MEDAN I galasibot.co.id – Lapangan Benteng Medan berubah menjadi lautan warna pada Jumat pagi. Ribuan perempuan berkebaya hadir memadati area tersebut guna memperingati Hari Kebaya Nasional 2026 tingkat Sumatera Utara.
Perayaan tahunan ini berlangsung sangat meriah. Selain menjadi ajang silaturahmi, acara ini memegang peran penting dalam menjaga kelestarian kebaya sebagai warisan luhur bangsa.
Semarak Parade dan Keanggunan Busana Tradisional
Suasana semarak menyelimuti lokasi sejak pukul 07.00 WIB. Para peserta tampil begitu anggun dalam balutan kebaya beragam corak khas Nusantara.
Perayaan ini makin berkesan lewat gelaran Parade Berkebaya. Ratusan perwakilan organisasi perempuan, majelis taklim, dan komunitas budaya berjalan bersama memperagakan keindahan kebaya.
Martinijal Zakiyuddin Harahap melepaskan peserta parade secara resmi melalui prosesi pengguntingan pita. Pelepasan balon ke udara turut menandai pembukaan seluruh rangkaian acara tersebut.
Menumbuhkan Kebanggaan Budaya pada Generasi Muda
Panitia mengusung tema “Pesona Kebaya Indonesia untuk Dunia” pada peringatan tahun ini. Mengutip tema tersebut, penyelenggara ingin menumbuhkan rasa bangga generasi muda terhadap busana tradisional.
Bunda Indah selaku Pembina Perempuan Indonesia Maju menekankan pentingnya penetapan Hari Kebaya Nasional tiap tanggal 24 Juli. Momen ini memperkuat pemahaman publik mengenai filosofi sejarah di balik helai kain kebaya.
Para konsul negara sahabat beserta pengurus KOWANI turut hadir menyaksikan kemegahan acara ini. Dukungan para tokoh menunjukkan betapa tingginya apresiasi terhadap kebudayaan lokal.
Mendorong Penguatan Ekonomi Kreatif dan UMKM
Di bawah kepemimpinan May Aritonang selaku Ketua Panitia, acara ini tidak hanya berfokus pada aspek kebudayaan semata. Panitia juga merangkul para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Pihak penyelenggara menyediakan puluhan stan pameran gratis di sekitar Lapangan Benteng. Fasilitas ini mempermudah pelaku UMKM lokal mempromosikan produk unggulan mereka kepada para pengunjung.
Sinergi antara pelestarian budaya dan pemberdayaan ekonomi ini membawa dampak positif. Kegiatan ini sukses menggerakkan roda perekonomian warga Medan sekaligus melestarikan identitas bangsa.(*)










