Medan l galasibot.co.id
Tokoh nasional Dr Muhammad Zainul Majdi MA yang populer dikenal Tuan Guru Bajang (TGB) mengunjungi Pondok Pesantren (Ponpes) Ma’had Fahmussalam Al-Aziziyah di Jalan Karya IV, Marindal, Kabupaten Deliserdang, Jumat (14/10/2022).
Kunjungan mantan Gubernur NTB dua periode tersebut dalam rangka menjalin silaturrahmi dengan pengurus ponpes dan santri santriwati setempat.
Dan rombongan disambut pengurus ponpes yang dipimpin dr Fahmi Karimuddin bersama santri dan santriwati.
Tak hanya itu, TGB memotivasi para santri santriwati yang sudah kukuh untuk berpisah dengan orangtua supaya belajar bersungguh -sungguh.
Ia mengatakan, para santri yang bergabung belajar di ponpes tersebut sudah melangkah dan berjuang menuju masa depan yang cerah yang diridhai Allah SWT.
Selanjutnya, setelah menyelesaikan studi akan terjun ke masyarakat untuk mengabdi pada berbagai bidang.
TGB berpesan bahwa perjalanan menuju sekaligus meraih masa depan membutuhkan proses. Karena itu, TGB berpesan kepada para santri agar memedomani petunjuk petunjuk yang diberikan Allah melalui para nabi.
Ketua Persatuan Alumni Universitas Al-Azhar Kairo juga mengingatkan para santri agar menjadikan sesama santri sebagai teman seumur hidup dalam berjuang meraih masa depan sekaligus untuk berdoa buat sesama rekannya.
Fahmi Karimuddin mengatakan ponpes yang baru berusia beberapa tahun itu mengasuh ratusan santri santriwati.
Para santri dan santriwati yang ditampung di ponpes tersebut berasal dari Sumatera Utara, Aceh dan daerah lainnya.
Dalam kunjungan dan silaturrahmi tersebut TGB yang merupakan Ketua Nasional DPP Partai Perindo didampingi para pengurus DPW Perindo Sumut di antaranya Ketua Rudi Zulham Hasibuan, Sekretaris Donna Julietta Siagian, Bendahara Januazir Chuwady, Budianta Tarigan, Tatang Ginting dan lainnya.
Pada kesempatan itu dr Karimuddin memaparkan sejarah singkat pendirian dan perjalanan ponpes tersebut. Teranyar, ponpes tersebut akan menjadi tuan rumah lomba pembacaan Al-Qur’an tingkat Kabupaten Deli Serdang dalam rangka memeringati Hari Santri yang puncaknya jatuh pada 22 Oktober 2022.
Karimuddin menyebutkan ponpes yang baru berdiri beberapa tahun tersebut masih membutuhkan berbagai pembenahan khususnya sarana dan prasarana infrastruktur.(*)
Penulis: Romulo / Editor: Pangihutan Sinaga










