JAKARTA I galasibot.co.id — Perum BULOG menyiapkan cadangan beras hingga 18.500 ton untuk mengantisipasi perpanjangan masa tanggap darurat bencana gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Langkah ini diambil mengingat gempa susulan masih terus terjadi di wilayah tersebut.
Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani menyebutkan, tercatat lebih dari 5.000 gempa susulan mengguncang NTT hingga Sabtu (22/8/2026). Kondisi ini berpotensi memperparah kerusakan bangunan warga secara bertahap.
“Biasanya kalau bencana ada perpanjangan masa tanggap darurat. Kami antisipasi hingga 10 kali dari masa awal karena kondisi NTT cukup memprihatinkan,” kata Ahmad Rizal, Minggu (23/8/2026).
Skenario Pasokan Bantuan
Kebutuhan beras bantuan untuk masa tanggap darurat awal selama 14 hari diperkirakan mencapai 1.890 ton. Namun, BULOG menyusun skenario terburuk guna memastikan ketersediaan pangan jika masa tanggap darurat berlanjut.
Penyediaan stok jangka panjang ini juga memperhitungkan kebutuhan alokasi bantuan pangan pemerintah periode Agustus hingga Oktober. Karakteristik gempa NTT dinilai memiliki kemiripan dengan bencana gempa yang pernah melanda NTB.
Ahmad Rizal menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir terkait ketersediaan stok logistik. BULOG berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk memastikan bantuan pangan terdistribusi secara konsisten.
Source:
Penulis berita : Wilfrid Sinaga










