
Medan | galasibot co id — Dojo TAKO Budi Murni 2 Medan kembali melaksanakan Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) karate pada Minggu (17/5/2026). Kegiatan yang digelar di lingkungan SD Swasta Katolik Budi Murni 2 Medan ini berlangsung dengan penuh semangat, disiplin, dan antusiasme tinggi dari para peserta sebagai bagian dari proses pembinaan karakter, mental, serta prestasi siswa.
Puluhan karateka dari berbagai tingkatan sabuk mengikuti ujian dengan menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Materi yang diujikan meliputi kihon (teknik dasar), kata (jurus), dan kumite (pertarungan). Selain kemampuan teknik, para peserta juga dinilai berdasarkan aspek disiplin, etika, semangat latihan, dan sportivitas selama mengikuti proses pembinaan maupun ujian.
Pelaksanaan UKT ini dipimpin langsung oleh tim penguji profesional yang diketuai oleh Junaedi, ST, serta didampingi oleh Nowell Sihombing, SE., MM., Hilda Cantika Mendrofa, dan Lusianna Clara Br. Ginting.
Pembinaan Berkelanjutan Berorientasi Prestasi
Pembinaan dan pelatihan karateka di dojo ini diarsiteki oleh Joan Berlin Damanik, S.Si., MM. Selaku pelatih, ia aktif membina para siswa melalui pendekatan disiplin, motivasi, serta pembentukan karakter positif. Menurut Joan, UKT bukan sekadar agenda evaluasi rutin untuk kenaikan sabuk, melainkan fondasi penting dalam mempersiapkan atlet-atlem muda yang siap berprestasi.
“Kami tidak hanya membina anak-anak agar mampu menguasai teknik karate dengan baik, tetapi juga membentuk mental juara, disiplin, dan daya juang yang tinggi. Pembinaan di Dojo TAKO Budi Murni memang diarahkan pada orientasi prestasi, sehingga para karateka diharapkan mampu bersaing dan meraih hasil terbaik dalam berbagai kejuaraan,” ungkap Joan Berlin Damanik.
Ia juga menambahkan bahwa pembinaan dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan agar para karateka memiliki kualitas teknik serta karakter yang kuat di masa depan.
Dukungan Penuh Pihak Sekolah dan Orang Tua
Apresiasi tinggi datang dari Kepala Sekolah SD Swasta Katolik Budi Murni 2 Medan, Lambok Fransiskus Napitu, S.Si. Ia menyampaikan rasa bangganya atas konsistensi pembinaan olahraga bela diri karate di lingkungan sekolah.
“Kami melihat karate bukan sekadar olahraga bela diri, tetapi juga sarana pendidikan karakter. Anak-anak belajar tentang disiplin, tanggung jawab, rasa hormat, dan semangat pantang menyerah. Kami bangga karena siswa-siswa SD Budi Murni 2 juga mampu meraih berbagai prestasi dalam berbagai kejuaraan karate,” ujar Lambok Fransiskus Napitu.
Beliau berharap kegiatan positif seperti ini terus dikembangkan agar mampu melahirkan generasi muda yang sehat, berprestasi, dan memiliki mental yang kuat di tengah perkembangan zaman.
Mencetak Generasi Unggul dan Rendah Hati
Pelaksanaan UKT berjalan dengan aman dan lancar berkat dukungan penuh dari orang tua siswa yang turut hadir memberikan motivasi langsung di lokasi ujian.
Di akhir kegiatan, tim penguji dan pelatih berpesan agar seluruh karateka tidak cepat berpuas diri. Mereka diimbau untuk terus berlatih dengan tekun, menjaga sikap rendah hati, serta menjunjung tinggi nilai sportivitas dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kesuksesan UKT ini, Dojo TAKO Budi Murni 2 Medan menegaskan kembali komitmennya dalam mencetak karateka muda yang tidak hanya unggul dalam menorehkan prestasi, tetapi juga memiliki akhlak yang baik dan mampu menjadi teladan di lingkungan sekolah maupun masyarakat luas.(*)










