Senyum Kembali Merekah: Trauma Healing Pemkab Karo untuk Anak Korban Sinabung
Tawa renyah dan sorak-sorai riang sesekali memecah keheningan di bawah tenda pengungsian yang berdiri kokoh di Desa Sukatepu. Di balik bayang-bayang kelam erupsi Gunung Sinabung, puluhan anak-anak tampak asyik menyusun kepingan puzzle dan hanyut dalam alunan cerita dongeng yang penuh inspirasi.
Bencana alam memang kerap meninggalkan luka yang tak kasat mata, terutama bagi jiwa-jiwa muda yang tengah bertumbuh. Memahami kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Karo melalui Dinas Perpustakaan dan Arsip bergerak cepat menghadirkan secercah harapan di tengah keterbatasan.
Merajut Ceria Lewat Pendekatan Edukatif dan Rekreatif
Sabtu (05/09/2026) menjadi hari yang berbeda bagi anak-anak penyintas erupsi di posko pengungsian Desa Sukatepu. Alih-alih meratapi situasi sulit, mereka diajak melupakan sejenak trauma psikologis melalui program trauma healing yang dikemas secara interaktif.
Tim dari Dinas Perpustakaan dan Arsip Karo tidak datang dengan tangan kosong. Mereka memadukan unsur literasi dan rekreasi melalui berbagai aktivitas seru, mulai dari sesi ice breaking penuh tawa, permainan edukatif, hingga lomba mewarnai.
Aktivitas ini dirancang khusus untuk mengalihkan pikiran anak-anak dari rasa cemas akibat bencana. Di akhir kegiatan, puluhan paket makanan ringan turut dibagikan untuk menambah kebahagiaan di wajah mungil mereka.
Urgensi Pemulihan Psikososial di Tengah Bencana
Pemulihan kondisi psikologis anak di posko pengungsian sering kali menjadi aspek yang krusial namun kerap terabaikan. Padahal, trauma emosional yang dibiarkan berlarut-larut dapat berdampak buruk pada tumbuh kembang mental mereka.
Kehadiran ruang bermain dan belajar alternatif ini membuktikan komitmen pemerintah daerah dalam merawat masa depan generasi muda. Pendekatan humanis semacam ini terbukti efektif mengembalikan rasa aman dan nyaman bagi anak-anak yang terpaksa meninggalkan rumah mereka.
Antusiasme yang tinggi tidak hanya terpancar dari wajah anak-anak, tetapi juga dari raut lega para orang tua. Kehadiran para relawan dan pemerintah di tengah-tengah mereka memberikan suntikan moril bahwa mereka tidak sendirian menghadapi musibah ini.
Merawat Asa Generasi Muda Karo
Bencana boleh saja merusak fasilitas fisik dan memaksa warga tinggal sementara di posko pengungsian. Namun, semangat anak-anak untuk tetap tersenyum dan bermain adalah simbol ketangguhan yang tak ternilai harganya.
Pihak Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Karo berkomitmen untuk terus mengawal proses pemulihan psikososial ini. Langkah berkelanjutan ini diharapkan mampu memastikan mental generasi muda Karo tetap kokoh di tengah ujian alam.
Dari Desa Sukatepu, sebuah pesan kuat dikirimkan ke seluruh penjuru negeri: bahwa di balik abu vulkanik yang mengepul, selalu ada tunas-tunas harapan yang siap bangkit dan kembali bersinar.(*)










