Pematang Raya I galasibot.co.id
Pemerintah Kabupaten Simalungun resmi membuka Konsultasi Publik Rencana Awal (Ranwal) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2024–2029 dan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2026. Acara tersebut dibuka langsung oleh Bupati Simalungun, Anton Achmad Saragih didampingi Wakil Bupati Benny Gusman Sinaga, bertempat di Balei Harungguan Djabanten Damanik, Kantor Bupati Simalungun, Pematang Raya.
Kegiatan diawali dengan pertunjukan tor-tor sombah dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan pemukulan gong sebagai simbol dimulainya konsultasi publik. Hadir secara daring melalui Zoom, Direktur Perencanaan Evaluasi dan Informasi Pembangunan Daerah Dirjen Bina Bangda Kemendagri, Iwan Kurniawan. Turut hadir secara langsung Asisten Administrasi Umum Provinsi Sumatera Utara Lies Handayani Siregar, Anggota DPRD Prov. Sumut Dapil X Siantar-Simalungun, Forkopimda, unsur akademisi, dunia usaha, hingga lembaga keuangan.
Kepala Bapperida Simalungun, Ronald Tambun dalam laporannya menyampaikan bahwa konsultasi ini merujuk pada regulasi terbaru yaitu UU No 25 Tahun 2024 dan UU No 23 Tahun 2014, serta Permendagri No 86 Tahun 2017. Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk memastikan keterpaduan program antar pemangku kepentingan sehingga dokumen perencanaan daerah mampu menjawab tantangan saat ini dan masa depan.
Dalam sambutannya, Dirjen Bangda Kemendagri, Iwan Kurniawan mengingatkan bahwa penyusunan RPJMD harus selesai paling lambat enam bulan pasca pelantikan kepala daerah. Ia juga menekankan pentingnya sinergi dengan agenda nasional, termasuk program Asta Cita Presiden menuju Indonesia Emas 2045.
Sementara itu, Asisten Administrasi Umum Pemprov Sumut, Lies Handayani Siregar mengapresiasi Pemkab Simalungun yang telah menggelar forum strategis ini. Menurutnya, kegiatan ini merupakan langkah awal yang penting dalam menyusun rencana pembangunan yang selaras dengan visi-misi kepala daerah serta pemerintah provinsi dan pusat.
Bupati Anton Achmad Saragih menekankan pentingnya sinergi dalam pembangunan daerah. Ia mengusung visi “Bersama Semangat Baru Simalungun Menuju Simalungun Maju” dengan lima misi utama: *Benahi, Awasi, Dampingi, Solusi, dan Sinergi.* Visi-misi ini akan dijabarkan dalam dokumen RPJMD 2025–2029.
“Percepatan pembangunan Kabupaten Simalungun memerlukan kolaborasi tiga pilar utama: pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat,” ujar Bupati Anton. Ia juga menyoroti prioritas pembangunan di bidang SDM, pemerataan ekonomi, infrastruktur, pengembangan pariwisata, dan tata kelola pemerintahan.
Acara ini turut menghadirkan sejumlah narasumber dari Bapperida Simalungun, tenaga ahli penyusunan RPJMD, Dirjen Bina Bangda Kemendagri, Bank Indonesia, BPS Simalungun, serta Bappelitbang Prov. Sumut. Sebagai bentuk apresiasi, Bupati memberikan cendera mata berupa stola kepada para narasumber.
Konsultasi publik ini diharapkan menjadi wadah aspiratif dalam menyusun perencanaan pembangunan yang inklusif, terintegrasi, dan berkelanjutan demi kemajuan Kabupaten Simalungun ke depan.(*)











