Kampar | galasibot.co.id — Perwira Siswa Pendidikan Reguler (Pasis Dikreg) LXVIII Seskoad mengambil langkah nyata untuk menekan potensi kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau. Sebanyak 14 Pasis Seskoad bersama Perwira Penuntun Kolonel Kav Donan Wahyu Sejati merangkul warga Kabupaten Kampar melalui kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) dan sosialisasi pencegahan Karhutla pada Minggu (30/8/2026).
Sinergi Pemetaan Wilayah Bersama Babinsa
Sebelum terjun langsung ke masyarakat, para perwira siswa terlebih dahulu berkoordinasi dengan Babinsa Desa Selo dan Desa Siabu. Babinsa memaparkan data menyeluruh mengenai kondisi geografis, demografi, serta peta potensi kerawanan sosial di kawasan tersebut.
Oleh karena itu, informasi awal ini menjadi landasan strategis bagi Pasis Seskoad. Dengan memahami karakteristik wilayah secara tepat, tim dapat menyusun materi edukasi yang relevan dan mudah dipahami oleh warga lokal.
Edukasi Bahaya dan Imbauan Buka Lahan
Selanjutnya dalam sesi penyuluhan, Pasis Seskoad menjelaskan bahaya besar Karhutla yang merusak ekosistem, mengganggu kesehatan, dan melumpuhkan ekonomi. Oleh sebab itu, perwira siswa memberikan panduan praktis mengenai langkah-langkah pencegahan sejak dini.
Tim Seskoad mengingatkan warga agar tidak membuka lahan pertanian dengan cara membakar. Selain itu, mereka meminta warga menghindari kebiasaan membuang puntung rokok sembarangan serta segera melaporkan kemunculan titik api kepada pihak berwenang.
Membangun Ruang Dialog Dua Arah
Di samping menyampaikan materi, kegiatan Komsos ini membuka ruang diskusi interaktif dengan masyarakat setempat. Pendekatan ini memungkinkan warga mengutarakan kendala nyata dalam menjaga lingkungan mereka dari ancaman api.
Melalui dialog tersebut, masyarakat menyampaikan berbagai aspirasi dan kendala fasilitas di desa. Pasis Seskoad menyambut baik masukan tersebut guna merumuskan solusi penanganan bencana yang lebih efektif.
Sinergi Masyrakat Kunci Utama Cegah Karhutla
Pada akhirnya, Pasis Seskoad menegaskan bahwa keberhasilan penanganan Karhutla membutuhkan keterlibatan aktif seluruh lapisan masyarakat. Sinergi antara patroli rutin, deteksi dini, dan pelaporan cepat merupakan strategi paling ampuh untuk meminimalkan risiko kebakaran.
Melalui edukasi berkelanjutan ini, Seskoad berharap kesadaran kolektif warga Kampar terus menguat. Langkah ini sekaligus memperkokoh kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam menciptakan wilayah yang aman dan bebas dari Karhutla.(*)
Source:
Penulis berita :Wilfrid Sinaga










