Medan | galasibot.co.id
Bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak banjir dan tanah longsor di Provinsi Sumatera Utara telah disalurkan oleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sumatera Utara. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk respons cepat atas bencana yang melanda sejumlah wilayah.
Solidaritas Kader GMNI dari Berbagai Daerah
Dalam penyaluran bantuan tersebut, dukungan solidaritas kader GMNI dari berbagai daerah turut dilibatkan. Bantuan datang dari DPC GMNI Kabupaten Bengkalis, Riau, serta DPK T2P2 Kabupaten Blitar, Jawa Timur.
Kolaborasi lintas daerah ini menjadi bukti bahwa semangat gotong royong terus dijaga dalam tubuh organisasi GMNI, khususnya dalam situasi darurat kebencanaan.
Bantuan Logistik dan Program Trauma Healing
Bantuan yang disalurkan berupa pakaian layak pakai, logistik, serta kebutuhan pokok masyarakat. Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Wakil Ketua Bidang Geopolitik DPP GMNI, Frans Simanjuntak.
Selain bantuan materi, perhatian juga difokuskan pada pemulihan psikologis warga. Program trauma healing bagi anak-anak di pengungsian telah dijadwalkan dan akan dilaksanakan secara bertahap selama dua pekan ke depan.
Apresiasi atas Kepedulian dan Sinergi
Wakil Ketua Bidang Agitasi dan Propaganda DPD GMNI Sumut, Erick Manalu, menyampaikan apresiasi kepada seluruh kader GMNI yang telah berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan tersebut.
Disampaikan pula bahwa sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara dinilai berjalan baik, terutama dalam percepatan penanganan dan pemulihan pascabencana.
Warga Masih Alami Trauma Pascabencana
Berdasarkan hasil pantauan tim GMNI di lapangan, sebagian warga memang telah kembali ke rumah masing-masing. Namun demikian, rasa trauma masih dirasakan oleh banyak warga.
Di Desa Pagaran Lambung I, misalnya, sebagian warga masih memilih bertahan di posko gereja pada malam hari. Kekhawatiran akan terjadinya longsor susulan saat hujan deras menjadi alasan utama.
Akses Jalan Mulai Normal, Warga Diimbau Waspada
Untuk aksesibilitas, jalur Tarutung menuju Adiankoting dilaporkan sudah kembali normal dan dapat dilalui kendaraan. Meski demikian, kewaspadaan tetap diimbau kepada para pengguna jalan, mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi berubah.
GMNI Desak Mitigasi Bencana Diperkuat
Sebagai penutup, DPD GMNI Sumut mendesak pemerintah daerah maupun pemerintah pusat agar langkah mitigasi bencana segera diperkuat.
Disebutkan bahwa masih terdapat banyak titik rawan longsor yang berpotensi membahayakan keselamatan warga, khususnya saat curah hujan tinggi. Pencegahan dan penguatan struktur tanah dinilai perlu segera dilakukan agar tidak kembali menelan korban.(*)











