Langkat I galasibot.co.id – Sudah tiga pekan lamanya warga Desa Telagah, Kecamatan Sungai Bingei, Kabupaten Langkat, hidup dalam bayang-bayang kesulitan. Jalur alternatif vital yang menghubungkan Kabupaten Langkat dengan Tanah Karo lumpuh total akibat longsor, sementara pipa distribusi air bersih terputus seketika, meninggalkan ratusan kepala keluarga kehausan dan terisolasi.
Di tengah keluhan yang kian mendesak, secercah harapan akhirnya tiba. Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution bersama Plt Bupati Langkat Tiorita Br Surbakti turun langsung meninjau lokasi bencana di Dusun Pamah Semelir, Jumat (11/9/2026), guna memastikan langkah penanganan cepat bagi warga terdampak.
Krisis Air Bersih 3 Pekan dan Lumpuhnya Jalur Karo-Langkat
Bencana longsor yang menerjang kawasan Pamah Semelir tidak hanya merusak infrastruktur jalan, tetapi juga memutus urat nadi kehidupan masyarakat sehari-hari. Sebagian badan jalan ambles parah hingga saat ini hanya menyisakan ruang sempit yang sangat rawan dan berbahaya dilalui kendaraan.
Dampaknya langsung dirasakan oleh warga sekitar. Distribusi barang terhambat total, mobilitas ekonomi antara Langkat dan Karo macet, dan yang paling menyiksa: krisis air bersih.
“Akibat jalan longsor, masyarakat sudah tiga pekan tidak mendapatkan air bersih. Terputusnya akses jalan juga menghambat distribusi barang serta aktivitas masyarakat dari Karo ke Langkat dan sebaliknya,” ungkap Ade Sembiring, warga Desa Telagah, dengan nada penuh harap.
Solusi Cepat Pemprov Sumut: Kirim Pasokan Air hingga Akses Sementara
Menanggapi jeritan warganya, Gubernur Bobby Nasution langsung bergerak cepat di lapangan. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut memastikan bahwa perbaikan permanen jalan longsor tersebut akan mulai dikerjakan pada Oktober 2026 mendatang karena statusnya yang sangat mendesak.
Sambil menanti pengerjaan permanen dimulai, Pemprov Sumut berkolaborasi dengan Pemkab Langkat untuk segera membangun jalur akses sementara. Langkah ini diambil agar aktivitas mobilitas warga tidak lumpuh total.
Tidak hanya itu, merespons jeritan warga yang haus akibat pipa putus, solusi darurat langsung disiapkan. “Nanti kita kirim air ya untuk masyarakat,” tegas Bobby di hadapan warga. Di sisi lain, Plt Bupati Langkat Tiorita Br Surbakti memastikan pihaknya langsung bergerak memperbaiki pipa saluran air bersih yang terputus agar kebutuhan esensial warga segera terpenuhi.
Suara Warga Telagah: Menanti Pemulihan Urat Nadi Ekonomi
Bagi masyarakat di kaki bukit Pamah Semelir, infrastruktur jalan bukan sekadar aspal dan beton, melainkan jalan keselamatan untuk bertahan hidup dan mencari nafkah. Rusaknya jalur penghubung antarwilayah ini memukul telak sektor perdagangan lokal dan aktivitas harian warga.
Kehadiran kepala daerah yang turun langsung meninjau titik longsor setidaknya mengobati kecemasan warga, namun pengawalan hingga realisasi Oktober mendatang tetap menjadi penantian utama publik.
“Harapan kami kepada Bapak Gubernur agar jalan kami ini segera diperbaiki agar seluruh aktivitas masyarakat lancar. Begitu juga dengan ketersediaan air bersih yang terputus,” tambah Ade Sembiring.(*)
Source:
Penulis berita : Andi










