan kapasitas agar mampu memberikan pelayanan yang lebih profesional kepada wisatawan.
Wisata Budaya Berjalan Seiring Pelestarian Lingkungan
Pengembangan desa tidak hanya berfokus pada sektor ekonomi.
Masyarakat juga mengelola lingkungan melalui sistem pengelolaan sampah terpadu.
Limbah anorganik diolah menjadi produk kreatif, termasuk wayang berbahan daur ulang.
Selain itu, warga melakukan penanaman pohon Dluwang sebagai bagian dari konservasi lingkungan.
Budidaya maggot juga menjadi program unggulan untuk mengurangi limbah organik.
Berbagai inovasi tersebut mengantarkan Desa Bugisan meraih Sertifikasi Program Kampung Iklim (ProKlim) Utama.
UMKM dan Paket Wisata Terus Berkembang
Pada sektor kewirausahaan, Astra mendukung pengembangan paket wisata edukasi berbasis budaya dan lingkungan.
Wisatawan dapat mengikuti aktivitas menanam padi maupun mengunjungi Candi Kembar melalui paket wisata yang telah disiapkan masyarakat.
Pelaku UMKM juga memperoleh pelatihan pemasaran digital melalui Instagram.
Selain itu, Astra memperluas akses promosi dengan menggandeng berbagai Online Travel Agent (OTA).
Langkah tersebut membuka peluang pasar yang lebih luas bagi produk wisata Desa Bugisan.
Raih Pengakuan Nasional
Pengembangan Desa Sejahtera Astra Bugisan menghasilkan berbagai prestasi di tingkat nasional.
Desa ini masuk dalam 50 Besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022.
Bugisan juga meraih Juara II Kampanye Sadar Wisata 2024.
Selain itu, desa tersebut memperoleh Sertifikasi ProKlim Utama pada 2023 berkat keberhasilan masyarakat mengelola lingkungan secara berkelanjutan.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat berjalan seiring dengan pemberdayaan ekonomi dan perlindungan lingkungan.
Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, Astra berharap Desa Sejahtera Bugisan terus berkembang sebagai destinasi wisata budaya yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendukung target Sustainable Development Goals (SDGs) Indonesia.(*)









