• Beranda
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
Minggu, September 13, 2026
  • Login
GALASIBOT.CO.ID
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
    • Buku
Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
    • Buku
Tidak ada
Tampilkan semua
GALASIBOT.CO.ID
Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
Home Medan

Pemko Medan Benahi Drainase Marelan, 400 Meter U-Ditch Disiapkan untuk Atasi Banjir

Redaksi Galasibot.co.id
12 September 2026
/ Medan, News
0 0
0
Pemko Medan Benahi Drainase Marelan, 400 Meter U-Ditch Disiapkan untuk Atasi Banjir

Alat berat mengeruk sedimentasi lumpur yang menebal di saluran drainase Jalan Marelan II Pasar 4 Timur, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan, Sabtu (12/9/2026). Pengerukan dilakukan Pemko Medan sebagai bagian dari upaya mengatasi genangan dan banjir yang selama ini dikeluhkan warga.(Foto galasibot.co.id/Wilfrid)

Share on FacebookShare on Twitter
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menyapa warga saat meninjau kegiatan gotong royong dan pembenahan drainase di Jalan Marelan II Pasar 4 Timur, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan, Sabtu (12/9/2026).(Foto galasibot.co.id/Wilfrid)

MEDAN I galasibot.co.id — Banjir yang selama bertahun-tahun menghantui warga Medan Marelan mulai ditangani dari sumber persoalannya. Pemerintah Kota Medan tidak hanya mengerahkan alat berat untuk mengeruk sedimentasi lumpur yang memenuhi drainase, tetapi juga memasang U-Ditch sepanjang 400 meter dan menyiapkan pembenahan jalur pembuangan air di kawasan Gang Jahe dan Karmila.

Langkah tersebut ditinjau langsung Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas di Jalan Marelan II Pasar 4 Timur, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan, Sabtu (12/9/2026).

Baca Juga

Jeritan Warga Langkat Tiga Pekan Krisis Air Akibat Longsor, Ini Respon Cepat Gubernur Bobby Nasution

Gebrakan Bobby Nasution di IMT-GT Ke-32: Gaet Investasi Lewat Forum Sumatera 10

Walikota Medan: Munas BEM Politeknik di Medan Jadi Ajang Tempa Pemimpin Muda

Persoalan yang hendak diurai bukan sekadar genangan di jalan. Warga mengeluhkan air yang tetap menggenangi permukiman bahkan setelah badan jalan mulai mengering.

Kondisi itu menjadi indikasi bahwa persoalan banjir di kawasan tersebut berkaitan dengan kapasitas dan konektivitas sistem drainase, termasuk sedimentasi yang membuat saluran tidak berfungsi optimal.

Drainase Penuh Lumpur, Alat Berat Dikerahkan

Dalam kegiatan gotong royong tersebut, Pemko Medan mengerahkan sejumlah alat berat untuk membersihkan sedimentasi lumpur yang telah menebal di sepanjang saluran drainase.

Selain pengerukan, pemerintah juga merealisasikan pemasangan saluran beton U-Ditch sepanjang 200 meter di sisi kanan dan 200 meter di sisi kiri jalan.

Dengan demikian, total saluran U-Ditch yang tengah dikerjakan mencapai 400 meter.

Wali Kota Medan Rico Waas mengatakan pengerjaan tersebut merupakan bagian dari upaya bertahap untuk mengatasi persoalan genangan di Medan Utara.

“Hari ini kita lakukan gotong royong karena sedimentasi lumpur di saluran drainase Pasar 4 Timur ini sangat tebal dan penuh, sehingga harus kita benahi,” ujar Rico Waas.

Langkah ini penting karena pengerukan dan pembangunan saluran memiliki fungsi yang berbeda. Pengerukan bertujuan mengembalikan kapasitas saluran yang terhambat sedimentasi, sementara pembangunan U-Ditch diarahkan untuk memperbaiki infrastruktur fisik drainase.

Gang Jahe Jadi Titik Kunci Pengendalian Aliran Air

Persoalan tidak berhenti di Jalan Marelan II Pasar 4 Timur. Pemko Medan juga mengidentifikasi kawasan Gang Jahe sebagai salah satu titik penting dalam pengaturan aliran air.

Rico Waas mengatakan pemerintah berencana melakukan sosialisasi untuk membenahi sistem pembuangan di Gang Jahe sehingga aliran air dapat dibagi ke dua arah, yakni barat dan timur.

Tujuannya adalah membuat distribusi aliran lebih efisien dan mengurangi tekanan air yang berpotensi masuk ke permukiman.

Bagi warga, Gang Jahe dan Karmila bukan sekadar nama lokasi. Kawasan tersebut merupakan bagian penting dari jaringan pengaliran air yang selama ini mereka hadapi ketika hujan turun.

Suwandi, perwakilan Perkumpulan RKL, mengatakan Gang Jahe menjadi titik pusat pembelahan arus air menuju dua kawasan tersebut.

Menurut Suwandi, ketika hujan turun, sejumlah gang dapat tergenang cukup parah hingga menyerupai aliran sungai karena drainase tidak mampu menampung debit air.

Warga Ikut Menentukan Titik Persoalan

Yang menarik dari penanganan banjir di Marelan adalah posisi masyarakat dalam proses tersebut.

Warga dan Perkumpulan RKL tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan. Mereka ikut menyampaikan titik-titik persoalan kepada pemerintah, termasuk lokasi yang dianggap paling menentukan dalam sistem drainase.

Suwandi menyampaikan apresiasi atas kesediaan Wali Kota Medan turun langsung ke lapangan dan mendengar keluhan masyarakat.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Pak Wali Kota Rico Waas yang telah meluangkan waktunya. Keluhan-keluhan masyarakat sudah kami sampaikan langsung, dan mudah-mudahan ke depan penyelesaiannya bisa berjalan dengan baik,” ujar Suwandi.

Pola semacam ini menjadi penting dalam penanganan masalah perkotaan. Pemerintah memiliki kewenangan, anggaran, tenaga teknis, serta peralatan untuk melakukan intervensi. Sementara masyarakat memiliki pengetahuan praktis mengenai bagaimana persoalan tersebut terjadi dari hari ke hari.

Kolaborasi keduanya dapat membuat pembangunan lebih tepat sasaran—terutama untuk persoalan seperti banjir yang sangat bergantung pada kondisi jaringan lokal.

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menyapa para pelajar saat meninjau kondisi SD Negeri 060999 di Kecamatan Medan Marelan, Sabtu (12/9/2026). Dalam kunjungan tersebut, Rico menyoroti keterbatasan ruang kelas yang menyebabkan sekolah menerapkan sistem pembelajaran dua shift.(Foto galasibot.co.id/Wilfrid)

Bukan Hanya Banjir, Sekolah Juga Dibidik

Peninjauan Rico Waas di Medan Marelan sekaligus memperlihatkan bahwa persoalan infrastruktur dasar di kawasan tersebut memiliki dimensi lebih luas.

Saat melihat kondisi SD Negeri 060999, Wali Kota Medan menemukan persoalan pada bangunan sekolah, termasuk struktur bangunan yang retak.

Sekolah tersebut juga menghadapi keterbatasan ruang kelas. Dengan hanya memiliki tujuh kelas, proses pembelajaran harus dilakukan dengan sistem dua shift.

Pemko Medan merencanakan renovasi bangunan sekolah menjadi dua lantai pada tahun depan.

Rencana tersebut memperlihatkan bahwa agenda pembenahan kawasan tidak semata-mata diarahkan untuk mengurangi genangan, tetapi juga meningkatkan kualitas fasilitas pelayanan dasar.

Mengukur Keberhasilan dari Dampak, Bukan Seremoni

Pekerjaan drainase di Marelan kini memasuki tahap yang dapat diuji langsung oleh kondisi lapangan.

Ukuran keberhasilannya bukan hanya apakah 400 meter U-Ditch selesai dipasang atau apakah lumpur berhasil dikeruk. Pertanyaan yang lebih penting adalah: apakah air lebih cepat mengalir dan surut? Apakah rumah warga tidak lagi tergenang setelah jalan kering? Dan apakah titik rawan di Gang Jahe dan Karmila dapat dikendalikan?

Begitu pula dengan SD Negeri 060999. Keberhasilan renovasi nantinya tidak cukup dinilai dari bertambahnya lantai bangunan, tetapi dari apakah penambahan ruang benar-benar mengurangi keterbatasan pembelajaran dua shift dan memberikan lingkungan belajar yang lebih layak bagi siswa.

Di sinilah pendekatan kolaboratif menjadi penting.

Pemerintah dapat membangun infrastruktur, tetapi warga berada di garis depan untuk merasakan sekaligus mengawasi dampaknya. Sebaliknya, aspirasi masyarakat membutuhkan kapasitas pemerintah agar dapat diterjemahkan menjadi pekerjaan teknis dan kebijakan.

Dari Gotong Royong Menuju Solusi Berkelanjutan

Penanganan banjir Marelan menunjukkan bahwa masalah perkotaan yang menahun tidak dapat diselesaikan hanya dengan respons darurat ketika hujan datang.

Ada pekerjaan jangka pendek yang sedang dilakukan: pengerukan sedimentasi dan pemasangan U-Ditch sepanjang 400 meter.

Ada pula langkah lanjutan yang sedang direncanakan: pembagian aliran pembuangan Gang Jahe ke arah barat dan timur.

Untuk sektor pendidikan, terdapat agenda jangka panjang berupa renovasi SD Negeri 060999 menjadi bangunan dua lantai.

Tantangan berikutnya adalah menjaga agar solusi tersebut tidak berhenti sebagai proyek fisik. Drainase membutuhkan pemeliharaan, jalur aliran perlu dipantau, dan komunikasi antara pemerintah dengan warga perlu terus berjalan.

Jika hal tersebut dilakukan secara konsisten, gotong royong di Pasar 4 Timur dapat menjadi lebih dari sekadar kegiatan pembersihan saluran.

Ia dapat menjadi contoh bagaimana keluhan warga diterjemahkan menjadi agenda pembangunan, pengetahuan lokal dipadukan dengan intervensi pemerintah, dan keberhasilan pembangunan diukur dari perubahan nyata yang dirasakan masyarakat.

Bagi warga Marelan, indikator akhirnya tetap sederhana: ketika hujan datang, air mengalir sebagaimana mestinya—bukan masuk dan menetap di rumah mereka.(*)

 

 

 

 

Source: Penulis berita : Wilfrid Sinaga
Tags: #banjir Medan Utara#drainase Medan Marelan#Gang Jahe#gotong royong Medan.#Karmila#Rico Waas#U-Ditch MarelanPemko MedanSD Negeri 060999
SendShareTweet
Kembali

Transformasi Ekonomi Regional: IMT-GT Dituntut Hasilkan Investasi Nyata dan Kurangi Hambatan Batas

Lanjut

Tak Ingin Belawan Tertinggal, Wali Kota Medan Usulkan 35 Persen Anggaran untuk Pembangunan Medan Utara

Baca Juga

Jeritan Warga Langkat Tiga Pekan Krisis Air Akibat Longsor, Ini Respon Cepat Gubernur Bobby Nasution
Binjai

Jeritan Warga Langkat Tiga Pekan Krisis Air Akibat Longsor, Ini Respon Cepat Gubernur Bobby Nasution

12 September 2026
Gebrakan Bobby Nasution di IMT-GT Ke-32: Gaet Investasi Lewat Forum Sumatera 10
Ekonomi

Gebrakan Bobby Nasution di IMT-GT Ke-32: Gaet Investasi Lewat Forum Sumatera 10

12 September 2026
Walikota Medan: Munas BEM Politeknik di Medan Jadi Ajang Tempa Pemimpin Muda
Medan

Walikota Medan: Munas BEM Politeknik di Medan Jadi Ajang Tempa Pemimpin Muda

12 September 2026
Tak Ingin Belawan Tertinggal, Wali Kota Medan Usulkan 35 Persen Anggaran untuk Pembangunan Medan Utara
Medan

Tak Ingin Belawan Tertinggal, Wali Kota Medan Usulkan 35 Persen Anggaran untuk Pembangunan Medan Utara

12 September 2026
Transformasi Ekonomi Regional: IMT-GT Dituntut Hasilkan Investasi Nyata dan Kurangi Hambatan Batas
Ekonomi

Transformasi Ekonomi Regional: IMT-GT Dituntut Hasilkan Investasi Nyata dan Kurangi Hambatan Batas

12 September 2026
Menteri Ekonomi Malaysia Puji Potensi Sumut dan Kepemimpinan Gubernur Bobby Nasution
Internasional

Menteri Ekonomi Malaysia Puji Potensi Sumut dan Kepemimpinan Gubernur Bobby Nasution

12 September 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HPN 2026

POPULER

  • Rekonsiliasi Jakarta Raya: Saatnya Menguatkan BPH dan Menjaga Marwah PPTSB

    Rekonsiliasi Jakarta Raya: Saatnya Menguatkan BPH dan Menjaga Marwah PPTSB

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Meriahkan HUT ke-81 RI, Karang Taruna Desa Pollung Gelar Lomba Antardusun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Warisan Kita Hanya Kegaduhan? : Jadilah “Tua-Tua” yang Dicatat Sejarah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Konsolidasi Marga Sinaga: Sairon Deklarasi Maju Calon Ketum PPTSB 2026-2030

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemimpinan dalam Marga: Jangan Biarkan Ambisi Mengalahkan Persaudaraan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Eksklusif Wawancara Yohanes Suhardin: Dari Ruang Kuliah Menuju Panggung Advokasi Demi Penegakan Hukum Tanpa Politik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Koperasi Merah Putih di Taput Mandek, Tumonggi: Jangan Jadi Program di Atas Kertas!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
GALASIBOT.CO.ID

© 2015 GALASIBOT.CO.ID

Navigate Site

  • Beranda
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
    • Buku

© 2015 GALASIBOT.CO.ID

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In