Pekanbaru I galasibot.co.id – Perwira Siswa Pendidikan Reguler (Pasis Dikreg) LXVIII Seskoad Tahun 2026 mengambil langkah nyata di tengah masyarakat. Mereka menyelenggarakan kegiatan penyuluhan pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kota Pekanbaru. Edukasi strategis ini menyasar langsung kelompok tani di Kelurahan Air Dingin, Kecamatan Bukit Raya, pada Jumat, (4/9/2026).
Langkah preventif ini memegang peranan krusial bagi wilayah Provinsi Riau. Sebagian besar wilayah tersebut didominasi oleh lahan gambut yang sangat rentan terbakar saat musim kemarau. Oleh karena itu, kehadiran para perwira siswa memperkuat benteng pertahanan wilayah terhadap ancaman bencana ekologis.
Edukasi Dampak Multidimensi dan Penegakan Hukum
Dalam sesi tatap muka langsung, para Pasis Seskoad memaparkan dampak multidimensi akibat karhutla secara komprehensif. Bencana kabut asap terbukti melumpuhkan ekosistem, memicu penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), serta merusak perekonomian. Selain itu, gangguan terhadap jalur transportasi darat dan udara kerap menghambat aktivitas warga.
Selain dampak sosial kesehatan, para perwira turut menegaskan aspek penegakan hukum yang tegas. Masyarakat diingatkan kembali mengenai sanksi pidana berat bagi pihak yang nekat membuka lahan dengan cara membakar. Peringatan ini bertujuan membangun kesadaran kolektif agar warga menjauhi metode pembakaran ilegal.
Solusi Praktis Pembukaan Lahan Tanpa Bakar
Pasis Seskoad tidak hanya memberikan peringatan, tetapi juga menawarkan solusi praktis bagi para petani lokal. Mereka memperkenalkan metode Land Clearing without burning atau pembukaan lahan tanpa bakar. Teknik ini dinilai ramah lingkungan dan aman bagi struktur tanah gambut.
Petani mendapatkan pelatihan langsung mengenai pengolahan sisa vegetasi menjadi pupuk kompos alami. Selain itu, para perwira mengajarkan pembuatan sekat kanal (Canal Blocking) untuk menjaga kelembapan tanah. Akibatnya, potensi kemunculan titik api (hotspot) dapat ditekan secara signifikan sejak dini.
Sinergi Kuat TNI dan Komunitas Petani Mewujudkan Pekanbaru Hijau
Kegiatan sosialisasi ini mendulang sambutan hangat dari puluhan petani serta tokoh masyarakat setempat. Warga bersama aparat TNI sepakat membangun sistem deteksi dini dan pelaporan cepat apabila menemukan indikasi titik api. Komitmen bersama ini memperkuat ketahanan wilayah berbasis komunitas secara berkelanjutan.
Sinergi manunggal antara TNI dan masyarakat tani menjadi kunci utama mitigasi bencana. Kolaborasi ini mengukuhkan harapan besar agar Kota Pekanbaru tetap hijau, kondusif, dan bebas dari ancaman kabut asap.(*)
Source:
Penulis berita : Wilfrid Sinaga










