PEMATANGSIANTAR | galasibot.co.id — Keluarga besar Punguan Silauraja Indonesia menyatakan sikap tegas atas tragedi kemanusiaan yang menimpa almarhum Jaka Malau. Korban diduga meninggal dunia akibat dikeroyok oleh enam orang di Kota Pematangsiantar, Sumatra Utara.
Merespons peristiwa keji tersebut, Ketua Umum Punguan Silauraja Indonesia, Daslan Malau, secara langsung menyampaikan rasa duka cita mendalam sekaligus mengutuk keras tindakan para pelaku.
“Kami mengutuk keras segala bentuk tindakan kekerasan yang menghilangkan nyawa seseorang. Tindakan para pelaku merupakan perbuatan yang tidak berperikemanusiaan, melanggar hukum, serta telah merampas hak hidup almarhum Jaka Malau,” tegas Daslan Malau dalam keterangan resminya.
Kawal Ketat Proses Hukum
Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Punguan Silauraja Indonesia memastikan tidak akan tinggal diam. Mereka akan mengawal ketat seluruh proses hukum penanganan kasus kematian Jaka Malau agar berjalan secara profesional, transparan, dan berkeadilan.
Langkah pengawalan ini melibatkan sinergi dari berbagai tingkatan pengurus, di antaranya:
- Abosden Gurning (Ketua DPD Punguan Silauraja Indonesia Provinsi Sumatra Utara)
- Lasman Malau (Ketua DPC Punguan Silauraja Indonesia Kota Pematangsiantar)
- Ketua Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) DPP Punguan Silauraja Indonesia.
4 Tuntutan Tegas Punguan Silauraja kepada Aparat Penegak Hukum
Demi tegaknya keadilan, Punguan Silauraja Indonesia mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengambil tindakan konkret, yaitu:
- Mengusut tuntas kasus pengeroyokan yang mengakibatkan meninggalnya Jaka Malau.
- Menangkap dan memproses seluruh pihak yang terlibat sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
- Menjamin tidak ada pihak yang kebal hukum dalam penanganan perkara ini.
- Memberikan rasa keadilan yang seadil-adilnya kepada keluarga korban.
Imbauan untuk Menjaga Kondusivitas
Di samping menuntut keadilan, pengurus pusat juga mengajak seluruh keluarga besar Silauraja—yang meliputi marga Malau, Manik, Ambarita, dan Gurning—serta masyarakat luas untuk tetap tenang.
Masyarakat diimbau agar menjaga ketertiban, tidak mudah terprovokasi, dan mempercayakan proses penegakan hukum kepada aparat yang berwenang. Kendati demikian, pengawasan jalannya proses hukum harus tetap dilakukan secara damai dan bermartabat.
“Nyawa manusia tidak dapat digantikan oleh apa pun. Keadilan bagi almarhum Jaka Malau harus ditegakkan, dan para pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum,” tutup pernyataan resmi bersama yang ditandatangani oleh Daslan Malau, Abosden Gurning, dan Lasman Malau.(*)











