MEDAN I galasibot.co.id – Yayasan Universitas HKBP Nommensen (UHN) Medan terus mematangkan persiapan pembangunan Nommensen International Hospital yang direncanakan berdiri di kawasan belakang Kampus UHN Medan. Rumah sakit pendidikan bertaraf internasional tersebut diproyeksikan menjadi salah satu pusat layanan kesehatan modern terbesar di Sumatera Utara dengan nilai investasi mendekati Rp1 triliun.
Sekretaris Yayasan UHN Medan, Pdt. Dr. Enig Sonatha Aritonang, menegaskan bahwa kehadiran Nommensen International Hospital nantinya tidak hanya menjadi kebanggaan bagi keluarga besar HKBP dan civitas akademika UHN, tetapi juga menjadi kebanggaan seluruh masyarakat Sumatera Utara.
“Jika nanti terealisasi, Nommensen International Hospital bukan hanya kebanggaan jemaat HKBP, tetapi juga kebanggaan masyarakat Sumatera Utara. Masyarakat Sumatera Utara dapat memanfaatkan fasilitas ini dengan baik. Artinya, Nommensen International Hospital akan menghasilkan multiplier effect bagi Sumatera Utara dan kita harapkan bisa menjadi ikon dalam pelayanan kesehatan yang lebih baik dan bermutu,” tegas Pdt. Dr. Enig Sonatha Aritonang.
Komitmen pembangunan rumah sakit tersebut mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat. Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin dan Wakil Menteri Kesehatan RI menyambut baik rencana pembangunan Nommensen International Hospital saat menerima jajaran Pengurus Yayasan UHN dalam pertemuan strategis di Kantor Kementerian Kesehatan RI, Jakarta, Kamis (18/6/2026).
Ketua Umum Pengurus Yayasan UHN, Dr. Effendi Muara Sakti Simbolon, menjelaskan bahwa pihak yayasan telah mengajukan izin operasional pendirian rumah sakit dan memperoleh respons positif dari Kementerian Kesehatan.
“Puji Tuhan, kami sudah mengajukan izin operasional pendirian Nommensen International Hospital. Dalam pertemuan dengan Menteri Kesehatan, dukungan yang diberikan sangat baik. Kementerian Kesehatan maupun Wakil Menteri Kesehatan mendukung rencana ini,” ujar Effendi.
Rumah sakit yang direncanakan berstatus Tipe A tersebut akan memiliki kapasitas antara 250 hingga 400 tempat tidur dengan bangunan setinggi 17 lantai. Kehadiran rumah sakit ini dinilai menjadi kebutuhan strategis bagi pengembangan pendidikan kedokteran di UHN Medan.
Selama ini, mahasiswa profesi Fakultas Kedokteran UHN masih memanfaatkan sejumlah rumah sakit mitra sebagai lokasi pendidikan klinik dan praktik profesi. Dengan hadirnya rumah sakit milik sendiri, proses pendidikan akan semakin efektif serta mampu meningkatkan kualitas lulusan tenaga medis.
“Kategori pembangunan rumah sakit ini adalah kebutuhan. Fakultas Kedokteran selama ini masih menggunakan rumah sakit mitra untuk pendidikan profesi. Dengan adanya rumah sakit sendiri tentu akan lebih efektif dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi pengembangan kampus,” kata Effendi.
Saat ini, Yayasan UHN masih menyelesaikan berbagai tahapan administrasi dan perizinan, mulai dari penyusunan Detail Engineering Design (DED), Online Single Submission (OSS), hingga Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).
Setelah seluruh proses tersebut rampung, yayasan berharap pembangunan dapat segera dimulai melalui peletakan batu pertama (groundbreaking). Berbagai skema pembiayaan juga tengah dikaji, termasuk kemungkinan kerja sama operasi (KSO) dengan pihak ketiga dalam penyediaan alat kesehatan maupun pengelolaan rumah sakit.
Menurut Effendi, seluruh proses perencanaan dilakukan secara cermat dan terukur agar pembangunan berjalan sesuai kebutuhan, berkelanjutan, serta mampu memberikan manfaat maksimal bagi dunia pendidikan dan masyarakat luas.
Apabila terealisasi, Nommensen International Hospital tidak hanya akan menjadi rumah sakit pendidikan unggulan bagi Fakultas Kedokteran UHN, tetapi juga diharapkan menjadi pusat layanan kesehatan modern, pusat riset medis, serta ikon baru pelayanan kesehatan berkualitas di Sumatera Utara yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.(*)











