Kabanjahe I galasibot.co.id – Bupati Karo Antonius Ginting menerima audiensi damai dari Forum Petani Bunga Kabupaten Karo. Pertemuan penting tersebut berlangsung di Aula Rakoetta Brahmana Kantor Bupati Karo.
Dalam pertemuan itu, para petani menyampaikan keluhan terkait kondisi usaha florikultura yang semakin sulit. Pendapatan para petani terus menurun dalam beberapa tahun terakhir.
Persaingan Pasar dan Tuntutan Regulasi
Selain pendapatan yang merosot, jumlah petani bunga aktif semakin berkurang secara drastis. Kondisi ini terjadi akibat persaingan ketat dengan perusahaan besar di pasar lokal.
Oleh sebab itu, petani meminta pemerintah daerah segera menyusun regulasi perlindungan. Mereka berharap pemerintah menciptakan iklim persaingan usaha yang sehat dan adil.
Di samping itu, para petani meminta pelibatan aktif dalam penyusunan kebijakan sektor pertanian. Mereka juga membutuhkan bantuan teknologi serta perluasan akses pasar.
Tanggapan Pemkab Karo Terkait Perizinan
Menanggapi aspirasi tersebut, Bupati Karo Antonius Ginting memberikan penjelasan secara terbuka. Beliau menegaskan bahwa perusahaan pesaing telah mengantongi izin resmi dari pemerintah.
Oleh karena itu, pemerintah daerah tidak memiliki dasar hukum untuk menghentikan operasional perusahaan. Namun, pemerintah akan menindak tegas jika menemukan pelanggaran di lapangan.
Selanjutnya, Pemkab Karo akan mengkaji usulan regulasi bersama DPRD Kabupaten Karo. Pengkajian ini mempertimbangkan aspek hukum, perlindungan investasi, serta kesejahteraan para petani.
Penguatan Daya Saing dan Pembinaan Petani
Di sisi lain, Bupati meminta dinas terkait meningkatkan pengawasan distribusi bunga secara berkala. Pemerintah berkomitmen memperkuat pembinaan petani melalui pelatihan teknologi dan pembangunan screen house.
Pemerintah daerah juga akan memprioritaskan penggunaan bunga lokal pada Festival Bunga dan Buah. Langkah nyata ini bertujuan memperluas jaringan pemasaran produk petani Karo.
Selain itu, pemerintah mendorong para petani untuk membentuk kelembagaan korporasi yang solid. Pembentukan wadah ini memudahkan petani mengakses pembiayaan serta pendampingan usaha.
Sementara itu, perwakilan petani akan terlibat langsung dalam pembahasan regulasi lanjutan. Keseimbangan antara perlindungan petani dan iklim investasi tetap menjadi prioritas utama.(*)










