Jakarta I galasibot.co.id – The Prabowonomics Institute resmi menggelar konferensi pers di Central Park Mall, Jakarta, pada Senin (20/7/2026). Kegiatan ini menjadi langkah awal sosialisasi kepada publik dan media sebelum pelaksanaan Prabowonomics Summit 2026. Lembaga tersebut ingin memastikan masyarakat memahami konsep besar gagasan ekonomi ini sejak dini.
Melalui forum awal ini, panitia memperkenalkan Buku Bilingual Prabowonomics secara mendalam. Pemahaman konteks dan urgensi buku menjadi fondasi utama sebelum puncak acara berlangsung. Oleh karena itu, diskusi pada summit mendatang bisa berjalan lebih terarah dan produktif.
Peluncuran Buku Karya Kajian Mendalam Dua Tahun
Penulis buku, Yonge Sihombing, S.E., M.B.A., hadir langsung sebagai narasumber utama. Ia memaparkan secara detail isi buku yang merangkum 6 bagian dan 42 bab. Karya setebal 946 halaman ini merupakan hasil riset intensif selama dua tahun penuh.
Buku ini memuat penjabaran teknis dari 17 Program Unggulan Asta Cita pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto. Pihak institut menerbitkan buku tersebut dalam dua versi bahasa, yaitu Indonesia dan Inggris. Penerbitan dua bahasa ini bertujuan agar gagasan ekonomi nasional menjangkau pemangku kebijakan tingkat dunia.
Persiapan Prabowonomics Summit 2026 di JICC
Ketua Panitia, Kanjeng Ayu Jenny Waskita, SE, Ak, M.B.A., menyampaikan rencana puncak acara. Acara puncak Prabowonomics Summit 2026 akan berlangsung pada 6 Agustus 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC). Pemilihan lokasi JICC mempertimbangkan kapasitas gedung yang luas dan representatif.
Panitia menyediakan 5.000 undangan dengan menerapkan prinsip komposisi GABS secara seimbang. Alokasi peserta mencakup 2.000 unsur pemerintah, 2.500 pelaku usaha, 300 akademisi, serta 200 masyarakat sipil. Pendekatan ini menjamin forum summit benar-benar mencerminkan musyawarah nasional yang inklusif.
Fasilitas Peserta dan Sesi Diskusi Panel
Seluruh peserta terdaftar akan menerima satu eksemplar buku secara gratis saat proses registrasi. Buku tersebut menjadi bahan rujukan utama dalam lima sesi diskusi panel selama summit. Dengan rujukan yang sama, peserta dapat memberikan masukan kebijakan yang sangat akurat.
Penetapan harga komersial buku juga mendukung keberlanjutan riset serta distribusi penerjemahan. Pendekatan ini memastikan pengembangan kajian ilmiah dapat terus berjalan secara konsisten. Hasil kajian tersebut nantinya akan terus mengawal arah pembangunan ekonomi nasional.
Agenda Kenegaraan dan Kehadiran Presiden RI
Presiden RI Prabowo Subianto dijadwalkan hadir langsung pada puncak acara 6 Agustus 2026 mendatang. Kepala Negara akan meluncurkan buku secara resmi sekaligus memberikan arahan strategis kepada seluruh peserta. Kehadiran Presiden menegaskan bahwa summit ini merupakan agenda kenegaraan yang sangat krusial.
The Prabowonomics Institute optimistis konferensi pers ini berhasil membangun momentum awal pemahaman publik. Ketika summit digelar pada Agustus nanti, seluruh peserta siap masuk ke substansi pembahasan kebijakan. Sinergi ini akan memperkuat implementasi program prioritas pemerintah demi kesejahteraan bangsa.(*)










