
Medan I galasibot.co.id – Debu pembangunan masih beterbangan di kawasan Jalan Flamboyan Raya III. Suara alat berat dan pekerja konstruksi terdengar bersahutan di atas lahan seluas enam hektare yang kini menjadi lokasi pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Sekolah Rakyat. Di tengah percepatan pembangunan itu, Pemerintah Kota Medan menunjukkan dukungan penuh terhadap proyek yang digadang-gadang menjadi salah satu pembangunan sekolah tercepat di Indonesia.
Saat meninjau lokasi pembangunan di Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan, Rico Tri Putra Bayu Waas mengaku terkejut melihat progres pembangunan yang telah mencapai 73 persen hanya dalam hitungan bulan sejak dimulai pada akhir 2025.
“Ini progres yang sangat luar biasa. Dalam waktu singkat sudah mencapai 73 persen untuk kawasan seluas enam hektare,” ujar Rico Waas saat meninjau lokasi proyek.
Pembangunan Sekolah Rakyat bukan sekadar proyek infrastruktur pendidikan biasa. Pemerintah menempatkan proyek ini sebagai bagian dari upaya menghadirkan akses pendidikan yang lebih inklusif bagi masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus, terutama kelompok ekonomi rentan yang selama ini sulit menjangkau fasilitas pendidikan berkualitas.
Proyek Cepat di Tengah Target Ketat
Target penyelesaian proyek pada 20 Juni 2026 membuat pembangunan berlangsung dalam tempo tinggi. Namun percepatan pembangunan sering memunculkan kekhawatiran publik mengenai kualitas bangunan.
Di lokasi proyek, struktur gedung mulai terlihat berdiri kokoh. Beberapa bagian bangunan tampak memasuki tahap penyelesaian interior dan fasilitas penunjang. Rico Waas memastikan kualitas tetap menjadi perhatian utama meski proyek dikejar waktu.
Menurutnya, detail pengerjaan terlihat rapi dan terkonsep dengan baik. Pemerintah Kota Medan juga melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah untuk memastikan dukungan infrastruktur berjalan seiring dengan pembangunan sekolah.
“Kami tidak ingin hanya gedungnya yang bagus, tetapi akses menuju sekolah juga harus nyaman dan aman,” katanya.
Membangun Infrastruktur Penunjang
Keberadaan Sekolah Rakyat diperkirakan akan mengubah wajah kawasan Medan Tuntungan. Pemerintah Kota Medan mulai menyiapkan peningkatan jalan, pembangunan drainase, hingga pemasangan lampu penerangan di sekitar lokasi.
Langkah tersebut dinilai penting mengingat kawasan sekitar sebelumnya masih memiliki keterbatasan infrastruktur pendukung. Drainase yang belum memadai dan akses jalan yang sempit menjadi persoalan yang selama ini dirasakan warga.
Bagi masyarakat sekitar, pembangunan sekolah ini membawa harapan baru sekaligus perubahan besar bagi lingkungan mereka.
“Kalau sekolah ini jadi, daerah sini pasti lebih ramai dan berkembang,” ujar seorang warga sekitar lokasi proyek.
Sekolah Rakyat dan Keadilan Pendidikan
Konsep Sekolah Rakyat muncul di tengah masih tingginya kesenjangan akses pendidikan di berbagai daerah. Tidak semua anak memiliki kesempatan menikmati fasilitas pendidikan yang layak, terutama dari keluarga kurang mampu.
Pemerintah berharap sekolah ini menjadi simbol keadilan pendidikan dengan menyediakan fasilitas belajar, pelatihan, dan pengembangan karakter bagi anak-anak yang membutuhkan perhatian khusus.
Pakar pendidikan menilai keberhasilan proyek ini nantinya tidak hanya diukur dari cepatnya pembangunan fisik, tetapi juga kualitas sistem pendidikan yang diterapkan setelah sekolah beroperasi.
“Bangunan megah saja tidak cukup. Yang lebih penting adalah kualitas pengajaran, keberpihakan kepada siswa, dan keberlanjutan programnya,” ujar seorang pengamat pendidikan di Medan.
Harapan dan Tantangan
Meski pembangunan berjalan cepat, sejumlah tantangan masih membayangi. Pengawasan kualitas bangunan menjadi perhatian utama mengingat proyek dilakukan dalam waktu singkat. Selain itu, kesiapan tenaga pengajar, sistem pendidikan, serta keberlanjutan operasional sekolah juga menjadi pekerjaan rumah pemerintah.
Di sisi lain, masyarakat berharap Sekolah Rakyat tidak hanya menjadi proyek simbolik, tetapi benar-benar mampu menjawab kebutuhan pendidikan masyarakat kecil.
Bagi warga Medan, proyek ini membawa optimisme baru bahwa pendidikan berkualitas tidak lagi hanya dinikmati kelompok tertentu.
Jika rampung tepat waktu, Sekolah Rakyat di Medan bukan hanya akan menjadi proyek strategis nasional semata, tetapi juga simbol bagaimana pembangunan pendidikan dapat menjadi jalan membuka masa depan generasi muda yang lebih setara.(*)











