Jakarta | galasibot.co.id – Kementerian Kebudayaan memperkuat langkah pelestarian sejarah dan peradaban Nusantara melalui pengembangan museum representatif di kawasan Cagar Budaya Candi Borobudur, Jawa Tengah, serta revitalisasi Museum Subak di Bali.
Komitmen itu mengemuka dalam pertemuan strategis Menteri Kebudayaan Fadli Zon dengan Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti di Kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta, Senin (20/7/2026).
Pertemuan tersebut menegaskan sinergi lintas kementerian untuk membangun ruang budaya yang modern, edukatif, dan mampu meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat internasional.
Kampung Seni Kujon Jadi Pusat Edukasi Budaya
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menjelaskan pembangunan infrastruktur dasar Kampung Seni Kujon telah rampung oleh Kementerian Pekerjaan Umum.
Tahap berikutnya berfokus pada pengembangan museum dengan konsep tata pamer berstandar internasional.
“Kementerian PU telah membangun infrastruktur dasar Kampung Seni Kujon dengan sangat baik. Kini kami memastikan museum di kawasan tersebut menjadi pusat edukasi dan informasi yang selaras dengan nilai pelestarian cagar budaya,” kata Fadli Zon.
Menurutnya, museum tidak hanya menyimpan koleksi sejarah. Museum juga harus menghadirkan pengalaman belajar yang menarik bagi masyarakat dan wisatawan.
Karena itu, desain pameran akan mengutamakan teknologi, narasi sejarah, serta kenyamanan pengunjung.
Infrastruktur Siap, Museum Masuk Tahap Penguatan
Pengembangan museum dipusatkan di Kampung Seni Kujon, Kecamatan Borobudur.
Sebelumnya, Balai Prasarana Permukiman Wilayah Kementerian PU telah menyelesaikan pembangunan kawasan tersebut.
Proyek ini mendukung pengembangan Borobudur sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP).
Kehadiran museum modern diharapkan memperkuat identitas Borobudur sebagai destinasi wisata budaya kelas dunia.
Selain meningkatkan kualitas kunjungan wisatawan, museum juga menjadi ruang pembelajaran mengenai sejarah, arkeologi, seni, dan peradaban Nusantara.
Kementerian PU Pastikan Integrasi Kawasan
Wakil Menteri PU Diana Kusumastuti menyatakan pihaknya mendukung penuh pengembangan museum tersebut.
Ia menegaskan seluruh infrastruktur akan diselaraskan dengan Rencana Induk Pengembangan Kawasan Borobudur.
Bersama Pelaksana Tugas Direktur Pengembangan Kawasan Strategis, Dhani Kusuma, Kementerian PU memastikan fungsi kawasan tetap berjalan optimal.
Langkah ini bertujuan menciptakan kawasan budaya yang nyaman, tertata, dan berkelanjutan.
Sinergi BUMN Perkuat Ekosistem Pariwisata
Pertemuan itu juga melibatkan berbagai pemangku kepentingan nasional.
Hadir Kepala Badan Layanan Umum Museum dan Cagar Budaya Indira Estiyanti Nurjadin.
Turut hadir Direktur Utama InJourney Maya Watono, jajaran Angkasa Pura Indonesia, Taman Wisata Candi, serta Garuda Indonesia.
Kolaborasi tersebut memperkuat ekosistem pariwisata secara menyeluruh.
Sinergi mencakup promosi destinasi, konektivitas penerbangan, layanan wisata, hingga pengembangan museum sebagai pusat edukasi.
Melalui pendekatan itu, wisatawan memperoleh pengalaman yang lebih lengkap sejak keberangkatan hingga kunjungan ke kawasan budaya.
Revitalisasi Museum Subak Perkuat Warisan Dunia
Selain Borobudur, pemerintah juga menyepakati revitalisasi Museum Subak atau Mandala Mathika di Kabupaten Tabanan, Bali.
Museum tersebut menjadi simbol pelestarian sistem irigasi tradisional Subak yang telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia.
Fadli Zon menilai revitalisasi museum penting untuk memperkenalkan filosofi Tri Hita Karana kepada generasi muda.
Pembaruan fasilitas dan tata pamer akan membuat museum lebih interaktif serta mudah dipahami pengunjung.
Dengan demikian, Museum Subak tidak hanya menjadi ruang penyimpanan koleksi budaya, tetapi juga pusat pembelajaran mengenai pertanian berkelanjutan dan kearifan lokal Bali.
Museum Menjadi Wajah Baru Diplomasi Budaya
Kolaborasi Kementerian Kebudayaan, Kementerian PU, dan BUMN menunjukkan perubahan paradigma pengelolaan museum di Indonesia.
Museum kini diposisikan sebagai ruang publik yang hidup.
Pengunjung tidak hanya melihat benda bersejarah, tetapi juga menikmati pengalaman edukatif melalui teknologi dan narasi yang menarik.
Strategi tersebut memperkuat diplomasi budaya Indonesia di tingkat global.
Pemerintah berharap museum mampu menjadi etalase peradaban Nusantara sekaligus meningkatkan daya tarik pariwisata budaya.
Langkah ini juga membuka peluang pertumbuhan ekonomi kreatif di sekitar kawasan heritage.
Dengan sinergi lintas sektor, Indonesia berupaya menghadirkan museum berkelas dunia yang tetap menjaga nilai sejarah, budaya, dan identitas bangsa.(*)










