• Beranda
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
Jumat, Oktober 2, 2026
  • Login
GALASIBOT.CO.ID
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
    • Buku
Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
    • Buku
Tidak ada
Tampilkan semua
GALASIBOT.CO.ID
Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
Home Opini

Partuturan di Era Digital: Menemukan Kembali Cara Menempatkan Diri

Oleh: Dr. Wilmar Eliaser Simandjorang  (Pegiat Lingkungan Basis Geopark, menetap di lereng Dolok Pusuk Buhit)

Redaksi Galasibot.co.id
17 Agustus 2026
/ Opini
0 0
0
Partuturan di Era Digital: Menemukan Kembali Cara Menempatkan Diri
Share on FacebookShare on Twitter

Kita mungkin masih mengenal kata tulang, ito, lae, bere, eda, atau amang. Namun, apakah kita masih memahami hubungan yang membuat sebutan itu bermakna?

Pertanyaan ini menjadi penting ketika kehidupan semakin berpindah ke ruang digital. Partuturan sering dipahami sebagai sistem sapaan kekerabatan. Padahal, di balik setiap sebutan terdapat pengetahuan tentang hubungan, posisi, penghormatan, kepantasan, dan tanggung jawab. Karena itu, partuturan dapat dibaca sebagai pengetahuan relasional.

Baca Juga

Dari Jantung Medan untuk Indonesia: Menelisik Ketahanan Finansial dan Layanan Unggulan di Usia 70 Tahun Asuransi Astra

Galasibot dan Palti Raja : Menata Masa Depan PPTSB melalui Kepemimpinan, Program, dan Regenerasi (Refleksi Menjelang Mubes XVI PPTSB Tahun 2026)

Menagih Kedaulatan Manusia di Balik Megahnya Anggaran dan Paradoks “Kurikulum Robotik”

Untuk memahaminya, kita perlu kembali kepada sumber. Bahasa dan teks Batak bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan pintu untuk membaca cara masyarakat Batak memahami manusia dan hubungan sosial. Karya para perintis kajian Batak, seperti H.N. van der Tuuk dan Johannes Warneck, penting sebagai sumber sejarah bahasa dan kebudayaan. Namun, sumber lama tidak boleh diperlakukan sebagai kata akhir. Ia harus dibaca secara kritis sesuai konteks sejarah dan perspektif zamannya.

Di sinilah saya mengusulkan Batakologi Reform: bukan usaha mengubah Batak, melainkan mengubah cara kita memahami Batak.

Kerangkanya bergerak dari:

sumber → bahasa → teks → konsep → adat → struktur sosial → sejarah → praktik → kritik → transformasi.

Dalam kerangka ini, partuturan tidak berdiri sendiri. Ia berkaitan dengan marga, tarombo, perkawinan, dan Dalihan Na Tolu. Seseorang mengenali hubungan melalui sistem kekerabatan dan partuturan; hubungan itu kemudian membawa konsekuensi terhadap perilaku.

Dalihan Na Tolu mengandung prinsip somba marhula-hula, manat mardongan tubu, dan elek marboru. Dalam pembacaan kontemporer, prinsip tersebut dapat ditafsirkan sebagai etika relasional: penghormatan, kehati-hatian menjaga hubungan, dan pengayoman. Istilah “etika relasional” merupakan kategori analitis masa kini, bukan istilah yang perlu dipaksakan sebagai istilah asli masyarakat Batak dahulu.

Persoalannya sekarang bukan apakah partuturan telah hilang. Ia masih hidup, tetapi bentuk, frekuensi, konteks, dan pewarisannya berubah. Pertanyaan yang lebih penting adalah: apakah pengetahuan di baliknya masih dipahami?

Ruang digital menghadirkan tantangan baru. Kita dapat berbicara kepada siapa saja tanpa mengetahui usia, hubungan kekerabatan, atau konteks sosial lawan bicara. Kecepatan komunikasi sering mendahului pemahaman hubungan.

Di sinilah partuturan memperoleh relevansi baru.

Saya mengusulkan agar fungsi partuturan dibaca sebagai literasi relasional: kemampuan memahami siapa diri kita, dengan siapa kita berhubungan, bagaimana seharusnya berbicara, dan apa tanggung jawab kita terhadap orang lain.

Literasi ini tidak berarti memindahkan seluruh tata hubungan tradisional ke media sosial. Yang ditransformasikan adalah prinsipnya: menghormati martabat orang lain, memahami konteks, mengendalikan ucapan, dan menyadari konsekuensi tindakan.

Karena itu, pelestarian budaya tidak cukup diukur dari berapa banyak istilah yang masih dihafal. Pertanyaan yang lebih penting:

Berapa banyak nilai yang masih dihidupkan?

Kebudayaan kehilangan makna jika hanya menjadi hafalan. Sebaliknya, kebudayaan tetap hidup ketika nilai yang dikandungnya mampu menjawab persoalan zaman.

Di era digital, ketika setiap orang semakin mudah berbicara, kemampuan menempatkan diri justru semakin penting.

Partuturan mengingatkan bahwa manusia tidak pernah hadir sendirian. Ia selalu berada di antara orang lain.

Maka tugas kita bukan menjadikan partuturan sebagai museum, melainkan menemukan kembali pengetahuan yang dikandungnya, mengujinya secara kritis, dan mentransformasikannya bagi kehidupan baru.

Batakologi Reform bukan usaha mengubah Batak, melainkan usaha mengubah cara kita memahami Batak.

Mungkin, di tengah dunia yang semakin cepat berbicara, yang perlu kita pelajari kembali bukan hanya bagaimana berbicara, tetapi bagaimana menempatkan diri sebelum berbicara.(*)

 

Tags: #Batakologi Reform#Dalihan Na Tolu#Etika Berkomunikasi#Literasi Digital#Partuturan Batak
SendShareTweet
Kembali

Pawai Obor dan Renungan Suci Sambut HUT ke-81 RI di Kabupaten Karo

Lanjut

Wali Kota Medan Ikuti Upacara Detik-Detik Proklamasi HUT ke-81 RI Secara Live Streaming

Baca Juga

Dari Jantung Medan untuk Indonesia: Menelisik Ketahanan Finansial dan Layanan Unggulan di Usia 70 Tahun Asuransi Astra
Ekonomi

Dari Jantung Medan untuk Indonesia: Menelisik Ketahanan Finansial dan Layanan Unggulan di Usia 70 Tahun Asuransi Astra

24 September 2026
Galasibot dan Palti Raja : Menata Masa Depan PPTSB melalui Kepemimpinan, Program, dan Regenerasi (Refleksi Menjelang Mubes XVI PPTSB Tahun 2026)
Budaya

Galasibot dan Palti Raja : Menata Masa Depan PPTSB melalui Kepemimpinan, Program, dan Regenerasi (Refleksi Menjelang Mubes XVI PPTSB Tahun 2026)

20 September 2026
Menagih Kedaulatan Manusia di Balik Megahnya Anggaran dan Paradoks “Kurikulum Robotik”
Opini

Menagih Kedaulatan Manusia di Balik Megahnya Anggaran dan Paradoks “Kurikulum Robotik”

17 September 2026
Menyalakan Nalar, Merawat Realitas: Meneguhkan Kembali Pilar Perjuangan PMKRI di Kampus dan Masyarakat
Opini

Menyalakan Nalar, Merawat Realitas: Meneguhkan Kembali Pilar Perjuangan PMKRI di Kampus dan Masyarakat

14 September 2026
Opini

10 September 2026
Membedah Dugaan Pidana Korporasi PT Toba Pulp Lestari: Antara Kejahatan Individu dan Korporasi
Hukum

Membedah Dugaan Pidana Korporasi PT Toba Pulp Lestari: Antara Kejahatan Individu dan Korporasi

9 September 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HPN 2026

POPULER

  • 5 Hari Tidur di Polsek Namorambe, Korban Teror Bom Molotov Tagih Ketegasan Polisi

    5 Hari Tidur di Polsek Namorambe, Korban Teror Bom Molotov Tagih Ketegasan Polisi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dugaan Pungutan Liar di MAN 2 Tanjung Pura Langkat Didorong ke Kejatisu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Melihat Titik Temu Migrasi “Ompu Jorang Raja Sinaga” Dengan “Pomparan Ompu Jorang Raja Sinaga”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Koperasi Merah Putih di Taput Mandek, Tumonggi: Jangan Jadi Program di Atas Kertas!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rumah Dirusak Sekelompok Orang, Janda di Hamparan Perak Minta Polisi Tangkap Pelaku

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPD PATRIA Sumut Buka Kembali Ruang Dialog: Dari Kerinduan Kader Menuju Kaderisasi Politik Berbasis Pelayanan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lantik LP3KD, Wali Kota Rico Waas Dorong Pesparani Jadi Agenda Seni dan Budaya Rutin di Kota Medan 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
GALASIBOT.CO.ID

© 2015 GALASIBOT.CO.ID

Navigate Site

  • Beranda
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
    • Buku

© 2015 GALASIBOT.CO.ID

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In