SIMALUNGUN I galasibot.co.id — Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mendorong ekspansi operasional produksi Fatty Alcohols PT Unilever Oleochemical Indonesia di KEK Sei Mangkei. Langkah ini diharapkan mampu memperluas penyerapan tenaga kerja lokal serta memperkuat kemitraan dengan UMKM.
Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya meresmikan perluasan investasi senilai US$155 juta tersebut di Marvel 3 Hall KEK Sei Mangkei, Simalungun, Rabu (26/8/2026). Ia menekankan bahwa keberhasilan investasi harus memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat sekitar.
Utamakan Tenaga Kerja dan UMKM Lokal
Surya meminta pengelola dan investor di KEK Sei Mangkei melibatkan pelaku usaha lokal. Menurutnya, keterlibatan UMKM sangat penting dalam membangun ekosistem industri yang tangguh dan inklusif.
“Keberhasilan investasi diukur dari dampaknya bagi masyarakat. Kami ingin industri besar tumbuh bersama tenaga kerja dan UMKM lokal,” ujar Surya.
Ia menambahkan, Sumatera Utara memiliki potensi bahan baku sawit yang melimpah. Produksi kelapa sawit di daerah ini mencapai 5,2 juta ton pada 2024. Pemprov Sumut berkomitmen menjaga iklim investasi tetap kondusif melalui kepastian hukum dan kemudahan berusaha.
Dukungan Infrastruktur dan Energi Terbarukan
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung infrastruktur KEK Sei Mangkei. Pembangunan jaringan pipa gas Dumai–Sei Mangkei senilai Rp3,5 triliun terus dipacu untuk menjamin pasokan energi industri.
Pemerintah juga mempercepat operasional PLTA Batang Toru berkapasitas 510 MW dan PLTA Asahan 3 berkapasitas 150 MW. Pasokan listrik berbasis energi terbarukan ini diproyeksikan meningkatkan bauran EBT di Sumut hingga 40 persen.
Kontribusi Besar Hilirisasi Sawit
Sekjen Dewan Nasional KEK Rizal Edwin Manansang mencatat akumulasi investasi KEK Sei Mangkei mencapai US$1,87 miliar hingga pertengahan 2026. PT UOI menjadi *anchor investor* dengan kontribusi ekspor menyumbang US$403 juta pada Semester I-2026.
Sementara itu, Chief Supply Chain Officer Unilever Willem Uijen menyatakan optimismenya. Fasilitas UOI kini diproyeksikan mampu mengekspor hingga 600.000 ton produk oleokimia ke 30 negara dengan nilai mencapai US$800 juta.
Peresmian ini turut dihadiri Direktur Utama PTPN IV Jatmiko Krisna Santosa, Bupati Simalungun Anton Achmad Saragih, Bupati Batubara Baharuddin Siagian, serta jajaran Forkopimda.(*)
Source:
Penulis berita : Wilfrid Sinaga










