MEDAN | galasibot co id — Parsadaan Pomparan Toga Sinaga Boru dan Bere (PPTSB) menggelar Musyawarah Besar (Mubes) XVI di Kota Medan, Jumat (30/10/2026). Ketua Umum PPTSB, Ir. Edison Sinaga, mengingatkan seluruh peserta agar menjaga persatuan dan menghindari pengelompokan yang dapat merusak organisasi.
Forum tertinggi organisasi ini menjadi momentum konsolidasi internal serta evaluasi program kerja. Edison menyebutkan, PPTSB saat ini menaungi lebih dari satu juta anggota yang tersebar di 20 provinsi dan 157 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.
”Potensi sebesar ini harus menjadi kekuatan membangun organisasi yang mandiri,” kata Edison dalam sambutannya. Ia menegaskan, perbedaan pandangan dalam musyawarah merupakan hal wajar namun tidak boleh memecah keutuhan anggota.
Fokus Pengelolaan Aset Organisasi
Selain soliditas, Edison menekankan pentingnya pengamanan aset organisasi. PPTSB kini memiliki sejumlah aset strategis berupa tanah, gedung kantor, dan Wisma Tosin seluas 5.297 meter persegi.
Seluruh aset tersebut telah resmi dibaliknamakan atas nama organisasi pada Desember 2024. Ia meminta pengurus baru kelak menjaga aset tersebut secara bertanggung jawab demi kepentingan generasi mendatang.
Dalam kesempatan yang sama, Edison mengapresiasi para pengurus daerah yang menempuh perjalanan jauh demi menghadiri Mubes. Ia berpesan agar persaudaraan tetap diutamakan di atas kepentingan jabatan apa pun.
Partisipasi Tinggi dari Seluruh Indonesia
Sementara itu, Ketua Panitia Mubes XVI, Prof. Dr. Jon Piter Sinaga, melaporkan tingginya antusiasme peserta dari berbagai daerah. Sebanyak 111 dari 157 cabang serta 18 wilayah hadir secara langsung maupun daring dari Aceh hingga Papua.
Pelaksanaan Mubes tahun ini mengusung konsep hybrid dan paperless sebagai bentuk adaptasi teknologi digital. Panitia berharap ajang ini menghasilkan keputusan strategis untuk kemajuan organisasi ke depan.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara yang diwakili Agustinus Panjaitan turut mengapresiasi peran aktif PPTSB. Pemprov Sumut mendorong agar organisasi marga ini terus melestarikan adat budaya serta melibatkan generasi muda dalam kepengurusan.(*)










