MEDAN | galasibot.co.id – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) berkomitmen mengubah wajah dunia olahraga daerah. Gubernur Sumut, Muhammad Bobby Afif Nasution, kini mendorong transformasi sektor ini menjadi industri yang mandiri dan profesional.
Langkah ini bertujuan memperkuat ekosistem olahraga secara berkelanjutan. Selain itu, kebijakan ini diharapkan mampu memacu lahirnya atlet-atlet berprestasi dari Sumut.
Grand Design Pengelolaan Aset
Gubernur Bobby Nasution memimpin langsung pembahasan rencana strategis ini di Kantor Gubernur Sumut, Selasa (11/8/2026). Ia menekankan pentingnya desain besar (grand design) pengelolaan fasilitas olahraga.
Pasca PON 2024, Sumut memiliki aset kelas dunia seperti Stadion Utama dan Stadion Madya di Desa Sena. Fasilitas ini harus memberikan dampak ekonomi dan sosial nyata.
“Olahraga harus menjadi sektor yang diminati masyarakat sekaligus menghasilkan pemasukan bagi daerah,” ujar Bobby Nasution.
Model Bisnis Melalui BLUD
Untuk mengelola aset tersebut, Dispora Sumut akan menerapkan skema Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Kepala Dispora Sumut, Mahfullah P Daulay, menjelaskan keunggulan sistem ini.
“BLUD memungkinkan peningkatan kualitas layanan dan optimalisasi aset secara mandiri,” ungkap Mahfullah.
Pendapatan yang dihasilkan nantinya akan kembali digunakan untuk pembinaan atlet. Inovasi digitalisasi akan menjadi kunci model bisnis baru ini.
Sinergi Prestasi dan Ekonomi
Gubernur menekankan bahwa aspek komersial tidak boleh mengesampingkan pembinaan atlet. Keberhasilan industri olahraga harus berjalan beriringan dengan peningkatan prestasi.
Target pemerintah provinsi adalah menciptakan gerakan olahraga rutin di masyarakat. Hal ini diharapkan mampu menjaga vitalitas fasilitas olahraga setiap hari.
Kolaborasi antar pihak menjadi syarat mutlak keberhasilan transformasi ini. Pemerintah menargetkan persiapan matang sebelum pencanangan resmi program tersebut dilakukan.(*)










