• Beranda
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
Senin, Agustus 17, 2026
  • Login
GALASIBOT.CO.ID
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
    • Buku
Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
    • Buku
Tidak ada
Tampilkan semua
GALASIBOT.CO.ID
Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
Home Opini

Partuturan di Era Digital: Menemukan Kembali Cara Menempatkan Diri

Oleh: Dr. Wilmar Eliaser Simandjorang  (Pegiat Lingkungan Basis Geopark, menetap di lereng Dolok Pusuk Buhit)

Redaksi Galasibot.co.id
17 Agustus 2026
/ Opini
0 0
0
Partuturan di Era Digital: Menemukan Kembali Cara Menempatkan Diri
Share on FacebookShare on Twitter

Kita mungkin masih mengenal kata tulang, ito, lae, bere, eda, atau amang. Namun, apakah kita masih memahami hubungan yang membuat sebutan itu bermakna?

Pertanyaan ini menjadi penting ketika kehidupan semakin berpindah ke ruang digital. Partuturan sering dipahami sebagai sistem sapaan kekerabatan. Padahal, di balik setiap sebutan terdapat pengetahuan tentang hubungan, posisi, penghormatan, kepantasan, dan tanggung jawab. Karena itu, partuturan dapat dibaca sebagai pengetahuan relasional.

Baca Juga

Menjaga Integritas Hukum dan Keamanan Publik di Tengah Dinamika Nasional

Utang Membesar, Dapur MBG Bermasalah: Saat Negara Harus Memilih Prioritas

Ketika Rakyat Merasa Tersisih di Tanah Airnya Membedah Paradoks Pertumbuhan Ekonomi, Anomali Keadilan Fiskal, dan Melemahnya Daya Beli di Daerah

Untuk memahaminya, kita perlu kembali kepada sumber. Bahasa dan teks Batak bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan pintu untuk membaca cara masyarakat Batak memahami manusia dan hubungan sosial. Karya para perintis kajian Batak, seperti H.N. van der Tuuk dan Johannes Warneck, penting sebagai sumber sejarah bahasa dan kebudayaan. Namun, sumber lama tidak boleh diperlakukan sebagai kata akhir. Ia harus dibaca secara kritis sesuai konteks sejarah dan perspektif zamannya.

Di sinilah saya mengusulkan Batakologi Reform: bukan usaha mengubah Batak, melainkan mengubah cara kita memahami Batak.

Kerangkanya bergerak dari:

sumber → bahasa → teks → konsep → adat → struktur sosial → sejarah → praktik → kritik → transformasi.

Dalam kerangka ini, partuturan tidak berdiri sendiri. Ia berkaitan dengan marga, tarombo, perkawinan, dan Dalihan Na Tolu. Seseorang mengenali hubungan melalui sistem kekerabatan dan partuturan; hubungan itu kemudian membawa konsekuensi terhadap perilaku.

Dalihan Na Tolu mengandung prinsip somba marhula-hula, manat mardongan tubu, dan elek marboru. Dalam pembacaan kontemporer, prinsip tersebut dapat ditafsirkan sebagai etika relasional: penghormatan, kehati-hatian menjaga hubungan, dan pengayoman. Istilah “etika relasional” merupakan kategori analitis masa kini, bukan istilah yang perlu dipaksakan sebagai istilah asli masyarakat Batak dahulu.

Persoalannya sekarang bukan apakah partuturan telah hilang. Ia masih hidup, tetapi bentuk, frekuensi, konteks, dan pewarisannya berubah. Pertanyaan yang lebih penting adalah: apakah pengetahuan di baliknya masih dipahami?

Ruang digital menghadirkan tantangan baru. Kita dapat berbicara kepada siapa saja tanpa mengetahui usia, hubungan kekerabatan, atau konteks sosial lawan bicara. Kecepatan komunikasi sering mendahului pemahaman hubungan.

Di sinilah partuturan memperoleh relevansi baru.

Saya mengusulkan agar fungsi partuturan dibaca sebagai literasi relasional: kemampuan memahami siapa diri kita, dengan siapa kita berhubungan, bagaimana seharusnya berbicara, dan apa tanggung jawab kita terhadap orang lain.

Literasi ini tidak berarti memindahkan seluruh tata hubungan tradisional ke media sosial. Yang ditransformasikan adalah prinsipnya: menghormati martabat orang lain, memahami konteks, mengendalikan ucapan, dan menyadari konsekuensi tindakan.

Karena itu, pelestarian budaya tidak cukup diukur dari berapa banyak istilah yang masih dihafal. Pertanyaan yang lebih penting:

Berapa banyak nilai yang masih dihidupkan?

Kebudayaan kehilangan makna jika hanya menjadi hafalan. Sebaliknya, kebudayaan tetap hidup ketika nilai yang dikandungnya mampu menjawab persoalan zaman.

Di era digital, ketika setiap orang semakin mudah berbicara, kemampuan menempatkan diri justru semakin penting.

Partuturan mengingatkan bahwa manusia tidak pernah hadir sendirian. Ia selalu berada di antara orang lain.

Maka tugas kita bukan menjadikan partuturan sebagai museum, melainkan menemukan kembali pengetahuan yang dikandungnya, mengujinya secara kritis, dan mentransformasikannya bagi kehidupan baru.

Batakologi Reform bukan usaha mengubah Batak, melainkan usaha mengubah cara kita memahami Batak.

Mungkin, di tengah dunia yang semakin cepat berbicara, yang perlu kita pelajari kembali bukan hanya bagaimana berbicara, tetapi bagaimana menempatkan diri sebelum berbicara.(*)

 

Tags: #Batakologi Reform#Dalihan Na Tolu#Etika Berkomunikasi#Literasi Digital#Partuturan Batak
SendShareTweet
Kembali

Pawai Obor dan Renungan Suci Sambut HUT ke-81 RI di Kabupaten Karo

Lanjut

Wali Kota Medan Ikuti Upacara Detik-Detik Proklamasi HUT ke-81 RI Secara Live Streaming

Baca Juga

Menjaga Integritas Hukum dan Keamanan Publik di Tengah Dinamika Nasional
Opini

Menjaga Integritas Hukum dan Keamanan Publik di Tengah Dinamika Nasional

16 Agustus 2026
Utang Membesar, Dapur MBG Bermasalah: Saat Negara Harus Memilih Prioritas
Opini

Utang Membesar, Dapur MBG Bermasalah: Saat Negara Harus Memilih Prioritas

14 Agustus 2026
Ketika Rakyat Merasa Tersisih di Tanah Airnya Membedah Paradoks Pertumbuhan Ekonomi, Anomali Keadilan Fiskal, dan Melemahnya Daya Beli di Daerah
Opini

Ketika Rakyat Merasa Tersisih di Tanah Airnya Membedah Paradoks Pertumbuhan Ekonomi, Anomali Keadilan Fiskal, dan Melemahnya Daya Beli di Daerah

13 Agustus 2026
Sekolah untuk Membebaskan, Bukan untuk Menjinakkan
Opini

Sekolah untuk Membebaskan, Bukan untuk Menjinakkan

13 Agustus 2026
Menjaga Integritas Hukum dan Keamanan Publik di Tengah Dinamika Nasional
Opini

Menjaga Integritas Hukum dan Keamanan Publik di Tengah Dinamika Nasional

12 Agustus 2026
Menjaga Stabilitas Nasional: Menolak Provokasi dan Mengawal Kehormatan HUT RI
Opini

Menjaga Stabilitas Nasional: Menolak Provokasi dan Mengawal Kehormatan HUT RI

11 Agustus 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HPN 2026

POPULER

  • Rumah Warga di Depan SMA Negeri 1 Namorambe Diduga Dilempar Bom Molotov, Polisi Selidiki Pelaku

    Rumah Warga di Depan SMA Negeri 1 Namorambe Diduga Dilempar Bom Molotov, Polisi Selidiki Pelaku

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukti Otentik Hak Ulayat: Sejarah Enklave Marga Sinaga di Simalungun dan Perjuangan Ruang Hidup Masyarakat Adat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gubernur Banten Andra Soni Ajak Warga Dukung Felicia br Sihombing di The Icon Indonesia SCTV

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Caroline Nababan Raih Emas dan Top Score ASMC 2026, The PRINT Apresiasi Prestasi Anak Sumut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Argentina vs Spanyol di Final Piala Dunia 2026: Messi Bidik Gelar Beruntun, Yamal Siap Tantang Sang Idola

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Rakyat Merasa Tersisih di Tanah Airnya Membedah Paradoks Pertumbuhan Ekonomi, Anomali Keadilan Fiskal, dan Melemahnya Daya Beli di Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • THE PRINT Gelar Peluncuran Buku Bilingual Prabowonomics dan Prabowonomics Summit 2026 di JICC

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
GALASIBOT.CO.ID

© 2015 GALASIBOT.CO.ID

Navigate Site

  • Beranda
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
    • Buku

© 2015 GALASIBOT.CO.ID

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In