Kalsel I galasibot.co.id
Di tengah peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2025 di Banjarmasin, Dahlan Iskan, mantan Menteri BUMN dan tokoh media, mengungkapkan pandangannya mengenai perubahan mendalam yang terjadi pada dunia jurnalistik, khususnya dalam era media sosial. Dahlan menilai bahwa media sosial (medsos) telah mengubah cara berpikir masyarakat dan memengaruhi cara wartawan menulis. Menurutnya, medsos membuat masyarakat cenderung membaca dengan cepat dan dangkal, sehingga tulisan panjang sudah tidak lagi diminati.
“Penyakit media sosial ini membuat masyarakat sudah tidak ingin lagi membaca tulisan panjang. Medsos bikin masyarakat membaca pendek,” ujarnya, menyoroti dampak signifikan dari kemajuan digital terhadap kebiasaan membaca.
Dahlan Iskan melontarkan pertanyaan mendalam, apakah tulisan wartawan saat ini masih relevan dengan masyarakat? Ia mengamati adanya pergeseran doktrin jurnalistik dari zaman dulu yang lebih mengutamakan kepentingan umum, menuju kepentingan pribadi. “Dulu, wartawan berpikir, apa makna kepentingan umum dari tulisan yang kita buat? Sekarang, tulisan lebih berfokus pada kepentingan pribadi pembaca,” ujarnya.
Menurutnya, hal ini menyebabkan tulisan yang tidak menyentuh kepentingan pribadi atau kebutuhan langsung pembaca akan sulit mendapatkan perhatian. “Jadi tulisan Anda, apa kepentingannya dengan pribadi kami? Kalau tidak ada, enggak akan dibaca,” tambah Dahlan, yang menegaskan pentingnya memahami kebutuhan pribadi audiens dalam penulisan di era digital.
Tak hanya itu, Dahlan juga menyentuh masalah finansial yang dihadapi oleh perusahaan media di tengah perkembangan platform digital. Ia mempertanyakan apakah perusahaan media masih bisa mencari keuntungan di tengah pemangkasan anggaran pemerintah dan dominasi platform digital. “Bagaimana Komite Penanggung Jawab ini bisa menghadapi perusahaan platform digital dan mendapatkan uang dari sana?” tanya Dahlan, mengajak peserta untuk mendiskusikan bagaimana mencari solusi keuangan dalam menghadapi tantangan digitalisasi media.
Seminar ini menjadi momen penting bagi kalangan media untuk merenungkan peran dan masa depan industri jurnalistik dalam menghadapi revolusi digital, dan bagaimana media dapat tetap relevan serta menguntungkan di tengah tantangan yang ada.(*)











