Deli Serdang | galasibot.co.id — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat agar selalu menggunakan data dan informasi cuaca resmi dari pemerintah. Imbauan ini dikeluarkan menyusul maraknya penggunaan aplikasi cuaca pihak ketiga di ponsel pintar yang kerap bersumber dari instansi luar negeri dan dinilai kurang akurat.
Pernyataan tersebut disampaikan Kasub BMKG Sampali Deli Serdang, Wahyudin, SP., M.I.Com., di kantornya, Jalan Meteorologi Nomor 71, Sampali, Kabupaten Deli Serdang, Jumat (16/10/2026).
Sumber Global Berbeda dengan Data Resmi
Wahyudin menjelaskan, banyak aplikasi prakiraan cuaca di Google Play Store maupun AppStore menampilkan wilayah Indonesia, namun sumber datanya bukan berasal dari BMKG.
“Banyak informasi cuaca berbasis aplikasi di smartphone kadang kurang akurat. Hal ini terjadi karena sumber data dan informasi tersebut bersifat global dan bersumber dari instansi di luar Indonesia,” ungkap Wahyudin.
Kondisi tersebut sering membuat masyarakat keliru dan mengira informasi cuaca yang mereka lihat berasal langsung dari instansi resmi pemerintah Indonesia.
Dasar Hukum dan Rujukan Resmi
Wahyudin menegaskan, perkiraan cuaca yang valid dan menjadi patokan resmi untuk beraktivitas di wilayah Indonesia hanya dikeluarkan oleh BMKG. Kewenangan ini diatur secara resmi melalui Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2009 tentang Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika.
Masyarakat diimbau untuk mengunduh dan memanfaatkan aplikasi resmi pemerintah, yaitu “info BMKG”, guna menghindari informasi cuaca yang tidak valid demi kelancaran dan keselamatan beraktivitas.(*)
Source:
Penulis berita : Yose Simamora










