JAKARTA | galasibot.co.id — Pasar kerajinan dunia menyimpan potensi ekonomi yang sangat besar dengan nilai perputaran uang yang masif. Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian mengungkapkan bahwa nilai ekonomi sektor kerajinan global pada tahun 2026 diperkirakan mencapai sekitar US$3.000 miliar atau setara dengan US$3 triliun. Di tengah besarnya kue ekonomi global tersebut, Indonesia memiliki modal sosial dan budaya yang kuat untuk mengambil porsi yang lebih signifikan.
Potensi pendapatan dari sektor kerajinan dunia saat ini masih didominasi oleh sejumlah negara yang memproduksi hasil kerajinan tangan secara masif, seperti Cina, India, Vietnam, hingga Filipina. Kendati demikian, Indonesia menyimpan kekayaan produk kriya yang luar biasa dari Sabang sampai Merauke yang dapat diandalkan untuk bersaing di kancah internasional.
Menggali Kekayaan Kriya dan Budaya Daerah
Kekayaan produk kriya Indonesia tecermin dari ragam kerajinan tangan yang dihasilkan oleh para perajin lokal di berbagai daerah. Mulai dari tenun, kain tradisional, motif songket khas daerah, kerajinan kayu, perhiasan, hingga berbagai produk kreatif lokal lainnya yang memiliki nilai seni tinggi.
Menurut Mendagri, produk-produk kerajinan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai komoditas ekonomi semata, melainkan juga memiliki arti penting sebagai identitas budaya bangsa Indonesia. Perpaduan antara nilai estetika budaya dan fungsi komersial inilah yang menjadi kekuatan utama bagi sektor kerajinan nasional.
“Kita melihat sendiri bagaimana ragam kerajinan kita. Dari yang tenun, kain, motif songket, dari kayu, kerajinan perhiasan, kerajinan tadi banyak sekali yang sangat kreatif,” ujar Mendagri dalam penutupan pameran Kriyanusa Tahun 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Rabu (30/9/2026).
Peran UMKM dan Tantangan Daya Saing
Sektor kerajinan di Indonesia bertumpu langsung pada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta industri kreatif. Keberadaan para perajin lokal menjadi motor penggerak utama dalam mendistribusikan nilai tambah ekonomi hingga ke tingkat akar rumput.
Meski demikian, besarnya potensi pasar global tidak otomatis membuat produk dalam negeri langsung menguasai pangsa pasar internasional. Besarnya peluang tersebut diiringi oleh tantangan nyata bagi para pelaku industri kriya untuk terus meningkatkan kualitas produk, desain, inovasi, konsistensi produksi, serta kemampuan memperluas akses pemasaran.
Oleh karena itu, penguatan kapasitas UMKM melalui peningkatan mutu desain dan standar produk menjadi kunci agar kerajinan Indonesia mampu bersaing secara kompetitif di pasar global. Peran pembinaan yang berkelanjutan dari lembaga seperti Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) menjadi instrumen penting dalam menjembatani perajin lokal agar naik kelas.
Ajang Kriyanusa 2026 sebagai Sarana Perluasan Pasar
Sebagai upaya memperkuat promosi dan memperluas jaringan pasar bagi pelaku usaha kriya, Dekranas kembali menggelar pameran kerajinan nusantara berskala nasional, Kriyanusa 2026, yang berlangsung sejak tanggal 26 hingga 30 September 2026 di JICC Jakarta.
Ajang pameran ini berfungsi sebagai ruang strategis bagi UMKM daerah untuk memperkenalkan produk unggulan mereka kepada khalayak yang lebih luas, baik pembeli domestik maupun calon pembeli internasional. Melalui promosi yang konsisten, produk kriya daerah diharapkan mendapat tempat yang lebih kokoh di pasar ekonomi nasional maupun global.
Dalam arahannya kepada para pengurus Dekranas dan Dekranasda, Mendagri berpesan agar seluruh pihak terus berkesinambungan mengoptimalkan potensi kerajinan daerah demi memperkuat kontribusi sektor ini terhadap perekonomian nasional.
“Nasib bangsa ini untuk kerajinan bisa dipercaya di tingkat dunia di tangan kita semua, di tangan Ibu-Ibu sekalian,” tandasnya sekaligus memberikan apresiasi atas dedikasi para perajin dalam menjaga kelangsungan industri kriya.
Rangkaian pameran Kriyanusa 2026 secara resmi ditutup oleh Mendagri pada Rabu sore. Penutupan acara tersebut turut dimeriahkan dengan aksi fashion show oleh para Ketua Dekranasda dari 32 provinsi serta penampilan seni angklung serentak yang dibawakan oleh para tamu undangan. Hadir pula dalam kesempatan tersebut Menteri UMKM Maman Abdurahman beserta jajaran, Ketua Harian Dekranas Tri Tito Karnavian, para ibu anggota Seruni Kabinet Merah Putih, serta sejumlah pejabat pusat dan daerah.(*)










