Deliserdang | galasibot.co.id — Wakapolda Sumut Brigjen Pol Naek Pamen Simanjuntak, S.I.K., M.H., meninjau langsung situasi di Bandara Internasional Kualanamu pada Minggu, 6 September 2026. Peninjauan ini dilakukan guna memantau dampak pembatalan penerbangan akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.
Didampingi Kapolresta Deli Serdang Kombes Pol Hendria Lesmana, S.I.K., M.Si., kunjungan tersebut bertujuan memastikan kesiapan personel serta sarana prasarana pendukung. Langkah ini diambil untuk mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat di tengah potensi penumpukan penumpang.
Puluhan Penerbangan Terdampak Erupsi
Berdasarkan laporan situasi terkini, tercatat sebanyak 58 penerbangan terdampak oleh sebaran abu vulkanik. Rinciannya meliputi 26 penerbangan keberangkatan yang dibatalkan, 31 penerbangan kedatangan yang dibatalkan, serta 1 penerbangan dialihkan (divert) ke Bandara Internasional Kualanamu.
Kondisi tersebut mendorong jajaran kepolisian memperketat pengamanan dan pengaturan arus penumpang. Kehadiran aparat gabungan difokuskan untuk menjaga ketertiban serta kenyamanan para calon penumpang di area bandara.
“Kami ingin kehadiran Polri bukan hanya soal pengamanan, tetapi juga soal pelayanan. Kehadiran personel harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Wakapolda Sumut.
Pengamanan Gabungan dan Koordinasi Lintas Sektor
Guna mengantisipasi kendala di lapangan, personel gabungan dikerahkan di kawasan Bandara Kualanamu. Tim pengamanan tersebut terdiri dari personel Dit Samapta Polda Sumut, Dit Pam Obvit, unsur TNI, Avsec, serta jajaran Polresta Deli Serdang.
Kapolresta Deli Serdang Kombes Pol Hendria Lesmana menambahkan bahwa pihaknya terus memantau situasi secara intensif. Pihak kepolisian juga aktif berkoordinasi dengan pengelola bandara dan instansi terkait untuk memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau demi keamanan bersama.(*)










