MEDAN I galasibot.co.id — Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sumatera Utara memperkuat sinergi lintas sektor untuk mencegah Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Langkah ini dilakukan melalui sosialisasi program Petugas Imigrasi Pembina Desa (PIMPASA) di Hotel JW Marriott Medan, Rabu (20/8/2026).
Kegiatan tersebut menggandeng BP3MI Sumatera Utara, Polda Sumatera Utara, dan Kodam I/Bukit Barisan. Kolaborasi ini bertujuan memperkuat pengawasan keimigrasian serta memberikan perlindungan bagi calon pekerja migran.
Kepala BP3MI Sumut Kombes Pol. Budi Novijanto menekankan pentingnya edukasi migrasi aman. Langkah ini krusial untuk mencegah masyarakat terjebak prosedur ilegal dan praktik TPPO.
Sinergi PIMPASA, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas
Wakil Asisten Teritorial Kasdam I/BB Letkol Inf. Restu Petrus Simbolon mengapresiasi kehadiran PIMPASA di tingkat kewilayahan. Menurutnya, PIMPASA perlu berkolaborasi erat dengan Babinsa dan Bhabinkamtibmas sebagai mata dan telinga keamanan daerah.
Hal senada disampaikan Kasubdit Bhabinkamtibmas Dit Binmas Polda Sumut AKBP Dorma Purba. Sinergi PIMPASA dengan 1.443 Bhabinkamtibmas di Sumut dinilai strategis untuk melakukan penyuluhan hukum dan pencegahan konflik nonlitigasi.
Pencegahan Berbasis Desa
Koordinator Desa Binaan Imigrasi Ditjen Imigrasi, Iman Syafrizal, menjelaskan bahwa PIMPASA merupakan langkah preemtif keimigrasian di tingkat akar rumput. Imigrasi mengubah fokus pengawasan dari penindakan menjadi pencegahan sejak dini.
“Kehadiran PIMPASA di tengah masyarakat diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam memberikan edukasi dan mendeteksi kerawanan,” ujar Iman Syafrizal.
Program ini menjadi bagian dari implementasi 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto. Langkah tersebut sekaligus mendukung visi “Imigrasi untuk Rakyat” yang digaungkan Dirjen Imigrasi Hendarsam Marantoko.(*)
Source:
Penulis berita : Wilfrid Sinaga










