Jakarta I galasibot.co.id
Gagasan ekonomi Presiden Prabowo Subianto resmi dibukukan melalui karya monumental Prabowonomics yang akan diluncurkan pada Kamis, 26 Februari 2026, di Jakarta. Penulisnya, Yonge Sihombing, tidak hanya menghadirkan buku setebal 946 halaman, tetapi juga mengundang seluruh Dewan Penasehat Presiden untuk terlibat dalam forum dialog ekonomi strategis. Peluncuran ini sekaligus menegaskan kelanjutan visi ekonomi Prabowo yang sebelumnya disampaikan di World Economic Forum, Davos, 22 Januari 2026.
Sejak awal, Yonge menempatkan buku ini sebagai rujukan pemikiran ekonomi era Prabowo. Karena itu, ia secara khusus mengundang seluruh Dewan Penasehat Presiden untuk hadir dan berdiskusi.
Dewan Penasehat Presiden Diundang Lengkap
Yonge mengirim undangan resmi kepada Haji Muhadjir Effendy, Purnomo Yusgiantoro, Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, Dudung Abdurachman, Letjen TNI (Purn) dr Terawan Agus Putranto, Luhut Binsar Pandjaitan, dan Jenderal TNI (Purn) Wiranto.
Dengan langkah ini, ia ingin memastikan dialog substantif antara penulis, pembuat kebijakan, dan para penasihat presiden. Selain itu, ia berharap buku ini menjadi jembatan komunikasi kebijakan ekonomi pemerintah kepada publik.
946 Halaman, Enam Bagian, 42 Bab
Buku Prabowonomics terbit dalam dua bahasa: Indonesia dan Inggris. Tebalnya mencapai 946 halaman, tersusun dalam enam bagian dan 42 bab yang saling terhubung.
Bagian pertama mengulas perjalanan hidup dan karier Presiden Prabowo. Selanjutnya, bagian kedua membedah konsep Prabowonomics, globalnomics, paradoks ekonomi global, hingga perang ekonomi global.
Dari Swasembada hingga Program Cepat Hasil
Memasuki bagian ketiga, Yonge mengupas program unggulan Prabowo: swasembada pangan, energi, udara, serta ekonomi kreatif dan hijau. Transisi pembahasan kemudian bergerak ke bagian keempat, yang menyoroti program cepat hasil seperti makan siang dan susu gratis di sekolah serta pesantren.
Pada bagian kelima, buku ini menekankan prioritas kebijakan: ketersediaan pupuk, benih, dan rumah murah. Sementara itu, bagian keenam menutup dengan kritik, pujian, kata-kata bijak Prabowonomics, serta gagasan pemekaran daerah—termasuk Provinsi Tapanuli dari Sumatera Utara.
Apresiasi untuk Dukungan Presiden
Yonge secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo. Menurutnya, dukungan terhadap usulan pembentukan Provinsi Tapanuli yang ia sampaikan dalam pertemuan informal di Hotel JW Marriott Medan, 12 Desember 2025, menjadi dorongan moral yang kuat.
Ia menilai sikap terbuka presiden mencerminkan kepemimpinan yang mendengar dan merespons aspirasi daerah.
Harga Buku dan Cara Pemesanan
Yonge juga mengumumkan harga resmi buku Prabowonomics:
- Edisi Indonesia hitam putih: Rp 2.000.000
- Edisi Indonesia full colour: Rp 2.500.000
- Edisi Inggris hitam putih: Rp 2.500.000
- Edisi Inggris full colour: Rp 3.500.000
Buku dapat dipesan langsung melalui email yongesihombing@gmail.com atau WhatsApp 0812 6688 5927. Saat ini tersedia diskon 30 persen, dengan catatan harga dan diskon dapat berubah sewaktu-waktu.(*)











