DOLOKSANGGUL I galasibot.co.id – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) resmi menggelar pelatihan bagi petugas Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) sebagai langkah awal persiapan krusial pelaksanaan pendataan di lapangan. Saat membuka kegiatan di Coffee Hotel Akasi, Doloksanggul, Senin (8/6/2026), Kepala BPS Humbahas, Tomry Aritonang, menjelaskan bahwa pelatihan yang melibatkan 230 peserta ini dilaksanakan secara bergelombang melalui metode tatap muka dan mandiri, yakni gelombang pertama pada 2–5 Juni 2026 serta gelombang kedua pada 8–11 Juni 2026.
Tomry Aritonang menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan pemahaman seluruh petugas dalam melaksanakan tugas sensus, khususnya saat melakukan pendataan langsung ke rumah warga dan pelaku usaha di seluruh wilayah Kabupaten Humbang Hasundutan. Sesuai jadwal, SE2026 akan berlangsung mulai 15 Juni 2026 hingga 31 Agustus 2026, di mana petugas akan menyambangi rumah tangga dan pelaku usaha untuk mengumpulkan data ekonomi yang akurat dan menyeluruh.
Dukungan Pemerintah Daerah
Guna menyukseskan agenda ini, Bupati Humbahas, Dr. Oloan P. Nababan, telah menerbitkan Surat Edaran kepada Pimpinan Perangkat Daerah untuk memberikan dukungan penuh terhadap program “Ngibar” (Ngisi Bareng Sensus Ekonomi 2026). Program Ngibar sendiri merupakan inovasi strategi BPS, di mana para pimpinan perangkat daerah diminta memfasilitasi BPS agar pendataan berjalan maksimal.
Sebelumnya, pada 9 Maret 2026, BPS telah melakukan sosialisasi ke Kantor Kominfo Humbahas. Kadis Kominfo, Adrianus Mahulae, menegaskan bahwa SE2026 memiliki peran strategis untuk menyediakan data mengenai struktur ekonomi serta potensi pembangunan daerah sebagai dasar perumusan kebijakan yang tepat sasaran.
Sinergi dan Pesan bagi Petugas
Dalam kegiatan pelatihan tersebut, Dinas Kominfo Humbahas diwakili oleh Kasi Statistik dan Persandian, Rukmunal H. Siregar, SH. Ia menegaskan bahwa SE2026 adalah agenda nasional yang krusial bagi arah pembangunan ekonomi. Rukmunal menekankan agar para petugas memanfaatkan ilmu dari instruktur sebagai modal utama di lapangan.
“Dalam pelaksanaan di lapangan, lakukan pendekatan secara persuasif kepada warga, termasuk berkoordinasi dengan Lurah, Kepala Desa, dan perangkat desa agar proses pendataan berjalan lancar, cepat, dan tepat. Pendataan ini bukan hanya tugas BPS, tetapi tugas bersama dengan dukungan penuh seluruh komponen masyarakat,” tegas Rukmunal.
Ia pun mengajak seluruh pihak untuk bersinergi demi keberhasilan sensus ini. “Mari kita sukseskan SE2026 di Kabupaten Humbang Hasundutan untuk membangun masyarakat adil, makmur, lestari, dan berkeadaban, serta untuk Indonesia sebagai negara maju yang berdaulat, adil, dan makmur,” tutupnya.(*)











