Depok | Galasibot.co.id
Perayaan Natal bersama Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia Setempat (PGIS) Kota Depok telah diselenggarakan pada Jumat (16/1/2026). Kegiatan tersebut digelar di Gedung Gereja GBI, Jalan Kamboja No. 18, Depok, dan dihadiri ribuan jemaat dari berbagai denominasi gereja.
Suasana ibadah Natal berlangsung khidmat serta dipenuhi sukacita. Kehadiran jemaat yang memadati gedung gereja menjadi penanda kuatnya semangat kebersamaan umat Kristen di Kota Depok.
Dihadiri Unsur Pemerintah dan Tokoh Lintas Lembaga
Dalam perayaan tersebut, kehadiran sejumlah tokoh telah dicatat oleh panitia. Camat Sukmajaya, Christine Desima Tobing, tampak hadir bersama beberapa anggota DPRD Kota Depok, di antaranya Binton Nadapdap, Fransiscus Samosir, dan Samuel Bonardo Situmorang.
Selain itu, acara turut dihadiri Ketua PGIS Depok Pdt. Romy S. Palit, Sekretaris Umum PGIS Mangaranap Sinaga, serta perwakilan lintas unsur lainnya. Kehadiran para tokoh tersebut dinilai memperkuat pesan kebersamaan dan toleransi antarumat beragama.
Tema Natal Tekankan Peran Keluarga
Perayaan Natal PGIS Depok tahun ini diangkat berdasarkan Injil Matius 1:21–24 dengan tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga”. Subtema yang diusung menekankan panggilan keluarga Kristen dan gereja di Kota Depok untuk mewujudkan damai sejahtera, keadilan, keutuhan ciptaan, serta terang Tuhan bagi kesejahteraan kota.
Melalui tema tersebut, pesan Natal diarahkan pada penguatan peran keluarga sebagai fondasi utama kehidupan bergereja dan bermasyarakat.
Ibadah Dipimpin Praeses HKBP
Ibadah Natal dipimpin oleh Praeses HKBP, Pdt. Ridoi Batubara, S.Th., M.Pd.K. Dalam khotbahnya, pentingnya peran keluarga Kristen telah ditekankan sebagai dasar dalam membangun kehidupan sosial yang damai dan berkeadilan.
Pesan rohani tersebut disampaikan secara mendalam dan diterima jemaat dengan penuh perhatian.
Pesan Natal dan Antusiasme Jemaat
Usai ibadah, pesan Natal disampaikan oleh Ketua Umum PGIS Depok, Pdt. Romy S. Palit. Ia mengajak setiap keluarga Kristen untuk hidup rukun, saling mengasihi, serta menjadi berkat bagi lingkungan sekitar.
Disampaikan pula bahwa jumlah kehadiran jemaat telah melampaui target panitia. Dari 1.500 undangan yang disiapkan, sekitar 2.100 jemaat tercatat menghadiri perayaan Natal bersama tersebut.
Persembahan Natal untuk Korban Bencana
Ketua Panitia Natal PGIS Depok, Jisman Hutasoit, menyampaikan bahwa perayaan Natal tahun ini berjalan lancar dan melampaui ekspektasi. Selain itu, hasil persembahan Natal telah direncanakan untuk disalurkan kepada korban bencana di wilayah Sumatera.
Langkah tersebut dinilai sebagai wujud nyata kepedulian sosial gereja terhadap sesama.
PGIS Soroti Isu Toleransi Beribadah
Sementara itu, Sekretaris Umum PGIS Depok, Mangaranap Sinaga, menegaskan bahwa toleransi seharusnya dimulai dari keteladanan para pemimpin daerah. Ia menyoroti masih adanya persoalan kebebasan beribadah, termasuk sulitnya pendirian rumah ibadah di sejumlah wilayah Kota Depok.
Menurutnya, hal tersebut perlu menjadi perhatian serius pemerintah daerah demi terwujudnya toleransi yang sejati.
“Toleransi harus dimulai dari pemimpin. Pemimpin harus menjadi contoh bagi masyarakat,” tegasnya.(*)











