Medan I galasibot.co.id
Semangat juang, kedisiplinan, dan kerja keras kembali mengukir prestasi manis bagi siswa-siswi SD Katolik Budi Murni 2 Medan. Dalam ajang Open Tournament & Festival FORKI Medan 2025, yang digelar pada 19–21 September di Gedung Serbaguna Urban Community Park Kebun Bunga, para atlet muda dari Karate-Do Tako Dojo SD Budi Murni 2 membuktikan bahwa usia muda bukan penghalang untuk tampil gemilang di gelanggang kompetisi.
Dengan deretan medali dari berbagai kategori, seperti kata dan kumite, siswa-siswi ini menunjukkan bahwa olahraga bukan sekadar soal kecepatan dan kekuatan, tetapi juga soal karakter. Sebut saja Daniel Obed Tampubolon, yang meraih Juara I Kumite -35 Kg Pra Pemula Putra dan Juara III Kata Perorangan, serta Areta Lavina Ginting dengan Juara I Kumite -30 Kg Putri. Di antara nama-nama lainnya, ada Kesya May Putri Adetria Br. Sembiring, Adhyasta Nino P. Sembiring, Felicia Quina Sitanggang, dan Abdiel Argado Purba—semua membawa pulang medali sebagai simbol kerja keras mereka.
Kepala Sekolah SD Katolik Budi Murni 2, Lambok Fransiskus Napitu, S.Si., menegaskan bahwa prestasi ini bukan semata hasil latihan teknis, melainkan juga buah dari sinergi antara siswa, guru, orang tua, dan pelatih. “Kemenangan ini adalah kemenangan kita bersama. Ini membuktikan bahwa dengan dukungan menyeluruh, anak-anak mampu meraih potensi terbaik mereka,” ujarnya.
Lebih jauh, Mahavira Ega Alloysia Tarigan, S.Pd, guru pembimbing karate, menilai perjuangan para atlet bukan perkara mudah. “Mereka harus menyeimbangkan waktu belajar dan latihan. Tapi justru di situlah letak nilai pendidikan karakter melalui olahraga.”
Sementara itu, pelatih Karate-Do Tako Dojo, Joan Berlin Damanik, S.Si., M.M, melihat pertandingan ini sebagai panggung pembelajaran. “Kami tidak hanya melatih teknik, tapi juga membentuk kepribadian anak-anak agar percaya diri dan sportif. Dalam dua tahun, dojo ini sudah menunjukkan progres luar biasa,” tuturnya.
Binsar Simarmata, S.S., M.M, Pembina Dojo sekaligus anggota DPRD Kota Medan, menambahkan bahwa karate adalah instrumen pembinaan karakter. “Saya bangga, bukan hanya karena prestasi, tapi karena nilai-nilai yang mereka pelajari: kerja keras, hormat, dan pantang menyerah.”
Keberhasilan ini menjadi refleksi dari nilai-nilai yang dijunjung di SD Budi Murni 2—yakni pendidikan yang holistik, menyeimbangkan antara akademik dan pengembangan karakter. Dengan semangat seperti ini, tak mustahil SD Budi Murni 2 akan terus mencetak generasi yang tidak hanya unggul di kelas, tetapi juga tangguh di kehidupan nyata.











