Rico Waas Gotong Royong dan Sapa Warga di Medan Area, Drainase hingga Keamanan Jadi Perhatian

Medan, News23 Dilihat
banner 468x60
MEDAN I  galasibot.co.id – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menindaklanjuti berbagai persoalan warga Kelurahan Tegal Sari III, Kecamatan Medan Area, melalui kegiatan gotong royong dan Sapa Warga, Sabtu (7/11/2026).

Sejumlah persoalan menjadi perhatian, mulai dari genangan air, penumpukan sampah, kerusakan jalan, hingga keamanan lingkungan. Rico juga mengajak perangkat daerah dan masyarakat berkoordinasi untuk mencari solusi atas setiap persoalan tersebut.

Sebelum berdialog dengan warga di Gereja HKBP Pengembangan, Jalan Mamiyai, Rico bersama jajaran terlebih dahulu mengikuti gotong royong membersihkan drainase. Mereka mengangkat tumpukan sampah dan sedimentasi yang menghambat aliran air.

banner 336x280

Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi turut mengerahkan alat berat untuk membantu pengerukan saluran.

Dalam kegiatan Sapa Warga, Rico mendengarkan langsung berbagai aspirasi masyarakat. Ia didampingi Pj Sekda yang juga Inspektur Kota Medan Erfin Fachrurrazi, Anggota DPRD Medan Afif Abdillah, sejumlah pimpinan perangkat daerah, serta Camat Medan Area Dedy Rustam Alamsyah Nasution.

Rico sengaja membawa pimpinan perangkat daerah agar setiap persoalan dapat langsung dikoordinasikan dengan instansi terkait. Dengan demikian, pemerintah dapat menentukan tindak lanjut sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.

Pemko Medan Siapkan Pembenahan Drainase

Menanggapi keluhan warga mengenai genangan yang dapat meningkat dalam waktu sekitar 30 menit, Rico menjelaskan bahwa Pemko Medan telah mengerahkan alat berat untuk mengeruk drainase di kawasan tersebut.

Namun, pengerukan belum cukup untuk mengatasi persoalan genangan. Sejumlah saluran memiliki ukuran relatif sempit, bahkan hanya sekitar 40–50 sentimeter.

Kondisi tersebut membuat daya tampung dan aliran air tidak lagi memadai ketika volume air meningkat saat hujan. Karena itu, Pemko Medan membutuhkan penanganan lebih menyeluruh melalui pembangunan drainase baru di sejumlah titik.

Pemko Medan juga merencanakan pembangunan drainase tambahan di kawasan lain. Langkah ini bertujuan memperlancar aliran air dan mengurangi risiko genangan.

Rico turut mengajak masyarakat menjaga kebersihan saluran dengan tidak membuang sampah ke parit maupun gorong-gorong.

Ia menyebut produksi sampah di Kota Medan mencapai sekitar 1.600 ton setiap hari. Karena itu, penanganannya membutuhkan keseriusan pemerintah sekaligus dukungan masyarakat.

Rico meminta Dinas Lingkungan Hidup terus mengoptimalkan pembenahan kebersihan kota.

Selain drainase, warga juga menyampaikan kerusakan jalan menuju Kantor Lurah Tegal Sari III. Rico memastikan perbaikan jalan tersebut telah masuk dalam perencanaan pengerjaan tahun 2027.

Terkait jembatan penghubung Gang Santun menuju Gang Dame, Rico meminta Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi memeriksa kemungkinan peninggian jembatan.

Siskamling dan CCTV Jadi Perhatian

Persoalan keamanan lingkungan juga mengemuka dalam pertemuan tersebut. Pendeta Resort HKBP Pengembangan, RYNS Warjono Pasaribu, S.Sos., M.Div., mengungkapkan gereja pernah kehilangan satu unit keyboard dan tiga unit pendingin ruangan atau AC akibat pencurian.

Ia berharap pemerintah dan masyarakat memperkuat sistem keamanan lingkungan atau siskamling. Pihak gereja bahkan menyatakan kesediaannya membantu kebutuhan pendukung kegiatan tersebut.

Menanggapi aspirasi itu, Rico meminta lurah berkoordinasi dengan masyarakat, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas untuk mengoptimalkan pengamanan lingkungan.

Ia juga meminta pendataan jumlah pos kamling, kondisi fasilitas, serta kebutuhan pendukungnya. Data tersebut akan menjadi bahan bagi pemerintah untuk menentukan bentuk bantuan.

“Pak Lurah, tolong koordinasikan kepada warga dan juga kepada rekan-rekan Babinsa, Bhabinkamtibmas, bagaimana menciptakan siskamling yang baik. Tolong diaktifkan pos-pos kamlingnya. Titik pos kamlingnya ada berapa, benahi, minta datanya, apa kebutuhannya, nanti kita akan coba membantu,” ujar Rico.

Selain penguatan keamanan berbasis masyarakat, Rico menyampaikan Pemko Medan telah menganggarkan pengadaan 10.000 titik CCTV untuk tahun mendatang.

Sebanyak 500 titik direncanakan tersebar di setiap kecamatan. Pemasangan CCTV tidak hanya menyasar jalan utama, tetapi juga jalan lingkungan dan kawasan permukiman.

“Jangan jalan besar saja yang kita pasang CCTV, tapi bagian kecil-bagian kecil jalan ini juga harus kita pantau,” katanya.

Penerangan Jalan dan Pemangkasan Pohon

Warga juga menyampaikan kebutuhan penerangan jalan serta pemangkasan pohon yang terlalu rindang atau mengalami pengeroposan.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Rico langsung menginstruksikan Dinas Perhubungan memasang lampu penerangan di titik yang dikeluhkan warga.

Ia juga meminta Dinas Lingkungan Hidup segera memangkas pohon yang berpotensi membahayakan masyarakat.

Melalui kegiatan gotong royong dan Sapa Warga, Rico mendorong koordinasi antarperangkat daerah serta partisipasi masyarakat dalam menangani persoalan kota.

Ia berharap setiap aspirasi warga dapat ditindaklanjuti perangkat daerah sesuai kebutuhan dan kewenangannya.(*)

 

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *